
Akhirnya Wira memutuskan memapah Senja kedalam mobil dan melajukan mobilnya ke perumahan Elite yang ada di Jln.Ganyol no18.
Didalam mobil hanya keheningan yang menemani mereka berdua di sepanjang jalan tidak ada yang saling bicara diantara mereka.
Wira melirik Senja yang sedari tadi hanya tertawa sendiri dengan ponselnya, Wira menyunggingkan senyum di sudut bibirnya
" Dasar Biji karet!"
" Apa loe bilang barusan gue nggak denger"!
" Bukan apa-apa"! ujarnya dingin
Merekapun kembali tidak bicara, tidak lama Wira sudah berada tepat di depan rumah Senja, Senjapun langsung turun dari mobil.
"Makasih loe udah anterin gue"! ucap Senja dari balik kaca mobil
Wira hanya mengangkuk dan langsung pergi meninggalkan Senja yang masih berdiri disana, Senjapun masuk kedalam rumah dan maminya sudah menunggu dia di ruang keluarga Senja ingin menghindar tapi tiba-tiba.
S TO P...
Ada yang menghentikan langkahnya Senjapun berbalik dan melihat maminya sudah ada di belakangnya dan Senjapun langsung diserbu banyak pertanyaan
" Sayang kamu dari mana aja?" Mami telpon temen-temen kamu katanya kamu udah pulang, mami cemas sayang, dan itu kenapa tangan kamu, sama motor kamu dimana"! ucap Ibu Liana maminya Senja
" Ihh mami apaan sih, nanyanya banyak banget satu- satu dong mih, Eja pusing jawabnya inih"!
" Iya ma'af mamikan khawatir, udah sekarang jelasin apa yang tadi Mami tanya"!
" Hem gimana ya Mih panjang kalau harus di jelasin! Sebenernya tadi itu Eja nggak sengaja ketabrak mobil tapi nggak apa-apa ko beneran deh, kalau motor udah di bawa kebengkel sama yang nabrak"!
" Ya ampunn sayangg beneran kamu gak papa... Siapa yang udah berani nabrak anak Mami bilang cepet?" ucapnya cemas
" Gak usah Mih udah gak penting juga, lagian dia udah tanggungjawab ko. Nih buktinya"! Senja menunjukan tangannya yang sudah diperban.
" Yaudah kalau begitu sukur deh, yang penting kamu nggak apa-apa sayang, Besok jangan sekolah dulu pokonya nanti mami minta izin ke pihak sekolah "!
" Iya Mih! lagian senja juga agak cape minggu-minggu ini tuh banyak tugas jadi ya itung-itung istirahat dulu sebentar, oh iya Mih Senja kekamar dulu yah mau mandi gerah nih,"
Sebenarnya bukan alasan banyak tugas juga sih aku cape ke sekolah, asalkan Mami tau saja Senja malas kalau harus bertemu dengan Wira apalagi kalau para siswa-siswi menggosipkan Senja sama Wira nanti duh jangan sampe deh (suara hati Senja)
" Yaudah sana istirahat dan jangan lupa makan malam nanti"!
" Beres Ibu bos"! Senja menghormat sambil berjalan kekamarnya
__ADS_1
Liana adalah Mami yang sangat super cerewet kalau menyangkut anak semata wayangnya itu, diapun langsung menelpon pihak sekolah untuk meminta izin agar Senja 3 hari tidak masuk dulu, dan pihak sekolah mengiyakan berhubung Senja sedang sakit sekarang.
Senja yang merasa tubuhnya pegal-pegal langsung berendam dengan air hangat setelah agak lama dia menghentikan aktifitasnya itu, lalu memakai baju piyama kesukaannya dan turun kebawah untuk makan malam, Liana sudah nampak duduk menunggu Senja turun dari kamarnya.
" Ah sayang ayo kemari, duduk disini kita makan bersama"! Liana menepuk kursi disebelahnya dengan tersenyum
" Iya Mih"!Senjapun duduk di samping Maminya
" Oh iya kamu besok istirahat dirumah aja sayang, Mami udah minta izin ke pihak sekolah ko tadi"!
" iya Mih, makasih"! Senjapun tersenyum
Mereka makan dengan tenang sambil bercanda ala anak dan ibunya. Moment seperti ini yang selalu Senja rindukan karena Maminya jarang ada dirumah, Maminya selalu ikut ayah Senja bisnis baik dalam negri maupun luar negri dan baru seminggu ini Maminya ada dirumah setelah kepulangannya dari Paris.
