Mencintai Perempuan Depresi

Mencintai Perempuan Depresi
Anak Sial


__ADS_3

Di mana pun berada ia selalu berusaha mendekatinya. Cinta Ilham pada Arini tidak terganti siapapun meski dengan Mira si kembar Natasya Wilona.


Bedanya Mira lebih berisi dari Natasya. Perfeksionis, andai saja Ilham mau menjadikannya selingkuhan. Andai Ilham mengiyakan, maka tidak terjadi kemalangan demi kemalangan yang menimpa rumahtangga Ilham di usia pernikahannya yang ke tujuh tahun.


Namun ulat bulu itu tidak tinggal diam.


Mira sangat ambisi ingin mendapatkan Ilham.


Inilah awal mula kehancuran rumahtangganya dengan Arini dimulai.


Talak terlontar berawal dari ....


Suatu hari.


Mira sengaja masuk ke ruangan makan karyawan, saat jam istirahat, ia memberikan makanan yang dibelinya dari mengorder online untuk Ilham, Mira sengaja mencari, pun mencuri perhatian Ilham.


Pelan tapi pasti. Sedikit demi sedikit Mira mengatur kedekatannya dengan Ilham. Skenario yang ia rancang berjalan tanpa hambatan.


Hari demi hari, Mira dan Ilham semakin dekat. Hingga suatu hari dengan begitu berani Mira mengutarakan maksud hatinya.


"Sayang, aku mau lo, jadi istri kedua kamu. Suerr aku gak bakal minta dinomor satukan. Aku tau, kamu pasti sangat mencintai istri kamu, meskipun dia mandul," ucap Mira, menyentuh punggung tangan Ilham. Wanita itu berharap Ilham menyambut tangannya.


Sayangnya Ilham justru menepis tangan Mira yang tiba-tiba langsung membelai pipinya.


Ilham menatap tajam Mira.


"Kita memang dekat, Mir. Bukan berarti kamu seenaknya berbuat semau kamu. Aku sangat mencintai Arini. Bidadari pun yang datang aku tetap mencintai istriku, kita cukup berteman" jawab Ilham, kecewa dengan kalimat Mira yang menyodorkan diri. Sangat tidak elegant.


Wanita itu tidak putus asa. Ia berdiri. Memangkas jarak antara dirinya dan Ilham.


"Aku serius, aku sangat mencintai kamu. Aku rela jadi yang kedua, menikah siri pun aku terima, Ilham. Aku mohon, belajarlah mencintaiku. Aku tidak menuntut apapun. aku tidak tau rasa apa ini." Mira memeluk Ilham spontan. Ilham terkejut bukan main. Ia tak menyangka, kedekatan mereka disalah artikan oleh Mira.


"Jangan begini, Mir. Kalau ada yang liat bisa salah paham."

__ADS_1


"Terserah apa kata orang, Ilham. Bertahun aku menahan perasaan ini, aku tak sanggup lagi. Terlalu banyak luka yang kau torehkan untukku. Perhatianmu terhadap Arini, sungguh membuatku sakit hati. Setiap hari aku cemburu, kamu pikir enak rasanya. Sakit banget, tau!"


"Mira. Kamu tau aku sudah punya istri, mengapa kau menaruh hati. Ini salah. Aku hanya menganggapmu teman tidak lebih, Mir."


Ilham merasa perlu memberi pelajaran pada wanita itu, ia melepas pelukan Mira. Menatap dua bola mata milik Mira dengan tajam,


"Kamu boleh melakukan apa saja padaku, Ilham. Aku tidak akan menggangu hubunganmu dengan Arini. Demi Tuhan, aku menginginkanmu." Bukannya takut ditatap sinis. Mira justru bertambah agresif. Ia sengaja membuka satu kancing baju kemejanya. Ilham terbelalak. Matanya memicing bingung, Mira mengambil tangan Ilham menyentuh dadanya. Bersamaan Rian Prakarsha masuk ke dalam ruangan.


"Aku merelakan seluruhnya untukmu asal kau mengizinkan aku mencintaimu," senyum Mira semakin menggoda.


Mira yang lebih dulu melihat bos dari pantulan kaca, menarik kerah baju Ilham semakin dekat, secepat kilat mendorong tubuhnya sendiri, hingga yang terlihat oleh orang lain, mereka berdua saling berpelukan, namun tangan Ilham lebih dulu memeluk tubuhnya, dan Mira si pemain sinetron handal--berakting seakan menjadi korban pelecehan. Kacaulah semua.


