
jiao naa menunggangi kuda dengan kecepatan tinggi. meninggalkan kediaman jendral dan kota tempat tinggal jendral. dia menunggang kuda entah kemana arah akan membawa dia. jiao naa perpikir untuk istirahat di penginapan namun ia tidak punya uang di jaman ini.
"haihh apa-apaan ini sebelum masuk kejaman kuno ini gue gak pernah kekurangan uang, lha sekarang mau beli makan pun susah gak ada uang apalagi mau ke penginapan" jiao naa dalam hati.
lalu jiao pergi melanjutkan perjalannya, ia tidak tau kemana arah timur, barat, selatan dan utara dia bingung.
"haduh harus pergi kemana lagi mana aku laper banget" jiao naa.
ia sampai di sebuah desa yang jauh dari kota. jiao naa mulai berfikir untuk bertamu ke rumah salah satu penduduk di situ.
jiao naa mengetuk pintu rumah salah satu penduduk. tokkk tokkk tokkkk namun tidak ada jawaban dari rumah itu . saat jiao naa mau pergi dari situ keluar nenek tua.
"kamu siapa nak, kenapa malam-malam begini mengetuk rumah saya?" ucap nenek.
"ehhhhh (kagett). emmmm saya yi wen nek (jiao naa berbohong untuk namanya). saya tersesat nek saya gak tau ini dimana?" ucap jiao naa.
"ohhh nona wen yha baiklah silahkan masuk dulu saya akan beritahu kamu desa apa ini" ucap nenek.
__ADS_1
jiao naa pun ikut nenek itu masuk rumah.
"silahkan duduk dulu nak" ucap nenek.
"baik nek..." ucap jiao naa.
"ini nak silahkan diminum, tenang saja ini gak ada racunya"ucapan nenek sambil tersenyum.
"baik nek saya akan minum kebetulan saya juga haus sekali" ucap jiao naa tanpa merasa curiga.
" haaaaa kenapa kejam sekali nek dan kenapa bisa di jadikan desa tanpa nama???" jiao naa penasaran.
"aihhhh setelah itu penduduk yang kabur bersembunyi di hutan hanya ada puluhan orang saja yang selamat. lalu sang kaisar memerintahkan kepada bawahan untuk menemukan penduduk yang kabur untuk mengusai harta tersembunyi desa ini. agar tidak bocor ke kerajaan lain. setelah bertahun² dari peristiwa pembantaian desa ini kosong dan berubah menjadi hutan. penduduk yang pernah selamat dari peristiwa itu kembali lagi ke ke desa ini. mereka terkejut desa ini berubah menjadi hutan. mereka akhirnya mulai mendirikan rumah lagi disini karena disini tempat kelahiran mereka. begitu nak ceritanya" ucap nenek itu dengan tegas.
"tapi nek saya masih bingung kalau desa ini dibantai habis oleh kaisar kenapa sekarang desa ini menjadi desa yang ramai dan tidak sembunyi lagi. terus kemana anak² nenek atau cucu² nenek. kenapa nenek sendirian dan kenapa sekarang masih aman² saja???" ucap jiao naa penasaran.
nenek itu terdiam dan membisu akibat pertanyaan jiao naa. semakin nenek itu diam jiao malah semakin penasaran. nenek itu tahu kalao yi wen penasaran.
__ADS_1
"setelah itu kaisar yang membabi buta penduduk ini turun tahta dan digantikan oleh kaisar yang sekarang. untuk menyembunyikan desa ini adalah desa yang kaya maka kaisar sekarang tidak memberi nama desa ini lagi dan kaisar melakukan agar tidak ada lagi peristiwa berdarah itu lagi." nenek, mencoba menyembunyikan fakta yang sebenarnya.
"ohhhh begitu nek terus kenapa desa ini memiliki hawa yang mencekam yha" ucap jiao naa.
" ohhhh mungkin itu hanyalah perasaan kamu aja nak yi wen " ucap nenek sambil tersenyum mengisyaratkan sesuatu.
"kamu lagi mencari penginapan kan nak tapi kamu gak ada uang kan kamu boleh kog nginap disini satu malam disini ada satu kamar kosong" ucap nenek.
"terimakasih nek" ucap jiao naa.
jiao naa merasakan ada yang tidak beres dengan nenek² itu. dia merasakan ada aura yang menyeramkan dan aura pembunuh yang kuat.
"apa yang sebenarnya terjadi kenapa nenek itu aneh yha." ucap jiao naa dalam hati.
jiao naa pergi ke kamar yang telah di tunjuk oleh nenek itu.
bersambung......
__ADS_1