
mata-mata itu ingin mengungkapkan tapi ia tak tau harus bagaimana menceritakannya. mulutnya seakan terkunci ketika ia akan menyebutkan semua tentang jiao naa.
zhao he yang melihat keadaan itu semakin penasaran. dihatinya banyak pertanyaan yang ingin mendapatkan jawabannya. rahasia apa yang telah disembunyikan oleh adiknya itu.
"heiii kenapa kau bengong cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu bingung begitu?" zhao he penasaran sekaligus marah.
"be be be begini ketua no no nona yiwen dicurigai oleh mereka kalau dia adalah mata-mata dari kerajaan musuh. mereka menemukan sebuah pisau yang digunakan untuk menusuk jendral chen yu dann" orang itu menjawab dengan terbata-bata dan dia juga takut ketuanya marah.
"dan dan dan apa kenapa kamu berhenti lanjutkan. aku semakin penasaran dengan adik angkatku, aku tidak ingin dia mengalami sesuatu yang tragis nantinya." nada zhao he semakin tinggi.
"dan tujuan mereka mengutus mata-mata ke kelompok kita juga untuk menangkap nona yiwen, walaupun mereka merahasiakan semua ketua. jendral yang terkenal kejam itu tidak akan mengamuni nona yiwen jika sampai nona yiwen tertangkap ketua"
"ohhhh jadi begitu, kita akan melindungi yiwen semampu kita. aku tugaskan kamu jangan sampai yiwen kenapa-kenapa dan jangan sampai dia tertangkap oleh mereka"
"tapi ketua jika mereka sampai menangkap nona bagaimana"
"maka aku akan melenyapkanmu" zhao he khawatir terhadap adik angkatnya itu.
"baik ketua saya akan melindungu nona dengan sebaik-baiknya. saya akan melindungi adik ketua dengan nyawaku" dia sangat serius mengucapkan itu membuat zhao he tersenyum senang.
"memang kamu adalah satu satunya anak buahku yang paling aku percaya. terimakasih lian xu" zhao sangat senang karena anak buahnya yang ini tidak pernah mengecewakannya.
__ADS_1
setelah perbincangan itu zhao he sedikit tenang karena dia bisa melindungi adiknya, walaupun itu gak akan bisa melindungi adiknya sepenuhnya.
perdebatan antara selir selir zhao he dan jiao naa pun semakin memanas. angelina yang saat itu hanya duduk menikmati tontonan, kini ia semakin muak dengan para selir itu yang semakin merendahkan adik angkatnya.
"cukup kalian semua perdebatan ini sudah cukup sampai disni saja. dan kamu yiwen pergi kekediaman kamu dan tulis semua tata krama nona disini. dan untuk kalian semua pergi kekediaman kalian semua. pergi" bentak angelina yang ikut emosi.
"tapi kan kakak, aku gak salah mereka yang salah. mereka yang mengataiku duluan. mengapa aku harus kena hukuman juga" rengek jiao naa.
mereka yang duluan ngajak bertengkar malah aku terkena hukumanya. kenapa harus aku juga.. benci gue
"sudah yiwen kamu diam dan laksanakan semua perintahku " perintah angelina.
"kakak kenapa kamu kejam pada kita. kan kita benar kak kalau mau hukum hukum aja si j***ng ini kenapa harus menyangkut pautkan kita." protes ketiga selir itu.
"diam kamu, dasar gak tau di untung udah diangkat jadi adiknya ketua sama permaisuri, kamu malah gak tau diri banyak omong. jangan jangan perkiraanku benar ya kamu akan menjerat ketua" ucap selir pertama yang membuat jiao naa semakin memanas.
"kakak untuk ini aku gak bisa tinggal diam. maafkan aku kak aku gak bisa membiarkan mereka semakin menghinaku" jiao naa menatap mata angelina dengan tajam.
"dan untuk kalian, apa kalian gak pernah belajar sopan santun terhadap sesama perempuan? apa kalian gak pernah diajarkan tata krama oleh keluarga kalian ?" jiao naa semakin ingin membunuh mereka semua.
"apa kau bilang. kami ini walaupun begini tapi dari keluarga terpandang bukan kamu dari gelandangan yang memata-matai ketua" balas selir pertama zhao he.
__ADS_1
"iyha kita ini dari keluarga terhormat. sedangkan kamu, kamu pasti dari keluarga gelandangan yang gak punya tempat tinggal dan kamu juga gak punya uang untuk makan makanya kamu bisa untuk merayu ketua" timpal selir kedua.
"tutup mulut kalian kalau tidak aku tidak akan segan-segan lagi" pertarungan adu mulut mereka semakin memanas.
kalau kalian bukan istri dari kakak zhao he aku sudah meracuni kalian dari awal. banyak rencana yang kalian buat untuk menjatuhkan aku.
"apa aku gak dengar kamu siapa?, kamu itu hanyalah adik angkat ya adik angkat dari suamiku bukan adik kandungnya. jadi kami tidak takut kepadamu." balas selir pertama.
"memangnya apa bedanya adik angkat dan adik kandung ketua juga menyanyangi aku seperti adik kandungnya. bukan seperti kalian yang setiap hari mengharapkan kedatangan kakak, tapi...." ejek jiao naa.
"tapi apaa??? kenapa kamu gak melanjutkanya apa kamu takut iyha. walaupun ketua jarang menemui kami tapi ketua tetap menyayangi kamu" timpal selir ketiga.
"iyha, lagian kalau kami adukan penghinaan kamu terhadap kami yang status kami ini tinggi apa kamu bisa menerima hukuman darinya" ledek selir kedua yang semakin membuat suasana memanas.
"hahahahaha kalian mimpi apa?? kamu bukan apa-apa dimata kakak. kalian hanyalah pajangan yang hanya dibutuhkan untuk menguatkan kelompok ini" jiao naa semakin membuat mereka kebakaran rambut.
mereka mau mengetahui status mereka denganku lebih tinggi mana. dari aku kecil sampai sekarang aku selalu yang didahulukan.
"apa kau bilang (PLAAKKK tamparan keras mendarat dipipi jiao naa) kamu bilang kami hanyalah pajangan. kamu ngaca dan sadar diri dong" selir pertama zhao he.
PLANKKK kini tamparan jiao mendarat dipipi kanan selir pertama zhao hee dia semakin marah.
__ADS_1
siapa suruh kamu menamparku duluan sekarang kamu tau gimana rasanya ditampar dengan keras. puas aku.
bersambung......