Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara

Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara
Dia menggodaku


__ADS_3

Frans sudah berada di ruangan atasanya, dia berniat untuk meminta izin cuti lebih awal.


Memang akhir bulan ini adalah jadwal cuti tahunan Frans tapi berhubung ibu meminta pulang lebih awal karena nenek sakit jadi dia terpaksa memberanikan diri untuk meminta izin kepada atasanya.


Sebenarnya dia merasa tidak enak dengan anggota yang lain karena sudah meminta cuti lebih awal.


"Assalamualaikum, izin masuk komandan" ucap Frans sambil mengetuk pintu


"Walaikumsalam, silahkan. Ada perlu apa" jawab Komandan


"Siap, saya bermaksud mengajukan cuti lebih awal karena saat ini kondisi nenek saya sedang kritis dan beliau ingin saya berada di sampingnya ketika menghembuskan napas terakhirnya" ucap Frans


"Baiklah. Selesaikan pekerjaanmu terlebih dahulu, minggu depan kamu boleh cuti" jawab komandan dengan tegas


"Siap, terima kasih. Izin pamit" ucap Frans sambil meninggalkan ruangan atasanya


Setelah meminta izin, dia pun langsung menelpon ibunya dan memberikan kabar bahwa minggu depan dia baru bisa pulang.


Frans baru sadar bahwa dia belum sempat mengabari Mely dan dia langsung menelpon, sekalian juga dia ingin memberitahu bahwa dia akan cuti tahunan.


Mely yang sedang asik memesan bakso tidak tahu bahwa ponselnya berdering. Beberapa kali menelpon tidak ada jawaban, akhirnya panggilan telpon pun berakhir.


"Kemana sih ini anak, udah tau lagi urgent malah ga diangkat" gerutu Frans

__ADS_1


Yang ditunggu malah asik makan bakso.


Ritual makan selesai, Mely melihat ponselnya, betapa kagetnya beberapa panggilan tidak terjawab dari calon imamku. Iya Mely sengaja memberi nama calon imamku agar suatu saat benar-benar terjadi.


Tidak pikir panjang langsung Mely menelpon balik. tidak menunngu lama Frans pun mengangkat telpon tersebut.


"Assalamualaikum, hai bang apa kabar? maaf tadi aku sedang makan" ucap Mely


"Walaikumsalam, aku baik. Ya tidak apa-apa" jawab Frans dengan nada jutek


"Abang marah, maaf" lirih mely


"Oh iya aku mau cuti, minggu depan" jawab Frans


"Berapa lama? berarti bisa ke rumah dong" ucap Mely penuh harap bahwa kekasihnya cuti dapat ke rumah meskipun sehari


"Baiklah, berangkat hari apa?" tanya Mely


"Sabtu depan aku berangkat, dua minggu aku di sana" ucap Frans


"Ya bang, hati-hati di sana. Titip salam untuk ibu mertua eh calon mertua maksudnya" ucap Mely sambil tersenyum


" Iyaa nanti aku sampaikan. Di sana ga ada signal maklum perkampungan, kemungkinan akan sulit untuk berkomunikasi" jelas Frans yang mengatakan kondisi jaringan di sana

__ADS_1


"Iyaa tidak apa-apa, jika ada signal beri kabar" ucap Mely


"Ya pasti. Aku kerja dulu ada kerjaan yang harus segera di selesaikan, jadi beberapa hari ke depan aku agak sibuk" jelas Frans


"Ya abang sayang, baik-baik ya. Makan & sholat jangan telat" ucap Mely dengan nada manja


"Siap bawel" jawab Frans sambil tersenyum


"Bawel-bawel tapi abang suka kan" goda Mely


"Ha ha ha, kamu ini. Udah ah kalo gini terus kapan beresnya kerjaan aku" ucap Frans


"Baiklah, selamat bekerja calon imamku sayang" ucap Mely sebelum menutup telponnya


Setelah menelpon dengan kekasihnya, Mely kembali ke kantor dan merapihkan pekerjaannya.


Sedangkan Frans masih tersipu malu, dengan ucapan Mely.


"Apa tadi dia bilang calon imamku sayang, lama tak berjumpa rupanya dia mulai berani menggodaku" Frans berkata sendiri sambil tersenyum


.


.

__ADS_1


.


***


__ADS_2