Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara

Menanti Kepastian Seorang Abdi Negara
Baru sampai sudah pergi


__ADS_3

Usai menerima telpon dari kekasihnya Mely pun tidak menangis lagi dan rasa rindunya sudah terobati.


Hari ini Frans pulang dari luar kota. Dia berjanji jika diberikan libur satu hari oleh bosnya, dia akan pulang ke rumah kekasihnya.


Mely tidak sadar bahwa hari ini kekasihnya pulang. Dia masih sibuk dengan pekerjaannya merapihkan kelas karena Rabu depan di sekolah akan ada kegiatan.


Ponsel Mely berdering, dia merasa senang karena yang menghubunginya adalah Frans.


"Ah ternyata dia, tau saja aku pun merindukanmu" gumam Mely dalam hatinya


"Ya, assalamualaikum Abang"


"Walaikumsalam, dek Abang sudah di jalan menuju ibu kota"


"Abang ko ga bilang, bukannya masih dua hari lagi ya"


"Maaf sayang, pekerjaan sudah selesai jadi pulang deh. Apa kau tak suka jika Abang pulang?" tanya Frans dengan nada kecewa


"Bukan ga suka Abang, aku senang sekali jika Abang pulang jadi bisa tiap hari telpon" ucap Mely manja


"Yakin adek senang" nada Frans sedikit menggoda

__ADS_1


"Iya lah senang, sekian lama ku menunggumu sayang" ucap Mely sambil tersenyum


"Drama terus yah adek"


"Haha ga drama Abang. Sudahlah aku akan kerja lagi, jika sudah sampai batalyon beri kabar yaa"


"Siap komandan" Frans berkata sambil memberikan hormat


"Aah Abang tak usah seperti itu, aku kan jadi malu" pipi Mely sedikit merona karena Frans menggodanya


Setelah mereka melepas rindu melalui panggilan video. Mely menyelesaikan pekerjaannya dan Frans melanjutkan perjalanannya.


Frans tiba di batalyon malam hari dia hanya memberikan kabar melalui pesan singkat kepada kekasihnya. Sedangkan Mely sepulang dari sekolah dia merapihkan pakaian yang sudah iya setrika setelah selesai dia memilih untuk tidur.


Selesai membersihkan rumah Mely bersiap untuk berangkat kerja dan tak lupa mengambil ponselnya yang sedang iya cas. Dia melihat ada pesan masuk dan langsung membaca pesan tersebut.


Pesan itu dari kekasihnya, bahwa dia sudah sampai asrama. Tak pikir panjang dia langsung melakukan panggilan video.


"Halo, assalamualaikum Abang" ucap Mely


"Walaikumsalam dek"

__ADS_1


"Abang tumben sudah rapih, mau dinas luar lagi?" tanya Mely karena pagi itu Frans sudah menggunakan pakaian lengkap seperti akan berangkat bertugas


"Iya dek sayang, siang ini akan berangkat lagi ke perbatasan untuk pergantian anggota. Maafkan Abang yaa karena tak bisa berkunjung ke rumah, insyaallah selesai dari tugas ini Abang ke rumahmu" ucap Frans


"Kenapa harus sekarang berangkatnya, Abang kan baru saja sampai. Emang ga ada anggota yang lain gitu?" ucap Mely dengan nada kesal


"Sayang ga boleh bilang gitu. Kamu tau sendiri dari awal, Abang hanya seorang prajurit yang harus siap pergi kapan saja dan siap di tempatkan di mana saja" ucap Frans yang menjelaskan posisinya saat ini


"Iya Abang maaf. Aku hanya kesal saja, baru pulang sudah pergi lagi"


"Iya dek"


"Abang di sana lama? berapa hari atau minggu?"


"Sayang, Abang di sana tidak tau berapa lama akan bertugas. Entah hanya seminggu, sebulan atau bahkan setahun" Frans mengucapkannya dengan nada sedih


Sebenarnya Frans juga tidak ingin pergi, setidaknya dia ingin berjumpa dulu dengan kekasihnya. Namun dia seorang prajurit yang sudah bersumpah, kapan pun harus siap untuk bertugas.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2