
tamparan keras jiao naa semakin memprovokasi para selir. melihat keaadaan yang tidak terkendali angelina menyuruh mereka semua bubar. jiao naa yang tidak suka sikap kakaknya itu protes.
"kakak kenapa kamu membubarkan kami semua??. padahal aku belon selesai dengan mereka semua" ekspresi jiao naa semakin cemberut.
ini anak kalo sifatnya yg pemarah tidak dihilangkan sedikit demi sedikit bisa membahayakan untuk dirinya sendiri. guman angelina dalam hati.
"kakak, kakak kenapa kakak diam saja apa yiwen punya salah yha sama kakak" jiao naa bibgung melihat tatapan kakaknya.
"kamu sudah cukup membuat masalah untuk hari ini, dan sebagai hukuman kamu tulis kembali tata krama seorang perempuan 5kali"
"apa kakak kenapa tega sekali"
masak iyha aku disuruh nyalin semua buku itu 5kali bisa-bisa tanganku jadi mie keriting.
"gak ada tapi-tapian 2 hari lagi jarus selesai" angelina sudah capek menghadapi sifat jiao naa.
"tapi kakkk" jiao naa memohon untuk tidak menghukumnya.
"pelayan bawa nona muda ke kamarnya, awasi dia jangan sampai keluar dari kamar selama 2 hari. tidak ada yang boleh mengunjungi dia kecuali aku dan suamiku" angelina memerintahkan pelayan dan beberapa prajurit menjaga jiao naa.
dengan terpaksa jiao naa menerima hukuman kakaknya. jiao naa sudah memikirkan bagaimana dia bisa menyelesaikan tugas dari kakaknya dengan cepat.
______________________________________semua penjabat kerajaan dipangil ke istana untuk rapat dewan. ini semua dilakukan kaisar untuk mengetahui sejauh mana persiapan untuk perburuan.
"semua sudah disini, saya tidak akan berbasa basi lagi. bagaimana dengan persiapan perburuan minggu depan anakku" kaisar melirik pangeran pertama.
" semuanya akan siap sempurna ayahanda. anak buahku sudah mengetahui lokasi mana saja yang aman dan tidak aman ayahanda" pangeran pertama.
"terus bagaimana persiapan kamu anakku" raja menunjuk pangeran ke-2.
"semua sudah hamba ketahuai ayahanda bagaimana situasi disana ayahanda" pengerab ke-2.
__ADS_1
"apakah kamu yakin kakak, setahuku disana adalah hutan wilayahnya kelompok penyamun" pengeran ke-3 mengajukan pertanyaan kepada 2 kakaknya.
"iyha pengeran, hutan itu bukan hanya wilayah kelompok itu saja namun banyak hewan berbisa yang ada disana, apa pengeran sudah memenentukan tempat yang aman untuk membuat kemah" timpal chen yu.
kenapa aku tidak memikirkan hal sejauh itu, malah mereka yang mengetahui situasi disana. tidak boleh dibiarkan. kalau begini bisa bisa aku akan kalah dari pangeran ke-3. guman pangeran pertama.
"untuk itu aku sudah memastikan tempat yang aman untuk kita berkemah ayahanda" pangeran ke-2.
"apa benar kakak, tapi dihutan itu tidak ada tempat yang aman untuk kita buat kemah" pengeran ke-3.
"adik aku sudah menyurvei semua tempat dihutan itu dan ya beberapa anak buahku jadi korban disana. dan ada beberapa tempat yang menurtku aman" pangeran ke-2.
sial kenapa aku kalah cepat dengan dia. mengapa dia selalu menemukan jawaba n untuk adik ke-3 dan jendral. tidak.... ini semua tidak boleh terjadi. guman pangeran pertama
"tapi pangeran apakah kamu sudah pernah mendengar kalu tempat yang menurut kita aman adalah tempat yang paling berbahaya dan tempat yang berbahaya justru yang paling aman" jendral chen yu.
"mengapa jendral chen memberi begitu bayank pertanyaan??. toh bukan jendral dan adik ke-3 kan yang bertanggung jawab untuk perburuan ini" pungkas pangeran pertama.
"apa yang ditanyakan oleh jendral dan pangeran ke-3 adalah benar. bagaimana kalian akan menjawab ini semua" raja.
"silahkan anakku" raja mempersilakan pangeran ke-3 memberikan saran.
"terimakasih ayahanda" pangeran ke-3.
pangeran ke-3 berdiri dari tempat diduduknya bersama dengan chen yu dia menunjukkan peta dari hutan penyamun itu.
------------------------------------------------------------
dikediaman selir lan hua, para selir sekutu lan hua membuat rencana untuk menjebak dan menurunkan posisi permaisuri dari ke'er. mereka membuat rencana dengan matang dan tersusun rapi.
selir lan hua sangat tidak senang karena posisi permaisuri kenapa harus kakaknya yang mengusai, mengapa bukan dirinya. diantara sekutu selir lan hua ada satu selir yang hanya memanfaatkan keadaan saja.
__ADS_1
selir chi zhou atau biasa dipanggir selir zhou'er. dia orang bermuka dua dihapan lan hua dia sekutu namun di hadapan permaisuri dia adalah sahabat baik. ini semua ia lakukan karena ingin mendapatkan kekuasaan saja.
dari semua kegiatan yang dilakukan mereka, sudah selesai semua. dan untuk saran dari pangeran ke-3 di terima baik oleh kaisar dan para penjabat lainya.
malam pun tiba, pangeran pertama menemui seseorang untuk membuat rencana perburuan.
"bagaimana dengan tugas yang aku berikan kepadamu"
"semuanya sudah selesai pangeran dan semua anak buahku juga sudah siap. nanti di perburuan bukan kita yang berburu namun kita yang memburu"
"ya itu aku sudah tau dan sekarang yang harus diperhatikan adalah jendral chen dan pengeran ke-3. mata matai terus mereka dan laporkan padaku"
"baik pangeran."
"bagaimana dengan racun serap nyawa, apakah sudah selesai diracik"
"sudah tuan dan untuk racun ini gak ada yang tau penawarnya kecuali satu orang"
"siapa dia, katakan"
"pangeran tenang saja dia sudah meninggal dunia. dan dia juga tidak pernah memiliki murid"
"bagus sekali. biarkan adiku yang tersayang jadi pasien pertama kita" pengeran pertama tersenyim bahagia.
" dua hari lagi kita bertemu ditempat biasa. nanti akan aku kasih ramuan racunya pengeran"
"bagus sekali. baiklah biasa diruangan belajar ku tengah malam"
"baik pangeran, sekarang saya undur diri dulu. salam pangeran"
"hmmm"
__ADS_1
akhirnya kamu akan tamat juga adikku dan juga jendral kebanggaan ayahanda akan tamat ditanganku. haahahaha
bersambung.......