
Matahari pagi mulai menunjukan sinarnya awan yang cerah menyapa dengan anggunnya, semilir angin berhembus tiada tara memecah sirkulasi, hening tak terbantahkan dengan seksama. Tiba-tiba semua sirna dalam sekejap mata kejutan di pagi haripun mulai datang.
KRININGGG...
Suara ponsel Senja berdering di pagi hari diapun meraih ponselnya melihat pesan yang dikirim oleh Wira.
" ****Waktu loe 15menit lagi gue tunggu jangan sampe telat"!
" Oke, gue berangkat sekarang****!"
Senjapun berangkat diantar oleh supirnya setelah semalaman dia mempersiapkan segala kebutuhannya yang wajib dia bawa.
Tidak berselang lama Senjapun sampai di sekolah semua anggota sudah berkumpul di depan bus yang akan mereka naiki Senjapun berlari dan menghampiri team regunya.
" Maaf kak saya nggak telat kan?"
" Hampir, tapi ya sudah kita harus segera berangkat! naik kamu," ucap Wira dingin
Senjapun menurut dan duduk di kursi belakang dengan Diva karena selain melakukan penjelajahan merekapun sekaligus hiking karena sekolah diliburkan untuk 2 hari setelah Pensi.
Tepatnya hari ini adalah hari kamis jadi 3 hari cukuplah untuk semua panitia beristirahat sebelum kembali bersekolah.
Senja yang merasa kurang enak badan seketika itu langsung merasa pusing dan mual.
" Pak..Pak bisa berhenti sebentar gak?"Ucap Senja pada sang kenek
" Oh bisa Neng! Pir..Pir berhenti dulu?" teriaknya kepada supir di depan
Senjapun langsung turun dari bus kemudian,
" Uwooo," Senja memuntahkan isi perutnya
Senjapun langsung lemas dan pucat dibuatnya. Diva yang kaget langsung ikut turun dan memijat tengkuk Senja.
" Kenapa ini?" Tanya Wira pada Diva
" Kayanya Senja mabuk perjalanan kak," sahut Diva
Sedari tadi memang Senja ingin muntah tapi dia tahan karena merasa tidak enak dengan yang lain, ketika Senja ingin naik lagi kedalam bus Wira memegang tangannya.
" Loe duduk bareng gue didepan"! Ucap Wira dingin
" Tapikan ka Vita?"
" Tenang aja biji karet dia urusan gue,"
Senja dan Wirapun masuk kembali kedalam bus menghampiri Vita yang sedang mendengarkan musik.
" Vita loe pindah gih kebelakang sama Diva, biar Senja disini dulu kasian lagi sakit"! jelas Wira
" Loh ko gitu sih wir nggak adil banget,"
" Udah jangan banyak tanya ayo pergi"!
Vitapun bangkit dari kursinya dengan perasaan kesal sambil membawa tasnya.
" Awas loe ya"! bisik Vita sambil menyenggol bahu senja
__ADS_1
Akhirnya Senja duduk bersebelahan dengan Wira perasaannya sekarang tidak karuan rasa kagum karena di bela dan di perhatikan tapi disisi lain dia sangat tidak suka dengan sikapnya yang selalu jahil.
" Kalau di pikir-pikir si bayi utan baik juga ya meskipun kadang-kadang suka nyebelin," (Batin Senja)
" Loe nggak apa-apa biji karet?"
" Hemm," ucap Senja singkat
" Nih pake minyak angin gue biar pusing loe ilang"!
" Makasih,"
Senjapun langsung mengambil minyak angin itu dan mengoleskannya pada dahi dan tengkuknya tidak lupa dia menghirupnya berulang-ulang.
Senja dan Wira kemudian saling terdiam kembali, Senja mengalihkan pandangannya melihat keindahan alam yang di suguhkan sepanjang jalan.
Tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi mendadak tidak stabil dan seketika berhenti di bahu jalan.
" Ada apa Pak?" Tanya wira
" Aduh Mas kayanya ban mobilnya bocor lagi"!
" Terus bagaimana sekarang pak?"
