
Tiga bulan Mely dan Frans menjalin hubungan jarak jauh atau biasa kita dengar dengan istilah LDR.
Setiap hari mereka melakukan panggilan video di pagi atau malam hari. Kegiatan tersebut seperti sudah hal yang tidak bisa ditinggalkan.
Pagi ini Frans akan melakukan perjalanan keluar kota untuk mengantar bosnya. Sebelum berangkat dia menyempatkan waktu untuk mengabari Mely dengan melakukan panggilan video.
"Assalamualaikum dek" ucap Frans sambil merapihkan pakaiannya
"Walaikumsalam, abang sudah siap ya. Berangkat jam berapa, trus di sana berapa lama?" tanya Mely
"Bentar lagi abang berangkat dek, di sana abang hanya dua minggu ko. Kamu baik-baik ya, jangan nakal tunggu abang pulang nanti kita jumpa" jelas Frans
"Lama kali abang perginya, nanti di sana bisa telpon ga bang?" ucap Mely
"Insyaallah kalo ada signal abang kabarin, tapi abang ga janji ya dek" balas Frans
"Iya abang, inget ya di sana jangan nakal, jangan sampai sakit atau terluka. cepat pulang lagi"
"Ha ha ha lucu kali adek nih, di sana abang bukan mau berperang cuma antar bos aja ko. Jadi kamu ga usah hawatir aku akan baik-baik saja" ucap Frans
__ADS_1
"Baiklah" balas Mely dengan nada singkat
"Udah dong jangan marah, abang tadi hanya bercanda dek. Iya abang di sana akan jaga diri baik-baik dan akan segera pulang. Sudah abang berangkat sekarang ya dek, sebelum berangkat abang mau lihat senyum wanitaku dulu" ucap Frans yang sedikit menggoda Mely
"Iya baiklah, titi dj ya abangkuh" ucap Mely sambil tersenyum
"Apa tuh titi dj?" tanya Frans sebelum menutup telponnya
"Hati-hati di jalan abangkuh, sudah ah aku juga akan berangkat ke sekolah" ucap Mely sambil menutup telponnya
Frans berangkat keluar kota untuk mengantar bosnya. Setelah sampai, Frans ingin memberikan kabar kepada Mely namun disana tempatnya terpencil segingga tidak ada signal.
Mely dari tadi siang sepulang sekolah mulai gelisah karena tidak ada pesan atau telpon yang masuk dari kekasihnya.
Akhirnya dia memutuskan untuk keluar rumah dan tidak tau mengapa dia ingin sekali menatap langit.
Satu minggu berlalu tidak ada kabar dari Frans.
Mely yakin bahwa Frans disana baik-baik saja dan dia setiap hari selalu meluangkan waktu untuk mengirimkan pesan meskipun pesan yang dia kirim tidak ada balasan dari kekasihnya.
__ADS_1
"Abang apa kau baik-baik saja disana? sungguh aku rindu" ucap Mely yang menatap wajah Frans dilayar ponselnya.
Tidak terasa Mely meneteskan air matanya, dia menangis karena dia rindu akan kehadiran kekasihnya yang sudah satu minggu tak ada kabar.
Ketika sedang menangis tiba-tiba ponselnya berdering dan membuat Mely tersenyum, ternyata yang sedang menelpon Fransisko kekasihnya.
"Halo, assalamualaikum abang" ucap Mely
"Walaikumsalam, maafkan abang sayang baru sempat memberikan kabar. Di sini tidak ada signal, ini juga abang harus jalan dulu lima kilometer dari tempat abang menginap" Frans yang menjelaskan situasi dia saat ini.
"Iya abang, adek ngerti ko. Apa abang baik-baik saja?" Mely yang bertanya dengan nada terbata-bata
"Alhamdulilah, abang di sini baik-baik saja. Adek kenapa nangis?" tanya Frans yang mendengar suara Mely seperti habis menangis
"Adek rindu abang" lirih Mely dan tangisannya pun kembali
.
.
__ADS_1
.