
Pagi ini kondisi Frans sudah membaik, mengambil ponselnya dan mencari nama kekasihnya tanpa ragu ia melakukan panggilan video.
"Halo, assalamualaikum bang" ucap wanita cantik itu dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Walaikumsalam, apa kabar dek? ko matanya keluar air" ucap Frans yang menggoda kekasihnya itu
"Eh engga ko bang, tadi ada yang masuk ke mata adek" ucap Mely yang mengelak
"Alah adek ga usah bohong, Abang tau ko. Maafkan Abang yang baru mengabari mu dek"
"Ga usah takut, Abang di sini baik-baik saja. Kamu cukup do'akan saja agar Abang selalu sehat dan cepat pulang" ucap Frans
"Iya bang, pulang kapan? Adek rindu kali sama Abang" tak terasa air mata Mely terjatuh
"Sabar ya sayang, bila waktunya tiba kita akan bersama. Tunggu Abang yaa dek, mau kan tunggu Abang?"
__ADS_1
"Iya Adek akan tunggu Abang, tapi jangan terlalu lama karena Ibu sudah mulai bertanya untuk masalah hubungan kita"
"Iya iya Abang tau, secepatnya Abang selesaikan tugas ini dan Abang akan segera ke rumah dengan keluarga Abang"
Mely langsung melihat jam yang ada di tangan kanannya ternyata sudah menunjukan pukul 8, iya segera mengakhiri panggilan video dengan kekasihnya dan pamit untuk berangkat ke sekolah.
Di perbatasan, selesai melakukan panggilan video Frans segera siap-siap untuk berjaga. Dia sudah menggenakan seragam lengkapnya dan akan segera berangkat namun iya masih memikirkan perkataan dari kekasihnya tentang keseriusan dirinya terhadap hubungan ini. Ya hubungan Frans dengan Mely yang masih belum jelas karena Frans masih bertugas di perbatasan.
Frans begitu menyayangi kekasihnya dan berniat untuk melamarnya selesai bertugas di perbatasan, namun saat ini dia sedang bingung karena satu sisi dia sedang menjalankan tanggung jawabnya terhadap negara dan satu sisi Ibu dari kekasihnya sudah mulai bertanya akan keseriusan dia. Ya meskipun bertanya lewat anaknya.
"Kenapa muka lu, masih pagi udah kusut begitu. Ada masalah? sini cerita sama gue" ucap Arya yang kepo karena melihat raut wajah Frans seperti baju lecek belum di setrika.
"Eh engga ko Ar, yuk berangkat udah telat nih" ucap Frans mengalihkan pembicaraan. kemudian Frans berkata dalam hati belum saatnya gue cerita Ar, mungkin lain kali.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam Frans sudah sampai dan langsung berjaga di pos perbatasan menggantikan senior dan teman-temannya
__ADS_1
Selama berjaga Frans lebih banyak diam dan melamun. Ya apalagi kalau bukan melamun tentang hubungan dia dengan Mely
"Hey lu kenapa sih dari tadi diam aja dan gue perhatiin lu ngelamun terus. Ada masalah keluarga? lu kalo ada masalah cerita sama gue jangan di pendem nanti tiba-tiba sakit terus mati gue juga yang repot" celetuk Arya karena melihat temannya dari tadi diam saja
"Haha kurang ajar lu, nanti kalo gue mati beneran ntar gue jadi hantu trus gentayangan baru nyaho lu" balas Frans sambil tertawa
"Lagian lu dari tadi gue perhatiin diam terus, kalo ada masalah tuh cerita kita kan sodara" ucap Arya
"Gue bingung harus mulai dari mana buat cerita. Intinya sekarang gue lagi pilu" Frans berkata sambil mengambil kopinya lalu berjalan keluar untuk mencari udara segar
.
.
.
__ADS_1