
Frans sudah satu bulan berada di perbatasan, dia hanya beberapa kali mengabari Mely.
Mely selalu berpikir positif terhadap kekasinya, dia sangat menghormati dan percaya bahwa kekasihnya tidak akan menghiyanati dia.
Karena di sana terlalu sibuk dengan tugasnya menjaga perdamaian di perbatasan sehingga dia tidak ada waktu untuk berkomunikasi dengan kekasihnya.
Waktu terus berlalu, seperti biasa Mely sibuk dengan pekerjaannya di sekolah. Saat ini dia merasa ada yang berubah. Biasanya Frans dalam satu hari akan menyempatkan waktu untuk menelpon atau hanya sekedar mengirimkan pesan, namun beberapa hari ini dia tidak memberikan kabar.
Akhirnya Mely memberanikan diri untuk menghubungi lebih dulu.
"Assalamualaikum, Abang apa kabar?" isi pesan yang Mely kirim
Satu menit, dua menit, tiga menit sampai tiga puluh menit Mely menunggu balasan dari Frans namun pesan yang Mely kirim tidak ada balasan.
Mely mengirimkan pesan kembali kepada kekasihnya itu.
"Apa Abang baik-baik saja? kenapa Abang tidak memberikan kabar? apa di sana terjadi sesuatu bang? tolong jawab bang. Isi pesan Mely seperti sedang mengintrogasi penjahat
Abang cepat balas! kalo tidak aku akan merajuk, aku akan jalan nih sama teman laki-lakiku. Mulut Mely terus nyerocos seolah sedang berbicara dengan Frans
__ADS_1
Karena kesal pesannya tidak di balas akhirnya Mely melakukan panggilan telepon, namun telponnya tidak juga di angkat.
Sialan nih orang gue kirim pesan kaga di balas sekarang gue telpon kaga di angkat, maunya apa sih. Kemarin janjinya iya akan selalu ngabarin tapi apa sekarang udah beberapa hari ga ada kabar. Mulut Mely yang terus mengumpat pacarnya itu
Sedangkan di perbatasan Frans sedang terbaring sakit karena ketika sedang patroli dia mengalami kecalakan, untung saja lukanya tidak parah.
"Izin bang, boleh saya beristirahat di barak saja" ucap Frans kepada Rizki selaku seniornya
"Memang kau sudah lebih baik?" ucap Rizki
"Siap sudah lebih baik bang" ucap Frans dengan tegas meyakinkan seniornya
Frans kembali ke barak di bantu oleh temannya yang bernama Arya. Meskipun luka yang Frans dapatkan tidak parah namun karena kakinya yang terluka sehingga Arya tidak tega jika Frans harus berjalan sendiri.
"Terimakasih sudah membantuku" ucap Frans pada Arya
"Tidak usah seperti itu, kita itu sodara jadi harus saling tolong menolong. Baiklah aku akan kembali ke pos jaga, kau istirahat saja di sini" Arya berkata seperti itu sambil berjalan keluar
"Arya sebentar, aku boleh minta tolong ambilkan ponselku di lemari" ucap Frans kepada temannya
__ADS_1
"Baiklah, kau simpan di mana ponselmu itu" Arya menghentikan langkahnya ketika mendengar temannya minta tolong
"Itu di dalam laci, ada tidak" ucap Frans
"Iya sebentar aku lihat dulu" Arya yang sudah mendapatkan ponsel Frans langsung memberikannya
"Terimakasih, kau memang sodaraku" Frans berkata sambil tertawa bahagia
Arya meninggalkan Frans untuk beristirahat. Di dalam barak Frans langsung melihat ponselnya dan dia terkejut melihat beberapa panggilan dan pesan yang dia terima dari kekasihnya itu.
Dia membaca pesan dari Mely sambil tertawa karena pacarnya mengirimkan pesan seperti seorang yang sedang menginterogasi penjahat.
Frans sadar bahwa dia beberapa hari ini tidak mengabari kekasihnya dan membuat Mely hawatir.
.
.
.
__ADS_1