Menembus Waktu Demi Cinta

Menembus Waktu Demi Cinta
Episode 15


__ADS_3

"sial kita gak pernah membuat ulah ataupun memberontak terhadap istana kerajaan namun mengapa ada mata-mata dikelompok kita. cari mata-mata itu dan lenyapkan dia!!" perintah zhao he.


"menurut kabar yang saya dengar mereka memata-matai kita karena ada tahanan mereka yang kabur dan kabur ke kelompok kita tuan..."


UHUUKKK uhukkk belom selesai orang itu bicara jiao naa yang mendengar itu langsung tersedak makanan karena kaget. ternyata chen yu sudah menaruh mata-mata untuk mengawasi dia.


"ada apa adik kenapa kau begitu kaget, apa ada sesuatu??"


"tidak kakak tadi makanan ini terlalu enak aja sampai-sampai aku ketagihan dan makan terus"


"ohhh hati-hati kalau mau makan jangan sampai tersedak lagi"


"baik kakak"


untunglah zhao he tidak mencurigai aku, kalau sampai dia tau akulah yang dicari chenyu bisa gawat.


"ohh yha kamu pegilah dulu tunggu aku diruang belajar" perintah zhao he.


"baik tuan" dia langsung meninggalkan perjamuan dan menuju ruang belajar zhao he.


jiao naa ingin tau siapa yang dijadikan chen yu untuk mengawasi dia. dia cemas jika nanti dia akan tertangkap dan dibawa lagi oleh chen yu.


Angelina yang sedari tadi mengawasi adiknya merasakan sesuatu yang aneh pada diri adiknya itu. namun, dia harus menunggu perjamuan selesai untuk tau apa yang disembunyikan oleh yiwen/jiao naa.

__ADS_1


waktu yang lama pun selesai dengan cepat. kini semua orang diperjamuan itupun pamit untuk undur diri. mereka kembali kerumah mereka masing. zhao he langsung berpamitan terhadap istri-istrinya dan juga jiao naa.


zhao he langsung meninggal kan ruangan tempat perjamuan. sedari tadi istri-istri zhao he yang lain tidak suka terhadap jiao naa. mereka meremehkan jiao naa dan sebagian dari mereka berkomplot untuk mengusir jiao naa.


"kakak kenapa kamu dan ketua begitu menyayangi si ****** ini, apa kamu gak takut jika suatu hari nanti kamu akan dikhianati oleh dia," ejek salah seorang selir zhao he.


"iyha nih kak, kanapa kamu angkat dia jadi saudara kamu kalo aku yang membawa dia pada hari itu sudah aku jadikan pelayan ditempatku. hahahaha" timpal istri kedua zhak he.


"kenapa kalian takut jika suami kalian akan terjerat dalam pesonaku. memang aku ini masih cantik, muda dan juga seksi sedangkan kalian udah pada tua dan juga kendor." jawab jiao sambil mengejek para selir zhao he.


angelina yang mendengar ucapan jiao naa kaget dan tersenyum. dia tidak bisa membayangkan kalo mereka terus adu mulut.


"heeee ****** tutup mulutmu, kalau tidak aku sobek mulut kamu" selir pertama zhao he tidak terima atas perkataan jiao naa terhadapnya.


"apa kalian gak punya otak. kalian mau menamparku??? kalian gak berhak menamparku ataupun menganiaya diriku, yang berhak adalah kak angelina. dasar para rubah tua. dengan sikap kalian begini makannya kak zhao he tidak mau kekamar kalian. hahahaha kasian sekali" timpal jiao naa menanggapi perkataan selir pertama.


"hehhh kenapa kamu sok tau gitu. memang ketua jarang kekamarku tapi nanti malam dia pasti akan kemarku. karena kan aku masih muda" ucap selir pertama.


"apa masih muda, bodi aja seperti gerobak sapi gitu aja mau menarik kak zhao he hahahaha mimpi kau sana" ejek jiao naa.


"apa kau bilang, selir pertama seperti gerobak sapi, apa matamu buta. buka matamu lebar dia istri tercantik dari semua istrinya ketua termasuk angelina" ucap selir ketiga yang merupakan sekutu selir pertama.


"dasar rubah tua kau mau menyamakan si gerobak sapi dengan kakakku, masih ketinggalan jauh kali. dan kau juga rubah tua yang gak tau tuanya seharusnya kamu melihat kecermin bagaimana bodymu dan juga wajahmu itu membuatku jijik apalagi ketua. ohhh yha kalau gak salah kamu gak pernah dikunjungi oleh kak zhao he kan" ejekan jiao naa membuat selir ketiga dan kedua marah.

__ADS_1


"kamu..... kamu apa mulutmu perlu aku disiplinkan mengapa ucapanmu begitu tajam" ucap selir ketiga dengan geram.


"udahlah kak, kita disiplinkan saja mulutnya kita tampar aja 10 kali biar dia tau bagaimana cara menghormati orang lain" timpal selir kedua.


melihat perdebatan jiao naa dan sekutu selir pertama, angelina dan para selir lainya menjadikan mereka sebagi tontonan. mereka sangat menikmati pertrungan adu mulut mereka.


"ohhh kalian ingin kalian ingin menampar aku dengan tangan kotor kalian yha. aduhh duhhh coba saja kalau kalian bisa" jiao naa semakin menantang mereka.


zhao he menuju keruangan belajar, dia langsung memanggil mata-matanya. tak lama diapun datang dan memberi hormat padanya.


"salam ketua"


"baiklah kita lanjutkan perbincangan tadi"


"begini ketua ternyata yang diawasi oleh jendral chen adalah adik ketua yaitu nona yiwen."


"apa bagaimana bisa dia bisa memprovokasi jendral chen, cerita kan selengkapnya padaku"


"nona yiwen dulunya pernah ditangkap dihalaman belakang jendral chen dan dia juga pada saat di intrigasi oleh jendaral chen dia kabur dengan melukai lenganya. dia menusuk lengan jendral chen dengan pisau yang gak pernah ditemukan disekitar negara kita."


"apa bagaimana bisa dia begitu pandai kenapa dia bisa berani. lalu apa lagi yang kamu dapatkan????" zhao he semakin penasaran dengan jiao naa tau adiknya yiwen.


bersambung....

__ADS_1


.


__ADS_2