
Setelah menerima telpon yang tidak jelas, Mely melanjutkan aktivitasnya seperti biasa.
Hari ini dia akan melakukan home visit ya kunjungan ke rumah anak-anak untuk memeriksa tugas.
Agar tidak cape dan tidak ribet, Mely membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok.
Dia memeriksa tugas anak-anak dari kelompok satu sampai kelompok tiga di tempat yang berbeda secara bergantian.
Sejujurnya Mely marasa takut bila pembelajaran terus-terusan seperti ini. Mengapa dia takut, karena dia merasa nanti imbasnya kepada anak sekolah. Apalagi jika pembelajaran secara daring terus menerus dilakukan bisa-bisa anak yang tadinya sudah bisa jadi tidak bisa. Akhirnya Mely memutuskan untuk melakukan home visit satu minggu tiga kali.
Di perjalanan pulang seusai home visit, dia mendengar suara helikopter. Dia berhenti sejenak dan melihat ke sumber suara.
Deg tiba-tiba dia teringat Frans & tak terasa air matanya jatuh.
"Apa abang baik-baik saja disana? apa ibu pertiwi sedang tidak baik-baik saja? aku rindu bang, hiks hiks hiks." Mely berkata sendiri sambil menangis
Setelah puas menangis dia baru sadar bahwa dia sedang di pinggir jalan. Ada tukang cincau yang bertanya karena melihatnya menangis di pinggir jalan.
"Neng kenapa nangis, motornya mogok?" ucap tukang cincau
Mendengar ucapan tersebut Mely mengusap air matanya.
"Eh engga apa-apa mang" ucap Mely sambil tersenyum
"Benar tidak apa-apa?" tanyanya lagi
__ADS_1
"Iya mang benar, saya tidak apa-apa. Saya duluan mang" balas Mely dan langsung menyalakan motornya untuk melanjutkan perjalanannya
Mamang cincau pun sama melanjutkan jualannya.
"Benar-benar memalukan, bisa-bisanya gue nangis di pinggir jalan. Gara-gara tuh helikopter gue jadi malu kan, ah dasar bodoh aku ini yah" umpat Mely pada diri sendiri
"Untung jalanan sepi dan cuma mamang cincau yang lihat, tapi tetap saja malu" imbuhnya lagi
Sepanjang jalan Mely terus mengumpat dirinya sendiri. Dia tidak langsung pulang ke rumah melainkan pulang lagi ke sekolah.
"Assalamualaikum" ucap Mely yang telah sampai di sekolah dan langsung salim ke semua guru yang ada di ruangan
"Walaikumsalam, cie yang habis keliling bawa apa tuh?" ucap Bu Kemala senior Mely semasa SMA yang sekarang jadi rekan kerjanya
"Mau ya, laper nih" ucap Bu Kemala langsung membuka kantong plastik yang di bawa Mely
"Iya Ibu, sok aja di makan" balas Mely
"Bu Mel, aku mau ya" ucap Bu Zahra
"Aku juga mau yaa" ucap Bu Handayani
"Neng Ibu mau ya" ucap Bu Syarifah
"Iya makan aja Ibu Bapak" balas Mely
__ADS_1
"Gaes, hari ini kita mau makan dimana?" Ucap Pak Prastio menanyakan kepada semua orang yang ada di ruangan
Pak Prastio adalah orang yang paling lama mengajar di sekolah ini, dia sudah seperti orang tua kita semua dan dia juga sudah seperti kepala untuk kita kalo bahasa gaulnya mah ketua gengs.
"Beli baso aja yuk, udah lama ga makan baso nih" Ucap Bu Handayani
"Minumnya boba yaa, kalo ga yang berasa gitu" celetuk Bu Kemala
"Lu onam mainnya rasa mulu" balas Pak Prastio
Semua orang tertawa. Sementara Mely masih duduk sambil memainkan ponselnya dan membuka album foto lalu melihat foto Frans
"Apa sebegitu rindukah diriku? sampai-sampai harus seperti tadi, sungguh malu rasanya. Semoga abang baik-baik saja disana" ucap Mely dalam hati
.
.
.
***
Maaf baru update lagi, karena minggu-minggu ini lagi sibuk ngoreksi dan lagi sibuk ngisi rapor juga ππ»ππ»ππ»
Jangan lupa like, vote dan komen yaa. Terima kasih yang masih setia menunggu ceritakuπ
__ADS_1