Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara

Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara
Fransisco namanya


__ADS_3

Sekitar jam sepuluh pagi kepala sekolah mengumpulkan semua guru-guru beserta penjaga sekolah, karena hari ini akan diadakan sebuah rapat.


Rapat kali ini membahas mengenai akreditasi sekolah, dimana semua guru harus menyelesaikan & melengkapi administrasi kelas. Selesai rapat kami semua pulang ke rumah masing-masing.


Setelah sampai di rumah seperti biasa aku langsung menyimpan tas ku di atas meja belajar dan merebahkan tubuhku di kasur yang empuk yaa dimana lagi kalo bukan di kamarku. Aku melihat ponselku kembali dan terdapat notifikasi pesan, yaa dari dia yang masih belum ku beri nama. ha ha ha sudah dua hari chat dengan dia tapi masih belum tau namanya.


"Mba guru" isi pesan itu


Seketika aku langsung berkata, mba? emang aku mba mu sejak kapan aku menikah dengan kakak mu dengan nada kesal dan aku berkata lagi dalam hati, kenapa juga aku harus marah padahal dia hanya ingin menyapaku dengan sopan. ha ha ha menertawakan diriku sendiri


Setelah berkata seperti itu aku balas saja " Ya mas" suruh siapa tadi bilang mba ya sudah ku balas mas saja, ha ha ha


dia membalas "sudah pulang kerja?"


tanpa pikir panjang "sudah mas" karna merasa aneh dan tidak nyaman dengan panggilan mba dan mas akhirnya aku memberanikan diri bertanya terlebih dahulu.


"maaf mas kalo boleh tau, siapa namanya yaa? supaya lebih nyaman gitu"

__ADS_1


"nama saya Fransisco, kalo mba siapa?"


"oh Fransisco, aku Mely mas."


tak harus menunggu lama dia membalas cepat pesanku


"boleh aku telpon?"


lagi-lagi aku memaki dia, baru juga kenal apa sih langsung telpon sok kenal banget deh.


"maaf mas nanti saja yaa"


Semua orang berharap agar virus ini segera berakhir karena sudah enam bulan belum juga selesai bahkan yang terjadi malah semakin parah banyak orang yang terkena virus ini.


Seperti biasa agar memori handphone ku tidak penuh, aku langsung mengoreksi tugas mereka dan memasukan ke buku nilai.


Tugas anak-anak selesai di koreksi, ponselku tiba-tiba berdering nama Fransisco tertulis jelas mengangetkan diriku.

__ADS_1


Mau apa dia? aku kn sudah bilang tadi nanti, menggangu saja. aku mengabaikan telpon darinya, telpon itupun sudah tak berdering lagi namun tak lama pesan pun sampai.


"Hai, sedang apa? kenapa tak menjawab telpon ku"


"ya, maaf aku sedang mengoreksi tugas anak-anak"


"kapan selesai, boleh aku menelpon?"


"ya, boleh nanti saja kalo sudah selesai"


Padahal hanya alasanku saja, tugas anak-anak kn sudah selesai aku koreksi karena aku sedang malas mengangkat telpon dari siapapun jadi ku balas saja nanti. ha ha ha


Hari ini aku ingin pergi keluar rumah berniat untuk menjenguk Mbah karena sudah lama tak menjenguknya. yaa aku mengakui bahwa aku lebih dekat dengan keluarga dari ibu ku dibandingkan dengan keluarga bapak.


Sejak kecil aku lebih nyaman dengan keluarga Ibu, karena mereka sangat baik dan begitu perduli terhadap diriku. Bukan berarti keluarga bapak tak baik, mereka semua baik ko, hanya saja aku tidak terlalu dekat dengan mereka dan aku lebih nyaman dengan keluarga Ibu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2