
"Ma.....ma....maaf jenderal aku tadi sedang bersama dengan Chi Zhi didanau." jawab xiao ding dengan gemetaran.
"Cepat selidiki semua gerak gerik Pangeran ke-2 dan Pangeran pertama. ingat satu hal ini, selidiki dengan hati-hati!!!!. jika sampai tugas yang kuberikan gagal maka...." belum selesai Chen Yu berbicara sudah dipotong oleh Xiao Ding.
"Ba....baik jendral perintah anda akan aku laksanakan dengan baik. apakah tugas ini dilakukan sekarang jendral???" Xiao Ding.
"Tidak sekarang tapi tahun depan. dasar bodoh." Chen Yu semakin marah.
Apa-apaan kenapa aku bisa memelihara sibodoh ini.
"Tapi kan acaranya kan tinggal 7 hari lagi jendral. Apa gak bahaya kalau baru tahun depan baru penyelidikan???" sontak pertanyaan Xiao Ding ini membuat Chen Yu makin naik darah.
"Xiaooo Dinggg dasar manusia bodoh. otakmu itu kau taruh didengkul apa di kepala haaaaa." teriak Chen Yu sambil melotot.
"tentu saja di kepala jendral bagaimana sih jendral ini" Xiao Ding.
"akkhhhh sekarang aku ingin sekali membunuh mu, (sambil mengepalkan tanganya) kenapa kenapa ??? akhhhhh" Chen Yu mencoba menahan amarahnya.
"Jendral seharusnya kalau mau memulai penyelidikan itu sekarang jenderal supaya diperburuan nanti tidak terjadi apa-apa, Bagaimana saranku jendral." Xiao Ding.
__ADS_1
kata-kata Xiao Ding ini semakin membuat chen yu marah, sehingga ia membentak Xiao Ding dengan keras.
"Kalau bukan sekarang memangnya kapan lagi....akkhhhhh dasar bodoh. cepat selidiki sekarang sebelum aku potong lehermu." Chen Yu menghunuskan pedangnya ke Xiao Ding.
"Baik jendral. Maafkan aku, salam jendral" Xiao Ding langsung melesat dengan cepat.
kenapa dia bisa sebodoh ini sekarang. heran aku. Seandainya ia bukan kaki tanganku, pasti sudah aku tonjok itu mukanya. Batin Chen Yu.
Xiao Ding pergi menyelidiki pangeran pertama dan selanjutnya ke pangeran ke-2. Pangeran pertama tidak menyadari kalau ia sudah di awasi oleh orang lain.
Pangeran pertama sedang menuju ke istana Tianjiang. Xiao Ding dengan lihai ikut menyamar menjadi pengawalnya. sedangkan untuk penyelidikan pangeran ke-2, Xiao Ding memerintah bawahannya untuk pergi.
Sambil menunggu Xiao Ding membawa berita penyelidikan, Chen Yu berlatih pedang dihalaman belakang kediamanya. Ia melihat pohon dimana Jiao Naa pernah menyusup kekediamanya.
Tanpa di duga-duga ternyata Jiao Naa sedang jalan-jalan di balik dinding kediamanya. Jiao Naa mendengar ada orang yang sedang berlatih pedang dibalik tembok. Jiao Naa mulai memanjat dinding itu dengan bela dirinya.
Aku harus melihat ada apa didalam sana, tapi kenapa aku seperti pernah ketempat ini sebelumnya??. Tapi, dimana itu???. Ahhh, bodoh amat yang penting aku ingin melihat siapa yang memainkan pedang ini. Celoteh Jiao Naa dalam hatinya.
"Yiwen kenapa kau mau memanjat kesana, apa yang kau lakukan??. bisa-bisa kita dianggap maling. cepat turun dari sana" Chi Zhi.
__ADS_1
"Tidak Chichi aku harus kesana kamu tunggulah aku disini dan jangan kemana-mana, Mengerti !!."Jiao Naa langsung memanjat tembok itu dengan perlahan.
"Yiwen berhenti kita akan terkena masalah nanti kita dikota orang ini." Chi Zhi mencoba memberitahu Jiao Naa.
"Tidak tidak tidak dan tidak." Jiao Naa melanjutkan memanjatnya.
Chi Zhi hanya terdiam melihat sahabatnya susah diomongin. Akhirnya jiao naa mencapai atas tembok dan dia melihat seorang pria gagah sedang latihan pedang.
Siapa pria gagah dan tampan itu yang sedang latihan malam-malam. Otot perutnya, ingin sekali aku menyentuhnya . Batin Jiao Naa dalam hati sambil melongo.
"Chi Zhi, hey sini sini, ada pria tampan dan gagah dibawah sana." bisik Jiao Naa dari atas tembok.
Namun chi zhi tidak meresponya. Jiao Naa terus melihat chen yu latihan pedang. Chen yu yang sedari tadi diawasi Jiao Naa akhirnya sadar. Dia hanya tersenyum melihat ada seorang wanita diatas tembok kediamanya.
Chen Yu memberikan kode kepada seseorang untuk mengeluarkan peliharaanya. Akhirnya elang peliharaan Chen Yu keluar dari kandang dan hinggap di lengan Chen Yu.
Chen Yu pun berbisik ke elang tersebut untuk menjatuhkan Jiao Naa ke bawah. Elang itupun mengerti dan langsung terbang. Jiao Naa masih terpukau dengan paras Chen Yu. Tanpa ia sadari ada elang dan langsung menyambar dirinya. Jiao Naa pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh di hadapan Chen Yu.
Sementara Chi Zhi tidak tau kalau temanya jatuh, ia malah jalan-jalan sendiri dikota itu malam-malam.
__ADS_1
Lebih baik aku tinggalkan kau disini bersama pria tampanmu itu, dan aku akan mencari pria tampan itu yang bersamaku. Batin chi zhi.
bersambung.......