
chen yu pergi meninggalkan penginapan bai le. dia kembali kekediamanya di tengah pusat kota jianfang. sedangkan xiao ding masih jalan-jalan bersama dengan chi zhi di sebuah danau.
xiao ding mencoba untuk membuka pembicaraan dengan chi zhi.
"nona, kalau boleh tau nona berasal darimana dan kenapa bisa sampai disini" xiao ding.
"aku dari desa teratai dan di culik kesini untuk dijadikan budak atau pelayan. dan untungnya yang membeliku adalah nona yiwen dan dijadikan sahabatnya" chi zhi.
"ohhh begitu ya" xiao ding. ia kehabisan kata-kata karena terlalu gugup dengan teman barunya.
__ADS_1
"hmmmmm. kalau tuan sendiri siapa namanya dan apa hubungan tuan dengan tuan yang tadi" chi zhi.
"ohhh namaku xiao ding dan aku sebenarnya bukan te.........." belom selesai xiao ding berbicara ada seekor burung merpati yang datang.
burung itu menghampiri xiao ding dan dikakinya ada sebuah surat. xiao ding membuka surat itu dan langsung panik. chi zhi yang melihat ekspresi xiao ding penasaran.
"nona kita akan bertemu lagi aku harus kembali dulu. salam" xiao ding langsung pergi begitu saja tanpa melihat chi zhi.
ditempat chen yu, begitu dia pulang ada seseorang memberinya kabar buruk tentang apa yang akan terjadi diperburuan. berita itu membuat chen yu marah karena belom pernah ada kejadian seperti ini.
__ADS_1
"kenapa dia belom datang juga. dasar xiao ding keparat" chen yu marah dan membanting sebuah vas hingga hancur semua.
kenapa.....kenapa harus terjadi seperti ini berani-beraninya dia akan melakukan hal itu...akhhhhh sialan.
chen yu terus menggertu dalam hatinya.
xiao ding yang datang kekediaman tuan nya merasakan ada sesuatu yang akan terjadi. dia berjalan menuju ruang kerja chen yu dan langsung memberi hormat.
"salam jendral" xiao ding memberi salam dengan jongkok.
__ADS_1
"kemana saja kau, apa aku seperti ibumu yang harus mencarimu setiap kali ada kepentingan. apa kau tau apa yang akan terjadi diperburuan nanti" chen yu memarahi xiao ding.
bersambung.....