Menembus Waktu Demi Cinta

Menembus Waktu Demi Cinta
Episode 25


__ADS_3

Chi zhi langsung duduk ditempat tidurnya sendiri sambil wajahnya berseri-seri. Jiao Naa yang melihat tingkah laku sahabatnya itu mulai merasakan ada yang aneh dengan sahabatnya. Dia merasa kalau sahabatnya sedang sakit.


"Hey, Chi-chi kenapa dengan kamu, apa kamu salah makan obat atau ada sesuatu yang terjadi dengan dirimu?."


"Ahhh Jiao naa kenapa mulutmu begitu cerewet sekali hari ini. Aku barusan bertemu dengan pujaanku dan aku bahagia sekali."


"Apa kamu sudah mempunyai kekasih ??, sejak kapan dan kapan kalian bertemu ??. Apa dia tampan, seperti pangeran berkuda yang seperti kamu impikan."


"Apaan sich kamu, dia adalah seseorang yang kita temui dikedai itu Jiao Naa. Namanya dia Xiao ding. Kita pernah bertemu di tepi sungai saat kamu dan orang itu sedang asik berdebat."


"Ohhhh, jadi kamu sibuk kencan dengan dia, sementara meninggalkan aku, sahabatmu disana dengan orang itu. orang sialan itu. Bagussss..."


Jiao Naa langsung menarik telinga Chi Zhi dengan pelan. Namun Chichi hanya bisa tersenyum saja. Karena ia sudah tau apa yang terjadi dengan Jiao Maa dan Chen yu. Selama Jiao Naa terjatuh Chichi yang awalnya akan jalan-jalan tapi ia membatalkan niatnya.


Ia langsung kembali ketempat dimana sahabatnya itu terjatuh. Ehhhh gak di sangka ternyata ia menemukan hal yang mengejutkan ditaman itu. Ia melihat sahabatnya itu sedang bermesraan ditaman tersebut. Dan dalam masa itu ia hanya bisa menonton dibalik pohon.


"Udah ahhh Jiao naa ayok kita tidur dan besok ayo kita jalan-jalan dikota ini. Katanya besok akan ada festival disini."


"Festival apa itu ???."


"Udah lah besok kamu juga akan tahu."


Jiao Naa dan Chi zhi pun tidur ditempat tidur masing-masing. Dalam tidur Jiao Naa, ia bermimpi menungangi kuda putih yang indah. Dirinya bersama dengan seseorang tertawa bahagia diatas kuda. Dan ternyata orang yang ada dalam mimpi Jiao naa adalah Chen Yu.

__ADS_1


Dalam mimpi Jiao Naa........


"Akhirnya kita bisa saling memiliki satu sama lain dan kita tidak akan ada lagi yang bisa memisahkan kita." ucapan Chen yu di telinga Jiao Naa.


"Iyha Jendralku yang terhormat, aku akhirnya bisa mendapatkanmu dan mendapatkan hatimu." Ucapan Jiao Naa sambil tertawa bahagia dipadang rumput yang luat dan hijau.


"Sayang, apa kamu akan mempunyai istri lain selain diriku kalau misalkan aku tidak ada dalam masa ini???." Jiao Naa tiba-tiba melontarkan pertanyaan itu.


"Tidak akan, dalam masa ini, masa sekarang dan masa yang akan datang aku hanya akan menjadi milikmu. Walaupun kamu nanti sudah tidak ada dan bahkan sudah hilang dimasa ini, aku hanya akan memiliku satu wanita yaitu kamu."


Ucapan Chen Yu itu membuat Jiao Naa lebih bahagia akhirnya ia menemukan seseorang yang tepat untuk ia nikahi. Tanpa aba-aba Jiao Naa langsung memegang leher Chen Yu dan mencium lembut bibir Chen Yu. Mereka berciuman diatas kuda putih itu.


DiKenyataan, ternyata hari sudah pagi Chi zhi bangun duluan dan ia melihat sahabatnya masih tertidur pulas. Ia memerhatikan Jiao Naa yang memeluk bantal sambil mencium bantal tersebut. Chi Zhk yang melihat itu langsung tertawa.


Chi zhi langsung bangun dan mencoba membangunkan Jiao Naa. Namun, tanganya malah ditarik Jiao Naa dan ia pun dicium oleh Jiao Naa.


"Akhhhhh apa kamu sudah gila. ihhhhhhh kita sama-sama perempuan."


Tanpa ragu-ragu Chi Zhi langsung melempar tubuh Jiao Naa hingga terjatuh dari atas ranjang. Akhirnya Jiao Naa terbagun dan merasakan tubuhnya sakit. Ia menyadari kalau ia terjatuh dari ranjangnya.


Jiao Naa melihat Chichi sedang bangun dari tempat tidurnya dan berjalan kekamar mandi dengan ekspresi sedikit kesal.


Ada apa dengan dirinya kenapa ia cemberut begitu. Ehhh kenapa aku ada dibawah bukanya aku ditempat tidur tadi malam. Guman Jiao Naa.

__ADS_1


Jiao Naa bangkit dan ia menunggu Chichi dari kamar mandi. Setelah Chichi keluar ia pun langsung kekamar mandi.


Setelah selesai Jiao naa keluar dan keluar kamar menyusul Chichi.


"Kemana bocah ini pergi, katanya mau mengajak jalan-jalan hari ini." Jiao naa heran tidan biasanya temanya seperti ini.


"Heyyyy sudah mandi kau, makan ini cepat kita akan jalan-jalan hari ini." Chichi kembali kekamar membawa rotu bakpau dari kedai makanan.


"Ehhhh kau darimana tadi dan kenapa mukamu seperti sesang kesal begitu. Apa kekasihmu menduakan kamu yha."


"Tidak ada, aku hanya kesal denganmu kenapa kamu mengambil ciuman pertamaku, kan seharus itu milik kekasihku."


"Hahhhhh kapan aku mengambil itu dari mu." Jiao Naa heran dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu.


"Heyyyy kamu tadi mimpi apa sampai-sampai bantalpun jadi sasaran. Kamu cium-cium dan kamu peluk bahkan aku yang mau membangunkan kamu jadi sasaranmu juga."


"Apa, aku aku aku tadi mimpi....."


Jiao Naa teringat dengan mimpinya itu dan ia melihat sahabatnya. Ia merasa malu dengan dirinya kenapa ia bisa melakukan ith didepan sahabatnya.


Pasti ini gara-gara orang sialan itu yang menciumku dengan gerobohnya. Kalau sampai aku bertemu denganya aku tidak akan melepaskanya. Batin Jiao Naa.


bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2