
Frans sampai di rumah dan bertemu dengan kedua orang tua Mely. Papah Yuli dan mamah Mae menyambut Frans dengan senyum.
Frans mengucapkan salam dan memperkenalkan diri kepada papah dan mamah. Mely hanya memandang Frans pada saat itu.
Dia melihat bahwa Frans laki-laki yang mudah bergaul meskipun baru pertama kali bertemu tapi mereka seperti sudah saling mengenal sejak lama.
Papah dan mamah meninggalkan mereka berdua.
Mely yang merasa seperti sudah mengenal Frans dia langsung bertanya. Abang tadi lewat mana?
Tadi abang lewat Jalan Otto Iskandar dek. Ucap Frans
Oh lewat situ, tapi tadi abang ga nyasar kn? soalnya kn jalan menuju rumah adek sedikit sulit, maklum tinggal di pelosok. ucap Mely sambil tertawa
Ga lah dek. Mana ada nyasar, kamu lihat sendiri sekarang abang sampai rumah. Frans tersenyum sambil mencubit pipi Mely yang terlihat menggemaskan.
Mereka berdua asik mengobrol menceritakan masa lalu masing-masing.
Ternyata mereka memiliki kisah cinta yang sama, pernah dikecewakan oleh orang yang mereka cintai. Suara azan ashar pun berkumandang.
" Abang mau sholat ashar dek, boleh abang pinjam sarung dan kamarmu." Frans berkata kepada Mely sambil tersenyum
__ADS_1
" Ya boleh lah bang, sebentar aku siapkan dulu." Mely langsung pergi ke kamar.
Mely melihat dibalik pintu kamar dan memandang ke arah dimana Frans sedang sholat.
Dia merasa sedang bermimpi melihat ada seseorang yang sedang sholat di kamarnya dan terbenam dalam pikirannya.
Baru kali ini ada seseorang yang baru aku kenal, tapi aku merasa bahwa dia bukan orang asing bagiku. Aku merasa nyaman dengan dia. Mely berkata dalam hati
Tak lama Frans sudah selesai sholat dan melihat Mely sedang memandang dia sejak lama.
" Kenapa dek, dari tadi kamu liatin abang sholat? " Frans yang berkata seperti itu membuat Mely tersadar dalam lamunannya.
" Sudah katakan saja bahwa kamu dari tadi melihat abang kn? " Senyum tipis tapi sedikit menggoda Mely.
" Apa sih bang, ngarang aja tadi tuh adek hanya melihat apa arah sholat abang sudah benar." Mely yang langsung pergi karna malu dan langsung duduk di sofa di ikuti oleh Frans.
" Dek, nyari makan yuk." ajak Frans
" Oh iya, abang pasti laper yaa. Abang mau makan apa? Nasi atau mau makan yang lain? "
" Mie ayam enak kayanya dek " ucap Frans
__ADS_1
" Ayo, adek tau tempat makan mie ayam yang enak di sini " ajak Mely yang pada saat itu bersemangat
Setelah mereka meminta izin kepada papah dan mamah untuk makan diluar. Akhirnya mereka berangkat menggunakan motor.
Di perjalanan mereka bercerita banyak hal. Sampai tak terasa sudah sampai ditempat mie ayam.
Mereka memesan dua porsi mie ayam. Sambil menunggu mie ayam matang Frans bertanya kepada Mely.
"Dek, kalo suatu hari nanti kita jodoh apa kamu mau tinggal di kampung abang? "
Seketika Mely terdiam dan berkata dalam hati. Pertanyaan apa ini? apa saat ini dia sedang mengajak aku untuk serius? padahal kan kita baru saja kenal.
" Ya bang, adek mau " meskipun dalam hati Mely masih ragu apa yang dia ucapkan.
" Tetap jadi teman abang ya dek." Frans tersenyum manis kepada Mely dan mengusap kepala Mely dengan lembut.
.
.
.
__ADS_1