Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara

Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara
Keberangkatan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sholat subuh, Frans merapihkan barang-barang yang harus dibawa. Dia dengan yang lainnya langsung berkumpul di lapangan batalyon.


Sebelum berangkat menjalankan misi, Danyon Eko Prakoso selaku komandan disana memerintahkan kepada setiap anggota yang sudah berkeluarga untuk berpamitan terlebih dahulu.


Selesai berpamitan, semuanya mendapatkan pengarahan dan berdo'a bersama menurut kepercayaan masing-masing.


Semua anggota berangkat menggunakan Mobil yang sudah disiapkan. Misi kali ini di pimpin oleh kapten Pandi.


Setelah sampai di tempat tujuan kapten Pandi langsung membagi anggota sesuai dengan strategi yang sudah dia susun.


Team Alpha terdiri atas kapten Pandi, Rizki, Frans dan Arya. Bravo terdiri Fadlan, Juang dan Anas. Sementara team Charlie Ahmad, Bagus dan Rio.


Semua berkumpul dengan teamnya masing-masing. Alpha bergerak dari arah utara, bravo dari arah barat dan charlie dari arah timur.


Mereka bergerak menuju arah selatan untuk menyelamatkan para sandera.


Sementara di sebrang sana Mely yang hanya mampu melepas kepergian lewat virtual dan saat ini dia sedang menatap foto sang kekasih.


"Abang hati-hati ya di sana, semoga selalu dalam lindungan Allah serta selalu diberikan kemudahan, amiiiin ya Allah" Mely berkata dalam hati


"Teh, teteh" ucap Mamanya yang saat itu membangunkan lamunan Mely


"Eh iya Mah, kenapa?" jawab Mely

__ADS_1


"Ko belum rapih? apa hari ini tidak ke sekolah?" kata Mama yang melihat anaknya belum rapih


"Ke sekolah Mah, ini teteh mau siap-siap" ucap Mely sambil mengambil pakaian kerjanya


"Ya sudah, cepat siap-siap kita sarapan bersama" ucap Mama sambil meninggalkan kamar Mely


"Iya Mamaku sayang" jawab Mely


Sementara di meja makan adik yang paling kecil sudah tidak sabar untuk makan, dia terus mengomel kepada Mama karena sarapan belum juga mulai.


Setelah 15 menit, Mely keluar kamar dan langsung menuju meja makan.


"Ini dia tuan putri sudah keluar" ucap adik bungsunya


"Sudah Ma, teteh yang salah ko. Maaf teteh terlambat" jawab Mely kepada semua orang yang ada di meja makan


"Ya sayang tidak apa-apa. Ayo sekarang kita sarapan, sekarang tugas siapa yang membaca do'a" ucap sang Papa


"Teteh Pa" ucap kedua adiknya


Selama sarapan berlangsung Mely hanya diam saja, dia tidak berselera makan. Entah mengapa perasaan dia tidak enak. Makanan yang dia ambil hanya dimakan sedikit.


Semua anggota keluarga telah selesai sarapan.

__ADS_1


Papa berangkat bekerja agak siang. Sementara Mely hari ini lebih memilih berangkat bekerja bersama dengan adik pertamanya. Setelah berpamitan kepada Papa dan Mama, mereka berdua meninggalkan rumah dan tak lupa mengucapkan salam. Sedangkan si bungsu tetap di rumah, ya karena sekolah masih daring jadi dia di rumah menemani Mama sambil menunggu tugas onlinenya.


Mely sampai sekolah lebih awal, ya di sekolah hanya baru ada penjaga sekolah yaitu om Aris.


Seperti biasa dia mengucapkan salam dan menyapa om Aris. Meskipun om Aris penjaga sekolah tetap saja Mely harus menghormati orang yang lebih tua.


Tidak lama ponsel Mely berbunyi. Ada panggilan masuk namun nomernya baru. Mely berpikir positif, mungkin orang tua siswa dan dia langsung menerima telpon tersebut.


"Halo, Assalamualaikum" ucap Mely


Tidak ada jawaban, baru 3 detik panggilan itu masuk dan langsung berakhir.


Mely merasa bingung, dia masih berpikir mungkin salah sambung.


.


.


.


***


Maafkan author yang tidak menepati janji, rencana awal mau update seminggu dua kali ternyata kemarin drop karena kecapean, jadi baru sempat update deh๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


Alhamdulillah banyak yang mulai suka cerita akuโ˜บ๏ธ terima kasih yg sudah memberikan komen, like & vote๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2