Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara

Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara
Perkenalan


__ADS_3

Hidup adalah sebuah pilihan dimana kita harus berjuang lebih keras agar tak tertinggal. Namaku Mely Yanti anak pertama dari keluarga yang sederhana.


Aku memiliki dua orang adik yang begitu aku sayangi.


Saat ini aku bekerja sebagai seorang guru di sekolah dasar negeri.


September 2020


Setelah kepergian dia laki-laki yang bersamaku selama dua tahun. Aku mulai kembali menata hatiku, dimana aku harus bangkit dari keterpurukan. Saat ini banyak sekali aplikasi sosial media yang berhubungan dengan jodoh.


Awalnya aku tak mengerti cara menggunakan aplikasi yang sudah tiga hari ini aku pakai. Setelah satu minggu menggunakan aplikasi, munculah beberapa orang yang menyapa dengan kata hai, boleh kenalan, halo, assalamualaikum, apa kabar, salam kenal yaaa.


Seperti itulah dunia tidak nyata, ha ha ha dunia dimana aku bertemu dengannya laki-laki yang aku cintai saat ini. Aku saat itu memiliki luka dimana setiap luka harus diobati.


Saat ini aku sudah mulai mengerti cara menggunakan aplikasi ini, aku mulai merespon orang yang menyapaku.


Karakter mereka berbeda-beda ada yang menyapa sopan, ada yang kurang baik, ada yang terlalu fulgar, ada yang to the poin bahkan ada yang hanya sekedar menyapa.

__ADS_1


Namanya juga dunia bayangan beda dengan dunia asli yaaa pasti seperti itu akunya saja yang terlalu menganggap bahwa semua dunia sama saja kecuali akhirat.


Sudah sepuluh hari aku menggunakan aplikasi ini, aku mulai merasa menikmati menggunakan aplikasi ini menjadikan mereka yang menyapaku sebagai obat dari lukaku.


Ada salah satu chat yang meminta nomer WhatsApp, aku waktu itu berpikir tak ada salahnya aku memberikan nomerku toh aku saat ini sedang sendiri, yaa jadi kuberikan saja nomerku.


Tak lama kemudian munculah notifikasi WhatsApp, disitu tertulis "Hai, ini nomerku yang tadi minta diaplikasi" kemudian aku merespon yaa, aku save.


dia langsung merespon dan bertanya sedang apa?


sudah hampir 30 menit baru ku respon chat darinya "sedang mengoreksi tugas anak-anak" sampai akhirnya tak ada respon lagi, entah dia sibuk atau tidak ingin mengganggu waktuku.


Waktu terus berlalu sampai tiba saatnya untuk ke sekolah, meskipun siswa dan siswi tidak ke sekolah semua guru tetap datang ke sekolah setiap harinya.


seperti biasa aku selalu datang belakangan dari guru-guru yang lain karena sebelum berangkat aku harus mengerjakan tugas harian ku yaitu mengepel rumah.


Di sekolah semua guru sibuk dengan leptop dan buku-buku pelajaran yang saat ini akan memberikan materi daring. Begitu pun aku, yang sedang menyiapkan materi untuk hari ini.

__ADS_1


Setelah memberikan materi, ada yang asik mengobrol, ada yang asik menikmati sarapan, ada yang masih sibuk dengan leptop sendiri entah sedang mempersiapkan materi selanjutnya atau menonton drakor ha ha ha dan aku mulai membuka ponselku.


Ada sebuah notifikasi, " Hai, sedang apa"


tak pikir panjang aku langsung membalas "baru selesai ngasih tugas".


dia pun membalas lagi "sudah sarapan?".


sejenak aku berkata dalam hati, hey aku bukan anak kecil yaa jelas pasti sudah makanlah. Setelah memaki dalam hati aku membalas "ya, sudah".


Aku sendiri memaki dalam hati tapi tetap membalas, ha ha ha dasar aku ini.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2