Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?

Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?
12


__ADS_3

Jam makan siang akhirnya tiba, lalu Dani dipanggil ibunya untuk makan siang sehingga pria itu akhirnya membuka pintu menuju balkon.


"Hei,, waktunya makan siang, tinggalkan teropong itu dan turunlah ke ruang makan," ucap Dani sambil memperhatikan Amelia yang sedari tadi terus fokus melakukan teropong pada rumah dokter Irfan.


"Hm,, Aku akan menyusul nanti, Tapi kalau kau mau berbaik hati, Tolong bawakan saja makan siangku kemari," ucap Amelia benar-benar membuat Dani menggertakan giginya dengan kelakuan perempuan itu.


Perempuan itu yang menumpang menjadi penguntit di rumahnya, dan sekarang mau numpang makan pun harus dilayani???


Tetapi Dani tidak mengatakan apapun dan dia hanya meninggalkan perempuan itu lalu turun ke meja makan dan mengambil beberapa makanan untuk dirinya dan Amelia.


Ibu Dani yang melihat itu mengerutkan keningnya menatap putranya sambil berkata, "Apa yang kau lakukan? Di mana Amelia? Apakah kalian bertengkar lagi dan kau tidak mau mengajaknya untuk makan bersama?"


Dan yang mendengar pertanyaan ibunya langsung mengangkat wajahnya menatap Ibunya, "Ahh,, kami akan makan di kamarku jadi aku akan membawanya ke atas. Oya Bu, Apakah ibu mengenal orang yang tinggal di depan rumah kita yang pagarnya warna biru itu," ucap Dani sembari menatap ibunya karena mungkin saja ia bisa mendapat sedikit informasi dari ibunya.


Setidaknya, dia bisa membantu Amelia jika perempuan itu memang melakukan sesuatu yang penting dan berguna.


Sang Ibu yang mendengarkan pertanyaan putranya langsung mengerutkan keningnya karena pertanyaan tiba-tiba putranya yang menjadi penasaran terhadap tetangga mereka, Padahal selama mereka tinggal di rumah itu, satu kali pun Dani tidak pernah menanyakan tentang tetangga mereka.

__ADS_1


Jadi, perempuan itu berkata, "Kenapa kau tiba-tiba menanyakan tentang dokter Irfan?"


"Ahh, jadi ibu tahu kalau dia adalah seorang dokter? Apakah masih ada sesuatu yang Ibu ketahui tentang dokter itu?" Tanya Dani dengan bersemangat.


Melihat anaknya yang bersemangat menanyakan tentang dokter Irfan, maka perempuan bernama Anika semakin bingung dengan tingkah pria itu.


Jadi, perempuan itu kemudian berkata, "kau ini aneh, tiba-tiba menanyakan tentang tetangga kita, apalagi seorang pria tua yang sudah menikah tiga kali."


"Ahh ibu,, ayolah, beritahu aku apapun yang Ibu ketahui tentang tetangga itu, selain dia menikah sebanyak tiga kali, apalagi yang Ibu ketahui tentangnya?" Tanya Dani kini memohon pada ibunya membuat Anika semakin bingung dengan sikap putranya yang tiba-tiba ingin mengetahui hal-hal tentang orang lain, apalagi orang itu adalah seorang pria yang sudah tua.


"Meninggal dunia?" Tanya Dani yang kini merasa bingung bahwa pria itu punya tiga istri dan setiap kali istri-istrinya melahirkan, malah semua bayi Mereka meninggal?


"Hm,, seandainya bayi Mereka terus lahir dengan selamat, maka saat ini anaknya mungkin sudah lebih dari 20 Karena istrinya sudah tiga dan sekarang akan menikah lagi untuk keempat kalinya." Ucap Anika benar-benar mengejutkan Dani.


Sekarang dia mendapatkan sebuah informasi yang sangat mencurigakan dari ibunya, jadi pria itu merasa bahwa informasi inilah yang sedang berusaha digali oleh Amelia.


Dan meski perempuan itu tidak memiliki alasan khusus untuk mengetahui hal itu, tetapi mengingat sikap Amelia yang memiliki tingkat penasaran dan tingkat ikut campur masalah orang lain yang sangat tinggi, maka pria itu berpikir bahwa Amelia sedang berusaha memecahkan kasus yang membuat dirinya penasaran.

__ADS_1


"Lalu, apalagi yang Ibu ketahui?" Tanya Dani yang kini merasa bahwa dia benar-benar mendapatkan sebuah informasi yang menarik, yang membuat sedikit rasa penasarannya juga kini berkembang dalam hatinya.


"Ahh,, tidak ada lagi, sekarang Kau pergilah ke kamarmu karena Amelia pasti sudah lapar," ucap Anika lalu perempuan itu berbalik memunggungi putranya sebagai pertanda bahwa dia tidak ingin lagi membicarakan apapun tentang dokter Irfan.


Melihat ibunya yang tidak mau lagi menceritakan apapun, maka Dani menghela nafas lalu dia kemudian naik ke lantai atas sambil membawa makanan untuk dirinya dan Amelia.


Tetapi tentu saja, pria itu juga merasa heran dalam hati mengetahui ada seseorang yang sudah menikah tiga kali dan setiap istrinya akan melahirkan maka anaknya pasti meninggal dunia.


Hal itu tidak mungkin kebetulan, Apalagi sudah ada 20 proses kelahiran yang semuanya meninggal???


Namun, begitu dia masuk kamar dia tidak terlalu mengingatnya lagi dan hanya meletakkan makanan itu di meja balkon lalu menatap Amelia, "kemarilah dan makan, hentikan penguntitmu itu karena kau benar-benar terlihat seperti orang stres yang tidak memiliki pekerjaan!" Kata Dani dengan tegas sembari mengambil sendok dan garpunya.


"Hah,," Amelia menghela nafas dengan panjang lalu perempuan itu kemudian duduk di depan Dani sambil meneguk air putihnya dan sesekali juga melihat ke kediaman dokter Irfan.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2