
" Makasih yah kalian semua udah mau repot-repot kesini buat jengukin gue sampai terharu nih"! Eja tersenyum bahagia
Merekapun ikut tersenyum dan saling berpelukan satu sama lain.
" Oh iya kalian pasti belum makan iya kan?"
" iya nih laper"! ucap mita tersenyum memegangi perutnya
" Yaudah turun yuk pasti Bi Inah udah masak banyak?"
" Hem ya udah boleh kalau di tawarin"! ucap Tia menyahut, Hana dan Apri hanya ikut saja
Merekapun turun dari kamar Senja yang ada di lantai dua mereka menikmati makanannya itu dengan lahap karena tadi mereka melewatkan makan siangnya di sekolah.
" Eh kayanya mau hujan nih?" ucap Hana
" Iya, gelap banget"! ucap Tia menimpali
" Yaudah kalau kalian mau pulang, lagian gue udah nggak papa ko, soal ponsel gue itu sebenernya rusak gue belum sempet beli"!
" Oh gitu, terus kalau kita mau telpon loe gimna kan mami Liana juga kaya nggak ada dirumah?" ucap apri
" Kan kalian bisa tlpon ke No.Rumah dulu, kalau mami emang dari kemarin udah berangkat lagi ke paris buat ngurus sesuatu katanya"! ujar senja lirih
" Duhh ma'afin gue yah, gue gak tau"! ucap apri merasa bersalah
" Udah tenang aja gue nggak papa ko, udah biasa lagi di tinggal-tinggal kaya gini! eja tersenyum kecut, Ya udah sana kalian pulang takut keburu ujan kayanya mau hujan gede nih"!
" Yaudah kita pulang yah, gue juga takut di cariin nyokap nih udah sore banget besok kita kesini lagi"! ujar Hana
" Iya, mungkin 2 hari lagi gue baru masuk sekolah masih lemes nih sakit-sakit badan gue?"
" Oke.. Loe hati-hati yahh, kita balik dulu"! ucap apri
Senja hanya membalas dengan anggukan diapun langsung mengantar sahabatnya itu keluar dan melihat sampai mobil mereka tidak terlihat lagi dari pandangan.
Senjapun masuk kedalam rumah sebenarnya Senja mempunyai seorang kakak laki-laki tapi dia sedang melakukan wajib militer, karena Senja masih memiliki darah keturunan orang korea dan kakaknya menetap disana dengan kakeknya.
__ADS_1
" Bi saya mau istirahat lagi kepala saya pusing banget!"
" Baik non, kalau ada yang mencari nona lagi bagaimana?"
" Langsung saja antar kekamarku"!
Lagi pula siapa yang mau mencariku kalau bukan para rempong itu yang membuat kepalaku pusing!( suara hati Senja )dia pun tersenyum.
" Iya non Bibi mengerti, mau Bibi bantu kekamar?"
" Ah tidak usah Bi aku bisa sendiri, Bibi pasti lelah istirahatlah Bi?"
" Tidak non, yasudah Bibi kembali ke belakang kalau begitu"!
Senja hanya mengangguk dan pergi kekamarnya lalu kembali berbaring dan menarik selimbutnya sampai leher dengan memeluk boneka panda kesayangannya.
Tidak lama setelah senja terlelap suara bell terdengar ditekan oleh seseorang dan Bi Ijahpun menghambur keluar membukakan pintu.
Ceklek...
terlihatlah pria yang sangat tampan dan gagah menggunakan jaket hitam dan pakaian yang santai dengan kaca mata yang bertengger di batang hidungnya.
" Saya..!" Belum selesai Wira menjawab, Bi Ijah sudah memotong ucapan Wira
" Ohh aden pasti temannya nona Senja yah silahkan masuk"! ucap Bi Ijah ramah
" Terimakasih Bi, Oh iya senjanya dimana?"
" Nona senja sedang istirahat katanya kepalanya pusing lagi, habisnya tadi sahabatnya non senja pada kesini dan biasa buat rame rumah tapi sekarang sudah pada pulang"! ujar bi ijah
" Oh begitu apa saya boleh menemui senja?"
" Boleh den tadi nona titip pesan kalau ada yang mencari disuruh langsung kekamarnya saja"!
" Oh baiklah bisa bibi antarkan saya?"
" Bisa den mari bibi antar"!
__ADS_1
Wira mengikuti langkah kaki Bi Ijah kekamar senja dan mereka telah sampai di depan kamar, Bi Ijah membukakan pintu dan terlihatlah senja yang sedang terlelap dengan nyamannya
" Silahkan den Bibi tinggal dulu, oh iya mau minum apa?"
" Terimakasih Bi, tapi saya tidak mau apa-apa"!
" Ya sudah kalu begitu Bibi permisi dulu?"
Bi Ijah pergi meninggalkan kamar senja dan kembali kebelakang Wirapun masuk ke kamar senja dan dilihatnya semua sudut dan deteil kamar itu, dengan balutan warna lavender yang indah dan sangat menyejukan mata membuat kamar itu terasa sangat nyaman.
" Sangat bagus rapih dan cantik"! gumam Wira
Wirapun duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu sambil melihat Senja yang terlelap.
Diluar sedang turun hujan yang lumayan cukup besar dengan kilat yang menyambar-nyambar Senjapun menggeliat dan menyipitkan matanya.
" Astaga apa aku bermimpi lagi bertemu dengan orang itu, kenapa dia ada dimana-mana"! ucap Senja yang belum menyadari bahwa itu sungguhan kalau Wira sedari tadi sedang memperhatikannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jumpa dinext eps jngan lupa tinggalkan jejak dan maafkan mimin jika masih banyak penulisan yang belum tepat ditunggu setiap koreksinya agar cerita ini tambah menarik.
Annyeong!!