"Ini, ini tidak seperti yang terlihat!" ucap Ilham gugup, terkejut dengan kedatangan Rian sang Paman. Rian tersenyum penuh makna.


"Apa aku mengganggu?" tanya Rian mengangkat satu alisnya.


"Hiks," suara tangisan Mira terdengar sangat mengiba.


"Mira!" bibir Ilham bergetar, giginya gemelutuk geram.


Mira playvictim. Ia menangis sesenggukan di depan Rian.


"Cctv bisa menjawab semuanya Mira?" teriak Ilham geram. Ia melirik ke atas. Baru menyadari di ruangan itu tidak ada cctv.


"Apa kau menjebakku, Mira?"


"Hiks, Bapak sudah melecehkan saya, sekarang bapak menuduh saya menjebak." Ia semakin sesenggukan. Rian tersenyum miring.


"Selamat untukmu, Ilham. Cucu satu-satunya laki-laki di keluarga Penang. Akan menerima surat cinta dari Jansen. Kau pasti dipecat." Rian tertawa puas. Mira masih sesenggukan.


"Alasan apa, Kakek memecatku. Aku tidak salah, dia menjebakku," tunjuk Ilham sarkas pada Mira.


"Apa aku menjebakmu?" tanya Mira di sela-sela tangisnya. Ia menunjukkan layar ponsel ke wajah Ilham. Lelaki itu terdiam. Tampak jelas di layar itu, Ilham maju memeluk Mira. Dan Mira tampak mengelak. Namun seakan Ilham memaksa.

__ADS_1


"Itu editan, mengapa durasinya begitu cepat. Ini sudah diatur. Kalian sengaja menjebakku!" teriaknya kalap.


"Silakan kirim surat pengaduan ke kantor polisi jika kau dijebak atau video itu editan," ucap Rian Tertawa terbahak. Ilham mengutuk kelihaian Mira.


Ia sama sekali tidak menyadari Rian dan Mira kompak mengerjainya.


Mira sangat ambisi ingin mendapatkannya. Sedangkan Rian sangat ambisi ingin mendapatkan Mira.


Setelah kejadian itu, Jansen sang Kakek pemilik kuasa sekaligus penguasa menghardiknya.


"Aku pikir setelah kau dewasa, kau tidak bodoh seperti keluarga ibumu, nyatanya kau sangat bodoh, seenaknya menyalurkan hasrat hanya pada asisten bergaji murah."


"Kakek Ilham tidak melakukan apapun," belanya pada diri sendiri. Namun Jansen tidak menanggapi apapun alasan yang Ilham lontarkan.


Sejak hari itu. Jansen Kamandanu memecat Ilham atas dasar karyawan lelaki dilarang berbuat pelecehan terhadap karyawan wanita dan lainnya.


Rian tersenyum puas keponakannya dipecat. Dendam tak beralasan yang ada di hatinya telah tunai purna.


Ilham pulang dalam keadaan jengkel. Dipecat oleh Kakek Sendiri, karena fitnah adalah sakit hati berkepanjangan.


Bukannya introspeksi diri, anehnha Ilham justru menghubung-hubungkan kedatangan Satya si bocah lincah itu dengan kesialan demi kesialan yang ia alami selama Satya sah diadopsi oleh mereka.


Hanya Satya, ya ia hanya menyalahkan bocah tak berdosa itu. Ia lupa pada Mira, setiap kesialannya ada Mira. Ilham sama sekali tidak bisa membaca kelicikan seorang Mira.


Ilham tidak menghubungkan kekacauan yang ia alami dengan Mira. Ilham sama sekali tidak terpikir untuk menghubungkan kesialannya dengan Mira.


Padahal ia dipecat karena Mira. Satu sisi ia tak tega dengan wajah polos bayi Satya.


Satu sisi, rasanya ia percaya ada tulah, atau pembawa sial. Bisa jadi orangtua kandung Satya sengaja meninggalkan bayinya di rumah Bidan. Karena tahu anak itu akan membawa sial di kemudian hari.


Mira jualah yang pernah menceritakan padanya tentang tulah. Karma seorang ibu yang diwariskan pada anaknya.


Ia ingat sejak bayi itu ada di rumahnya. Segala kesialan demi kesialan sering menimpa dan puncak segalanya adalah ia dipecat dari perusahaan keluarganya sendiri hanya karena dijebak asisten murahan.

__ADS_1


__ADS_2