Menembus Waktu Demi Cinta

Menembus Waktu Demi Cinta
Episode 24


__ADS_3

Tangan Jiao Naa mencengkram pundak Chen Yu. Sementara Chen Yu tidak merasakan cengkraman tangan Jiao Naa di pundaknya. Chen yu masih mencium leher Jiao Naa dan juga telinga Jiao Naa. Mereka berdua semakin kehilangan kesadaran. Kini mereka semakin mendekat satu sama lain.


Jiao Naa semakin tidak sadar tubuhnya mulai memanas ditambah dengan ciuman Chen Yu yang semakin bergairah.


Ahhhhh suara desahan Jiao Naa.


"Aaahhhh berhenti tolong berhenti. jangan berbuat yang lebih jauh lagi. ahhhhh." Jiao Naa semakin meracau.


Ehhhh gadis kecil ini mulutnya berkata berhenti akan tetapi tubuhnya berkata lanjutkan. Semakin membuat ku ingin segera memakanya. Batin Chen Yu sambil melihat Jiao Naa.


"Ingin aku berhenti, akan tetapi tubuhmu berkata lain sayang. Kenapa kita tidak lanjutkan saja." Ucap Chen Yu.


"Tidakkk aku mohon berhenti jangan lebih jauh lagi. Karenaa aku Masihhhh emmm emmmmm ."


Belom selesai Jiao Naa berkata, Chen Yu langsung mencium Jiao Naa kembali. Chen Yu memasukkan kembali lidahnya kedalam mulut Jiao Naa.


Ehhh tak kusangka ternyata yang mau kau katakan adalah kau masih perawan dan belum pernah melakukan hubungan apapun dengan pria lain. Sungguh dia adalah gadis yang kucari dan aku tidak akan melepaskanmu begitu saja. Ucap Chen Yu dalam hati.


Jiao Naa mulai mengeluarkan air matanya dan Chen Yu merasakannya. Akhirnya Chen Yu melepaskan ciumanya dari bibir Jiao Naa. Langsung mencium kening Jiao Naa untuk menenangkan dia.


"Sudah sudah jangan menangis lagi. Aku gak akan berbuat apa-apa untuk sementara ini."


"Hiksss Hikss kamu membuatku takut." Jiao Naa menangis dan dipeluk Chen Yu.


"Ingatlah jangan sampai kamu mencium pria manapun mulai hari ini. Karena kamu hanya boleh menjadi milikku."


"Tapii aku gak tau siapa kamu dan mengapa aku harus jadi milikmu."


H**eh mau memilikiku memang kamu siapa suami bukan pacar juga bukan.


"Karena ini."

__ADS_1


Chen Yu menunjukkan bekas ciumanya yang membekas dileher Jiao Naa. Dan Jiao Naa pun kesal karena itu.


Jiao Naa langsung bangkit dan melepaskan diri dari pelukan Chen Yu. Ia melihat kesekitar untuk mendapatkan jalan keluar.


"Jadi karena ini kamu sudah menjadi milikku Yiwen. Mulai dari sekarang dan seterusnya kamu adalah milikku."


"Hei ini bukankah terlalu memaksa."


Jiao Naa mendekat kearah yang bisa dibuat lari. Sementara Chen Yu tidak menyadari apa yang akan dilakukan Jiao Naa.


"Siapa yang mau menjadi milikmu dasar sapi bodoh. Dan yha aku sudah mempunyai kekasih. Bye Bye ha ha ha. Dasar bodoh dan yha terimakasih untuk ciuman yang tadi." Jiao Naa melompat keatas tembok dan meninggalkan Chen Yu.


"Ohh jadi itu yang kamu fikirkan gadis kecil. Pintar juga kamu bisa melarikan diri dariku. Kita lihat saja kita bakal bertemu dalam waktu dekat."


Chen Yu kembali kekediaman utamanya. Ia menuju ke bak mandi dan segera membersihkan dirinya. Ia teringat dengan Jiao Naa dan ia tersenyum.


"Gadis kecil kamu akan menjadi milikku seutuhnya. Dan aku akan menikahimu dalam waktu dekat ini sehingga tidak ada yang akan memilikimu selain diriku."


"Salam Jendral, bagaimana kabarmu hari ini?."


"Salam tabib, kabarku baik-baik saja. ada keperluan apa kamu kemari."


"Heiii masak teman berkunjung kerumah teman sendiri ditanya kenapa. Kenapa kamu begitu sobat."


"Maaf tapi biasanya kamu tidak pernah datang kalau tidak ada keperluan penting. Biasanya kamu sibuk membuat obat, meracik obat dan meneliti tanaman. Kenapa kamu senggang sekarang ?."


"Hehehehe itukan sudah kewajiban seorang tabib teman. Ohhh yha sebenarnya aku kesini mau mengajakmu jalan-jalan besok bagaimana ??".


"Baiklah."


"Ohhh yha aku malam ini nginap dirumahmu yha."

__ADS_1


"Kamu kan bisa kembali kerumahmu sendiri kenapa harus menginap disini."


"Ohhh sekarang aku tidak boleh menginap disini yha."


Tanpa sengaja Liu Feng melihat bercak merah di leher Chen Yu dan dia mulai mengerti semua.


"Heiiii Chen Yu apa kau sekarang sudah mulai tertarik dengan wanita. hihihihi."


"Apa madsutmu."


"Alah gak usah berbohong kamu. Sama cewek mana kamu tadi berhubungan. Hahahaha."


"Hei jangan sembarangan bicara siapa yang berhubungan dengan gadis."


"Ohhhh. Lalu dilehermu itu bekas apa coba, kalau bukan bekas ******. Hahahaha, akhirnya sahabatku menjadi laki-laki juga."


"Sudah diam aku mau kembali kekamarku dan tidur. Terserah kamu mau tidur dimana." Chen Yu pergi dengan perasaan sedikit malu.


Dasar Jendral begitu saja sudah malu dia. Aku penasaran dengan gadis mana dan dengan gadis seperti apa yang bisa membuat dia menjadi laki-laki normal. Guman Liu Feng penasaran dalam hati.


Setelah Jiao Naa melarikan diri dari kediaman Chen Yu, ia langsung balik kekamarnya dan mengingat apa yang telah ia lakukan. Yang membuat muka Jiao Naa memerah.


Tokkk......Tokk....tokkkk


Suara pintu kamar Jiao Naa.


Siapa sich yang membunyikan pintu di jam segini.


Jiao Naa langsung membuka pintu dan ternya itu adalah Chi Zhi. Jiao Naa heran kenapa Chi Zhi baru pulang dini hari.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2