
Sementara dia sendiri, dia merasa bahwa pergaulannya baik-baik saja dan tidak perlu diajari oleh siapapun.
Jadi pria itu kemudian berdiri dan hendak meninggalkan dapur agar terhindar dari ceramah ibunya ketika ibunya yang melihat itu kemudian menggelengkan kepalanya.
"Di situ ada kopi dan teh yang sudah ibu buat, antar lah pada ayahmu dan juga pada Amelia," ucap Anika.
Meski agak kesal dengan ibunya, tetapi melihat minuman yang telah dibuat oleh ibunya, maka pria itu kemudian mengambil minuman tersebut dan naik ke lantai atas membawa nampan berisi minuman.
💮💮💮
Setelah membawakan minuman untuk ayahnya, pria itu lalu pergi ke kamarnya sembari memperhatikan lantai bawah di mana Dia melihat ibunya yang sedang bercakap-cakap bersama dengan Bibi yang bekerja di rumah mereka.
Melihat itu, maka Dani kemudian meletakkan teh milik Amelia di atas meja dan dia berlari ke lantai bawah sambil menjaga agar sendalnya tidak menimbulkan suara.
Setelah tiba di lantai bawah, pria itu kemudian mengumpet sambil mendengarkan percakapan kedua orang yang ada di dapur, dia berharap akan mendapat sebuah informasi lewat menguping pembicaraan kedua orang itu.
"Hah,,, anak itu memang menjadi anak senja kemarin malam, entah apa yang ada di pikirannya hingga dia mulai tertarik mencari tahu tentang apa yang dilakukan oleh dokter Irfan. Aku jadi khawatir padanya," ucap Anika.
"Kalau begitu, sebaiknya Nyonya bicara pelan-pelan dengan Putra Nyonya, mungkin saja dengan begitu dia akan mengerti bahwa sangat mengerikan untuk mencari tahu segala sesuatu tentang dokter Irfan." Ucap bibi yang bekerja di rumah tersebut langsung membuat Dani menjadi yakin bahwa ada sesuatu yang benar-benar aneh dengan dokter Irfan hingga membuat Ibunya dan Bibi yang bekerja di rumahnya bercerita seperti itu.
__ADS_1
Tetapi ketika dia terus mengumpet di sana untuk mendengarkan apa yang terjadi, maka dia hanya mendengarkan percakapan yang tidak penting lagi hingga pria itu kemudian berpikir untuk meninggalkan tempat itu sebelum ketahuan oleh ibu dan bibinya bahwa dia berusaha mendengarkan percakapan mereka.
Begitu dia tiba di kamarnya sendiri, dia melihat Amelia sedang sangat serius mengamati kediaman dokter Irfan hingga pria itu kemudian bergabung bersama Amelia di balkon.
"Apa kau menemukan sesuatu?" Tanya Dani.
"Aku tidak menemukan sesuatu, tapi aku melewatkan sesuatu. Kemarin malam terjadi sesuatu disana, tapi aku kemarin tertidur hingga tidak bisa mengetahuinya." Ucap Amelia dengan nada suara yang begitu menyesal setelah Dia kehilangan kesempatan untuk melihat gerak-gerik orang yang ada di kediaman yang ia awasi.
Dani yang mendengar itu kemudian menghela nafas, "Kau tidak perlu mengawasinya sepanjang hari, karena pasti di siang hari mereka tidak akan bergerak. Cepat minum teh mu ini sebelum Ibuku datang kemari untuk mengeceknya," ucap Dani langsung membuat Amelia menghela nafas.
Tetapi karena dia tahu bahwa omongan pria itu benar, maka perempuan itu meninggalkan teropongnya lalu duduk bersama dengan Dani menikmati minuman hangat mereka di pagi hari.
"Setelah kita sarapan," ucap Amelia sembari berdiri meninggalkan tehnya lalu perempuan itu beranjak ke dapur untuk membantu tantenya memasak.
Dani yang melihat itu kemudian tersenyum, "Dasar perempuan ceroboh," ucap Dani mengambil teh milik Amelia lalu dia mengikuti perempuan itu ke dapur supaya perempuan itu tetap bisa meminum tehnya meskipun sedang memasak bersama dengan orang-orang di dapur.
Setelah selesai memasak dan juga selesai sarapan, maka Amelia berpamit pada tangkainya sebab Dia akan pergi ke rumah mengambil beberapa barangnya agar dia bisa tinggal di tempat itu.
Saat itu juga, Dani yang sangat penasaran dengan saudara kembar Amelia langsung mengikuti perempuan itu dan mereka menggunakan satu mobil untuk pergi ke rumah Amelia.
__ADS_1
"Ibu!!" Ucap Amelia ketika dia melihat ibunya lalu perempuan itu memeluk ibunya sebentar sebelum berlari ke dalam rumah menuju ke lantai atas di mana kamarnya berada.
Sementara Dani yang ditinggalkan, pria itu langsung menyapa tantenya lalu mereka berdua duduk di ruang tamu sambil menunggu Amelia selesai mengambil barang-barangnya.
"Jadi kemarin malam Amelia menginap di rumahmu?" Tanya Rosiana pada pria muda yang ada di depannya.
"Iya Tante," jawab Dani dengan sebuah senyum ramah terukir di bibirnya.
"Dia tidak membuat masalah di rumahmu kan? Biasanya di rumah ini dia selalu menjadi biang masalah hingga membuat ayahnya begitu pusing dengan kelakuannya. Dia seorang perempuan tapi sikapnya tidak ada perempuan-perempuannya," ucap Rosiana sambil menggelengkan kepalanya mengingat kelakuan putrinya yang setiap hari terus saja membuat ayahnya menjadi marah hingga mereka berdebat.
Dani yang mendengarkan cerita tantenya hanya bisa tersenyum dan dia sudah bisa membayangkan apa yang dilakukan oleh perempuan itu hingga membuat ibunya bahkan menggelengkan kepala terhadap gadis itu.
Lalu Dani kemudian berkata, "Sepertinya dia takut pada Ibuku, makanya dia tidak membuat masalah di rumah. Aku dengar ternyata dia memiliki seorang saudara kembar yang saat ini dirawat di rumah sakit?"
Rosiana menganggukkan kepalanya, "hah,,, itu benar, dia sebenarnya adalah anak angkat kami, tapi Tante sudah menganggapnya sebagai anak kandung. Jadi, kalau bisa kau jangan terlalu banyak membahas tentang masalah itu dengannya, karena dia juga pasti sedih setelah tahu bahwa Dia bukan anak kandung kami." Ucap Rosiana yang sangat menyayangi Amelia hingga dia berharap perempuan itu terus bahagia.
Dani yang mendengarkan ucapan tantenya kemudian menganggukkan kepala, "Aku tidak akan menanyakan nya lagi dan aku juga akan berusaha supaya dia tidak terus mengingat hal itu." Ucap Dani akhirnya membuat Rosiana menjadi tenang.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️