" Mih. Papi ko gak ikut pulang kesini sih"!
" Papi masih banyak urusan sayang, oh iya Mami juga mau bilang lusa Mami pergi lagi, apa kamu mengijinkan?"
" Mami mau pergi lagi gituh?" tanya penuh selidik
Maminya tidak menjawab dan tersenyum sambil mengelus-ngelus rambut putri cantiknya itu.
" Ya sudah... Tidak apa-apa pergi saja, lagi pula aku sudah biasa di tinggal-tinggal sejak dulu"! ucap Senja ketus
" Hem baiklah aku menyerah Mih kalau sudah begini? Senja memeluk Liana dan tersenyum! jangan lama tapi ya Mih kalau bisa Papi juga harus pulang bersama Mami nanti"!
" Iya Mami janji"! Liana tersenyum sambil mengelus tangan putrinya itu
Setelah mereka puas mengobrol di ruang keluarga Senja pamit untuk kekamarnya karena matanya sudah tidak bisa dikondisikan, Senja dengan perlahan menaiki anak tangga karena kakinya masih sakit dan ngilu tidak lama Senja membuka knop pintunya.
CEKLEK...
Diapun berjalan dan membaringkan tubuhnya di atas kasur dengan cepat Senjapun sudah terlelap dengan mimpinya.
Keesokan harinya disekolah sang lima sekawan sudah berkumpul seperti biasa di depan parkiran tapi tidak ada yang tau Senja kemana apalagi ponselnya pun tidak bisa di hubungi.
" Pri loe tau si kucay kemana"! tanya Tia
" Nggak, gue juga dari kemarin telponin dia nggak nyambung-nyambung mulu"! ucap Apri
Mery yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka langsung terdiam, dia pun mengeluarkan ponselnya. "kak Eja? kenapa tidak datang kesekolah. ini aku mery!"
Dua jam kemudian."kenapa belum ada jawaban dari kak Eja yah?" Hemm.. Sepertinya aku harus menengok keadaannya. Aku takut dia kenapa-napa"!
__ADS_1
Di dalam Kelas. Wira sangtlah gelisah , dia tidak bisa duduk dengan tenang. Wira bolak balik melirik jendela ketika keempat sahabat Senja lewat.
" Sudah 2 hari. Ternyata dia tidak datang? Apa lukanya parah? Aku sangat Merasa bersalah terhadapnya," Batin Wira cemas
Tiba saatnya pulang sekolah, Mery yang tau Rumah Senja langsung meluncurkan mobil yang Supirnya kendarai untuk menuju ke perumahan Elite kediaman Senja tinggal.
Tidak lama." Tok.. tok..tok..!" Suara orang mengetuk pintu.
Pintupun terbuka dengan lebarnya." Iya? Mau cari siapa?"
" Saya Mery teman dari kak Eja. Apa betul ini rumahnya?"
" Iya betul Non. Silahkan masuk"! jawab Bibi ramah
" Nona Mery silahkan duduk dulu. Bibi buatkan minuman dulu?"
" Ah tidak usah Bi. Saya tidak akan lama ko, kak Eja nya dimana yah?"
" Non Eja ada dikamarnya. Mari ikut bibi!"
Merypun mengikuti Bi Ijah untuk ke kamar Senja tidak lama mereka sampai dan Merypun langsung menghambur memeluk Eja yang sedang bersandar di atas kasurnya.
Senjapun kaget dibuatnya,"Mery. Kenapa kamu ada disini? dan bagaimana kamu tahu alamat rumahku?"
"Maaf ka. Aku tau alamat rumah ini dari Biodata kakak," Ucap Mery menangis. Apa kakak tidak apa-apa? Aku lihat sepintas kemarin kakak kecelakaan. Tapi ketika aku ingin berhenti aku jadi tidak yakin.?
" Sudah jangan menangis lagi. Kakak tidak apa-apa"! Balas Senja dengan tersenyum.
Sekian lama mereka berbincang dan Merypun memutuskan untuk pamit pulang.
Di tempat lain para sahabat Senja masih menduga-duga. Kenapa Senja tidak masuk sekolah.
Mita dan Hana hanya menyimak saja karena mereka juga sama tidak bisa menghubungi Senja dari kemarin. Mitapun yang kelewat geser otoknya langsung menyahut.
....
B E R S A M B U N G!!
tinggalkan jejak anda disini terimakasih telah berkunjung
Jumpa di next eps..
Annyeong!!
__ADS_1