" Begini saja Bapak mengganti Ban yang bocornya dulu. Mas dan yang lain dimohon untuk menunggu sebentar"! tukas Pak supir
" Oh baiklah Pak, kira-kira berapa lama yah?" tanya Wira
" kira-kira antara 1-2 jam mas, syukur-syukur bisa cepet itupun kalau ada yang membantu"! jelas Pak Supir
" Iya Mas soalnya bocornya banyak,"
Wirapun berpikir sejenak dan memberitahukan situasi yang sebenarnya kepada yang lain, akhirnya semuanya turun dari bus untuk menunggu sekaligus beristirahat di warung-warung.
" Perasaan dari tadi berangkat banyak banget masalah deh, seolah-olah perjalanan ini gak boleh di terusin! ko gue jadi mikir yang aneh-aneh sih jadi gak tenang gini mudah-mudahan felling gue salah," Gumam Senja hawatir
" Ja loe kenapa ngomong sendiri?" tanya Diva
" Ah nggak bukan apa-apa gue lagi ngedumel aja Div,"
" Ohh.. Sebari nunggu mending kita makan bakso yuk tuh disana? biar pusing loe ilang juga"! tunjuk Diva kesebrang jalan
" Boleh yuk," Ajak Senja
Mereka berduapun pergi ke warung bakso sedangkan Wira membantu Pak supir dan Keneknya, Faiz dan Kevinpun turut membantu agar lebih cepat selesai.
Tidak lama Senja duduk di warung bakso diapun pamit dulu untuk ketoilet sebentar tapi setelah Senja keluar dari dalam toilet tiba-tiba Vita datang membawa sebotol air dan menyiram wajah Senja.
BYURR...
" Ishh.. Loe apa-apaan sih Vita?"
" Loe masih nanya masalah gue sama loe jelas-jelas loe udah rebut Wira dari gue?"
" Gue nggak ngerasa ngerebut Wira, kalau loe mau dapetin hatinya Wira caranya nggak gini bisa-bisa dia jadi ilfil sama loe," Gertak Senja
" Kurang ajar loe Senja berani sama Senior loe sendiri," Vita hendak menampar Senja
__ADS_1
" Senior yang gimana dulu! yang harus gue hormatin? Loe nggak termasuk kali kelakuan loe itu bar-bar," ucap senja tegas
" Arghhh dasarr Wanita gak tau diri loe,punya muka berapa loe gue nggak akan pernah tinggal diam loe inget !" Ucapnya marah
" Udah loe marahnya, gue gak denger dan gue juga gak peduli buang-buang tenaga aja," ucap senja mengejek
Senjapun pergi dari hadapan Vita dan memilih menghampiri Diva untuk memakan bakso yang sudah di pesannya tadi.
" Dia kira gue ini lemah apa? bisa dengan mudahnya ditindas, Senja di lawan nggak bakal menanglah," (batin senja)
Satu jam lebihpun telah berlalu akhirnya selesai juga Wira dan kawan-kawan membereskan peralatannya kembali dan melanjutkan perjalanan mereka ke Gunung Cakra Senjapun duduk kembali disisi Wira dan meliriknya sebentar.
" Sebenarnya loe ganteng banget Wir kalau lagi baik sama senyum loe itu mahal tapi sayang muka loe itu selalu asem kalau sama gue," (Batin Senja)
" Apa loe liat-liat naksir?" Ucap Wira dingin
Senja yang ketahuan mencuri pandang langsung menyembunyikan wajahnya yang memerah karena terkejut bercampur malu.
" Ih apaan sih loe ge'er mulu itu tuh di pipi loe ada bekas oli"! Ucap Senja cepat
" Udah deh gak usah bohong ama gue"! goda Wira
" Terserah loe aja bayi utan"!
Senjapun akhirnya diam tidak membalas omongan Wira lagi yang ujung-ujungnya dia juga yang akan kalah.
Wirapun hanya tertawa melihat Senja yang sudah seperti ikan buntal kalau sedang marah pipinya mengembang kemana-mana.
" Loe emang beda dari yang lain biji karet!" (Batin Wira tersenyum gemas)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak like,vote,rat and comennya di tunggu.
Jumpa di next eps..
Annyeong!!
사랑해요
__ADS_1