
sesampainya di kamar jiao naa duduk di ranjang. hatinya tidak tenang seperti ada yang mengawasi dia. tak selang berapa lama jiao naa melihat ke atap dia melihat ada bayangan hitam diatas genting itu.
"bayangan apa tadi kenapa seperti mengawasi aku terus??" pemikiran jiao naa.
waktu tengah malam jiao naa diam diam keluar dari kamarnya. dia melihat nenek tua yang menolongnya juga keluar dan membawa barang bawaan.
nenek itu mengawasi sekeliling entah apa yang dibawanya sampai sampai ia tidak ingin siapapun mengetahuinya. jiao naa mengikuti dari jauh.
dia mengikuti sampai di hutan yang anehnya lagi hutan itu tidak seperti hutan biasa.
jiao naa melihat ke layar ponselnya, dia terkejut karena gak ada jaringan sama sekali. jiao naa semakin bingung apa yang terjadi padanya.
aiiihhhhh kenapa dengan tempat ini yha, kalau ini beneran tempat syuting kenapa gak ada jam istirahat dan disini seperti asli bukan tempat syuting. ahhhhhhhh pusing sekali aku. apa jangan-jangan aku beneran melintasi waktu yha. batin jiao naa.
di tengah lamunannya, jiao naa melihat nenek itu sampai di gubuk dia melepaskan pakainya betapa terkejutnya dia nenek itu ternyata seorang laki-laki yang menyamar. kemudian datang segerombol orang menghampiri laki-laki itu.
"salam hormat kepada ketua" ucap segerombolan orang itu.
"bagaimana apa kalian sudah mendapatkan informasi tentang orang itu".
__ADS_1
"belom ketua, mata-mata yang kami kirim banyak yang meninggal disana ketua" ucap pemimpin kelompok itu sambil membungkuk.
"bodohh kenapa anak buahmu tidak becus melakukan itu. sialan"
"maafkan kami ketua" ucap salah satu segerombolan orang itu.
"kalian tahu kan aku tidak suka akan kegagalan jadi hukuman apa yang pantas buat kalian" ucap ketua itu.
"maafkan kami ketua kami akan berusaha lagi"
"ahhhh kalian gak berguna mending kalian pergi keneraka saja" ketua itu mehunuskan sebuah pedang dan menghabisi segerombolan orang itu dengan sangat kejam.
"sialan tunggu saja kau akan kuhancurkan kamu. tinggal menunggu apa kelemahanmu saja musuhku" ucap ketua itu dengan percaya diri. ha ha ha ha ha ha ha ha suara itu menggema dihutan.
kretek..... tanpa sengaja jiao naa menginjak ranting kayu.
"siapa disana keluar" ucap ketua itu dengan nada marah.
"gawat habislah aku kalau sampai ketahuan bisa-bisa kau di cincang habis-habisan oleh dia. yha tuhan selamatkan aku"batin jiao naa.
__ADS_1
dia masih gematar jiao naa lari se kencang kencangnya supaya dia tidak ketahuan oleh ketua itu, namun apa daya dia tertangkap juga.
"mau lari kemana sayang setelah kamu melihat semua tadi, apa kamu akan membocorkan rahasia ini ke warga desa yang lain hemmm" ucap ketua itu sambil memegang tangan jiao naa dengan erat.
"awwww sakit tuann lepaskan sakit tuan. saya berjanji tidak akan melaporkan apapun kepada warga desa. saya berjanji" jio naa.
"hehhh sayang saya gak percaya cuman mulut orang yang sudah mati yang bisa di percaya" ketua sambil tersenyum licik.
"apa aku akan di bunuh disini. yha tuhan selamat kan aku . pikir jiao naa ayo mikir apa yang harus kamu lakukan" guman jiao naa. jiao masih kesakitan karena tanganya di pegang erat.
"tolong tuan percaya dengan saya" jiao naa.
"aku bisa percaya kalau kamu mau melakukan satu hal untukku" ketua
gadis ini lumayan juga wajahnya sangat cantik bagaikan sinar bulan.
"melakukan apa tuan " jiao maa penasaran.
"kamu akan tau nanti" ketua.
__ADS_1
kena sekarang kau gadis cantik sepertinya istriku akan bertambah satu lagi Hehehehehe. kalau angelina menyetujui aku memiliki satu orang selir lagi.
TBC..