
Chi Zhi pergi sendirian untuk berkeliling kota dan mencari Xiao Ding. Sementara Jiao Naa jatuh dihadapan Chen Yu, ia melihat keatas dan tidak dapat melihat wajah Chen Yu.
"Emmmm, maaf tuan tadi tadi saya mengejar kucing peliharaan saya yang lari. maaf." Jiao Naa langsung berdiri dan meminta maaf. Ia mengulurkan tanganya, akan tetapi Chen Yu bersikap acuh.
"Kenapa nona malam-malem begini masih mengejar kucing nona ???, apakah kucing nona sangat nakal ??." Ucap Chen Yu sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Jiao Naa.
"Iiiiii iiiyha tuan, kalau begitu saya akan pergi tuan dan tidak menganggu tuan lagi. Selamat tinggal." Jiao Naa berjalan dan akan meninggalkan Chen Yu akan tetapi...
Tangan kiri Jiao Naa ditarik Chen Yu, lalu Chen Yu memeluk erat Jiao Naa.
"Nona, kenapa kamu bisa dua kali masuk ketempatku, dan itu juga ditempat yang sama lagi ???." Bisik Chen Yu ketelinga Jiao Naa.
apakah aku pernah masuk kesini sebelumnya????. Tapi, kenapa aku tidak ingat itu dimana-nya????. Batin Jiao Naa.
"Emmmmm tuan, lepaskan saya dulu!!."
"Tidak akan aku lepaskan kamu untuk yang kedua kalinya tikus kecil. hehehe."
"Apakah tuan yakin tidak mau melepaskanku." Jiao Naa menarik tangan Chen Yu dan mengigitnya sehingga ia bisa terlepas dari dekapan Chen Yu.
"Akhhhh apa kamu itu shio anjing??, suka mengigit orang??? haaa."
"Tidak, lagian kapan aku pernah ketempat ini, dan kapan aku pernah bertemu denganmu???" Jiao naa berjalan kearah tembok dan akan memanjat keluar. Namun, lagi-lagi Chen yu menarik Jiao Naa dari bawah.
Jiao Na terpeleset dan jatuh di atas tubuh Chen Yu. Akhirnya, sinar bulan muncul dengan terang dan menerangi wajah Chen Yu dan Jiao Naa. Namun, Jiao masih hanyut dalam pandangannya ke Chen Yu.
Chen yu merasakan jantungnya berdetak tidak karuan saat Jiao Naa ada didekatnya. Mereka saling bertatapan, namun gak lama kemudian buyar juga lamunan mereka. Karena elang Chen Yu menggangu.
"Turun dari atas tubuhku." Nada memerintah Chen Yu.
"Tidak, sebelum kamu jawab dulu pertanyaanku tadi." Jiao naa malah mengelus perut sixpeck-nya Chen Yu.
E**mmm enak juga ngelus ni otot perut seorang laki-laki. hihihi
"Nona apakah kamu tau apa yang sedang kamu lakukan sekarang??." ucap Chen Yu sambil menyeringai.
"Tau lah ini kan otot perutmu yang seperti roti sobek, hihihi"
__ADS_1
"Apa kau tidak pernah tau tentang apa yang kamu lakukan sekarang dapat berbahaya." Chen Yu langsung membalikkan tubuhnya, sehingga tubuh Jiao Naa berada dibawah sekarang.
"Ehh ehhhhh ehhhh apa-apaan ini cepat bangun." Jiao Naa langsung memundurkan tubuhnya ke atas.
"Ohhh aku ingat kamu pria yang wakth itu dirumah makan Penginapan Bai Le kan???, bersama dengan temanmu ???" lanjut Jiao Naa.
"Emmmm benar dan juga sebelum itu kita juga pernah bertemu lho." Bisik Chen Yu ketelinga Jiao naa. Yang membuat wajah jiao naa memerah.
"Ohhhh, jadi benar kamu orang yang menyebalkan waktu itu, dan kamu juga yang mengambil ciuman pertamaku ??. Kembalikan ciuman pertamaku sekarang !!!."
"Kalau sudah diambil bagaimana caranya mengembalikannya??? " Chen yu menggoda Jiao Naa.
"Aku tidak tau tapi aku tidak akan memaafkan mu dasar sapi."
