
Setelah Mely bangun dari tidurnya, dia langsung mengabari Frans bahwa dia ketiduran.
Tidak ada balasan dari Frans dia kembali tidur setelah makan malam.
Ke esokan harinya Mely ingat bahwa hari ini adalah hari bersejarah untuk Frans. Dimana dia naik pangkat ke tingkat lebih tinggi dari prada menjadi pratu. Namun dia tidak mengucapkan apapun kepada Frans malah bersikap biasa- biasa saja.
Bukan Mely tak tau hal itu, dia memilih untuk mengucapkan rasa syukurnya dengan mendo'akannya.
Frans berharap kekasihnya mengucapkan selamat atas kenaikan pangkatnya, namun harapan itu sirnah karena Mely sama sekali tidak memberikan kabar dan membuat dia kesal.
"Sial, dia tidak tau apa kalau hari ini aku naik pangkat" ucap Frans kesal dan langsung membuat panggilan video
Mendengar ponselnya berbunyi Mely langsung mengangkat panggilan video tersebut.
"Halo, assalamualaikum bang"
"Walaikumsalam, sedang apa dek?"
"Baru pulang ngasih tugas sama anak-anak" sambil memberikan senyum kepada Frans
Awalnya Mely tidak akan mengatakan apapun kepada Frans, tapi dia merasa tidak enak.
__ADS_1
"Ehem, cie abang baloknya nambah satu nih. Gajinya nambah dong" Mely yang sedang menggoda Frans
"Hahaha, apa sih dek" muka Frans yang sedikit memerah
"Iya, abang hari ini naik pangkat kan? selamat yaaa abang sayang. Semoga dengan naik pangkat satu tingkat lebih tinggi abang lebih baik lagi dalam menjalankan tugas, lebih amanah dan yang pasti bisa segera ngumpulin uang buat lamar aku deh" ucap Mely
"Amin ya Allah, terimakasih dek" ucap Frans
"Oia tadi adek bilang apa buat lamar? memang adek siap untuk jadi istri abang" tanya Frans
"Siap bang" tanpa ragu Mely mengucapkannya
"Insyaallah siap, kemana pun abang pergi untuk bertugas adek akan selalu mendampingi dan akan selalu ada untuk mendukung abang" ucap Mely dengan yakin
"Baiklah, tapi nikah kan ga gampang dan nanti maharnya jangan minta besar-besar ya" ucap Frans
"Nikah kan gampang bang, kita ke KUA saja cukup bawa uang lima ratus ribu ko" Mely yang sedikit menggoda
"Mana ada dek nikah lima ratus ribu? lagian aku saat ini belum siap" ucap Frans dengan nada sedih
"Memang rencana abang harus ada uang berapa?" Mely yang penasaran
__ADS_1
"Ya minimal tujuh puluh juta dek" ucap Frans
Apa tujuh puluh juta, harus nunggu berapa lama sampai uang terkumpul segitu, ucap Mely dalam hati
"Kenapa dek, ko diam?" Frans melihat Mely yang diam tak membalas perkataannya
"Eh iya maaf, memang harus sebesar itu ya bang?" Mely bertanya lagi karena dia merasa belum puasa dengan jawaban Frans
"Iya dek, minimal segitu uang yang harus abang pegang" balasan Frans
"Abang sebelumnya adek minta maaf, memang pernikahan itu satu kali seumur hidup tapi menurut adek pernikahan itu tidak harus mewah yang penting SAH. Lagian menikah itu bukan cuma satu hari saja dari pada uangnya dipakai untuk sesuatu yang menurutku tidak terlalu penting mending uangnya dipakai untuk kehidupan setelah menikah" ucap Mely yang seperti orang bijak
"Hahaha, iya juga ya dek. Ternyata kamu pintar juga ya kalo menyangkut uang" ucap Frans sambil tertawa
Tidak terasa ternyata mereka melakukan panggilan video sampai dua jam dan Mely merasa tidak enak dengan penjaga sekolah yang menunggunya karena sedari tadi dia asik mengobrol padahal guru-guru yang lain sudah pulang. Mely mengakhiri panggilan video dan segera merapikan mejanya kemudian pulang.
.
.
.
__ADS_1