
Frans masuk ke dalam barak, dia mendengar ponselnya berbunyi dan langsung berlari.
Nama cintaku tertulis jelas di ponsel miliknya, dia tersenyum dan langsung mengangkat panggilan tersebut.
" Assalamualaikum dek"
"Walaikumsalam, abaang lama sekali, habis dari mana? dari tadi aku telpon tidak diangkat, aku takut abang kenapa-kenapa?" ucap Mely dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangisnya
Frans tersenyum melihat kepanikan pada wanita yang dia rindukan.
"Abang baru pulang rapat dek, matamu kenapa dek ko berair? kamu habis nangis?" ucap Frans
Mely pun tak bisa menahan bendungan dimatanya akhirnya dia menangis & mengeluarkan semua unek-unek yang dia rasakan.
"Abang jahat, kenapa ga pernah hubungi aku kenapa bang? abang sengaja mengabaikan aku? udah bosen sama aku? satu bulan bang aku mengharapkan kamu menghubungiku lebih dulu tapi apa yang ada aku telpon saja lama sekali ngangkatnya." Mely berkata dengan nada kesal
Sedangkan Frans hanya diam saja mendengar semua perkataan dari kekasihnya, karena memang dia merasa salah.
"Kenapa abang diam saja? benar abang sudah bosan denganku?" ucap Mely dengan mata melotot
"Bukan gitu dek, dengarkan abang dulu. Sebelumnya abang minta maaf karena sudah menyakitimu, membuatmu menunggu. Abang tidak bermaksud seperti itu dek." ucap Frans
"Trus maksud abang apa mengabaikan ku?"
__ADS_1
Frans diam, dia merasa bingung karena satu sisi dia menginginkan hubungan ini kejenjang yang lebih serius namun satu sisi dia baru mendapatkan tugas dari atasannya untuk menyelamatkan para sandera.
"Abaaaang" ucap Mely yang membangunkan lamunan Frans
"Dek, abang bingung harus mulai dari mana. Untuk saat ini kamu cukup percaya padaku bahwa semua akan baik-baik saja dan percayalah pada saat waktunya tiba abang akan ceritakan semuanya" ucap Frans
"Ga mau! sekarang cerita atau aku merajuk nih" ucap Mely
"Adek sayang, abang akan ceritakan semuanya saat ini kamu cukup percaya sama abang yaa" Frans berkata meyakinkan kekasihnya
"Kenapa ga sekarang aja sih! sekarang atau nanti kan sama saja bang" ucap Mely
"Nanti saja, sabar sedikit yaa sayang" ucap Frans
"Baiklah aku akan menunggu, tapi abang harus janji akan ceritakan semuanya." Mely berkata sambil memperlihatkan jari kelingkingnya
"Abang sudah makan?" ucap Mely
"Alhamdulillah Abang sudah makan, kalo kesayangan abang sudah makan kah?" Frans berkata sambil melepaskan sepatunya dan merebahkan tubuhnya di kasur
"Sudah dong, abang tidak lihat pipiku makin mengembang" ucap Mely
"Ha ha ha emang dasarnya udah mengembang kaya bapau" ucap Frans sambil menggoda Mely
__ADS_1
"Enak aja kaya bapau, emang pipiku kue apa" ucap Mely sedikit kesal
"Gitu aja masa marah, iya iya maaf, kamu tetep cantik ko sayang. Mau kamu gendut bahkan pipimu lebih mengembang dari bapau abang tetap sayang" ucap Frans
"Sayang sih sayang tapi ga usah bawa-bawa bapau juga kali bang" ucap Mely
Frans hanya tersenyum, dia terus memandang wajah kekasihnya tanpa berkata.
Mely merasa canggung dan dia berkata "Abang kenapa? jangan liatin aku terus nanti ga bisa tidur baru tau rasa"
"Kamu ada-ada saja. Oh iya dek, besok abang ada kegiatan dan kemungkinan sangat sibuk, kamu jangan menunggu kabar dari abang ya. Kamu jaga diri baik-baik, sholat dan makan jangan telat" ucap Frans
"Memang abang besok mau kemana? Apa akan pergi ke mall?"
Frans hanya menganggukkan kepalanya.
Mall yang Mely maksud adalah kegiatan Frans di luar batalyon.
.
.
.
__ADS_1
***
Terima kasih yang sudah memberikan like🙏🏻