"Baiklah aku akan mengembalikannya nona. hehehehe."
"Bagimana caranya???"
"Caranya adalah....."
Jiao Naa memberontak.
"umm ummmm le-pas-kan a-ku emm" Jiao Naa sambil terbata-bata.
Namun, Chen Yu malah semakin dalam mencium bibir Jiao Naa. Tangan Jiao naa mencoba mendorong Chen Yu. Tetapi, tangannya langsung dikunci oleh Chen Yu kedua-duanya.
Apa yang harus aku lakukan kenapa dia menciumku semakin dalam. Kalau begini terus bisa gawat. Apa yang harus aku lakukan. Batin Jiao Naa.
Chen Yu melepaskan ciumannya dari Jiao naa dan melenguh bersama. Jiao Naa kehabisan nafas karena selama dicium oleh Chen Yu, ia menahan nafasnya. Sementara wajah Jiao Naa memerah entah karena apa ?.
"Bagaimana nona sudah aku kembalikan ciuman pertamamu. Karena tadi adalah ciuman pertamaku juga." Ucap Chen Yu.
"Bukan begini caramu mengembalikanya ."
"Lalu ??." Chen Yu bingung dengan perkataan Jiao Naa.
Lalu, Jiao Naa menarik baju Chen Yu dan mendaratkan bibirnya ke bibir Chen Yu. Dia langsung mencium kembali Chen Yu.
__ADS_1
Aku sudah melepaskanmu, kenapa kamu malah kembali memancingku nona. hehehehe. Jangan salahkan aku jika terjadi apa apa nanti. Batin Chen Yu.
Chen Yu langsung membalas ciuman Jiao Naa dan memeluknya. mereka berciuman lama sekali. Chen Yu memasukkan lidahnya kedalam mulut Jiao Naa. Sontak Jiao Naa kaget dan ingin mendorong Chen Yu. Akan tetapi Chen Yu memeluknya terlalu erat dan mereka malah kehilangan keseimbangan.
Akhirnya, Jiao Naa jatuh dibawah tubuh Chen Yu.
"Kenapa kau sangat begitu agresif sekali nona." ucap Chen Yu sambil tersenyum.
"Apa kau bilang aku agresif ??. Bukankah kau yang begitu agresif sampai-sampai tidak mau melepaskanku dan sekarang malah terjatuh diatasku. Cepat berdiri." Jiao Naa mendorong Chen Yu.
"Kau agresif sekali nona."
"Bukan, aku yang agresif tapi kau tua.... emmmhh emmmmhh." belom selesai Jiao naa berbicara, Chen Yu langsung mencium bibir Jiao Naa lagi dengan lembut.
A**ku tidak akan melepaskanmu Yiwen. Kau harus menjadi milikku. Batin chen yu.
Chen Yu masih ******* bibir Jiao Naa sedangkan tangan kiri Chen Yu memegang kedua tangan Jiao Naa diatas kepalanya. Jiao Naa mulai merasakan terjadi sesuatu dalam dirinya.
Chen Yu mencium bibir Jiao Naa semakin dalam dan dalam. Dia memasukkan lidah kedalam mulut Jiao Naa dan mereka saling berpangutan.
Wajah Jiao Naa semakin memerah entah karena apa?. mereka saling berciuman, Jiao Naa tidak dapat mengontrol dirinya begitupun dengan Chen Yu.
Dalam diri Jiao Naa.
"Jangan dilanjutkan lagi, kamu belum mengenal orang ini. memberontak lah sebelum terlambat." Ucap setan putih.
"Lanjutkan saja. Kapan kau dapat menikmati pria tampan ini. hihihihi. Berbadan bagus dan sangat rupawan." ucap setan merah.
"Jangan dengarkan dia, berontaklah Jiao Naa berontak cepat berontak." ucap setan putih.
"Lanjutkan saja Jiao Naa. Jangan perdulikan dia." ucap setan merah
Setan merah dan putih bertengkar dalam pikiran Jiao Naa, entah siapa yang menang. Chen Yu menurunkan ciumanya keleher Jiao Naa.
Jiao Naa semakin memanas, ia langsung meletakkan kedua tanganya dipundak Chen Yu.
Bersambung..............
__ADS_1