Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?

Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?
21


__ADS_3

Begitu tiba di kamar Dani, Amelia langsung mengawasi kamar dokter Irfan, sementara Dani duduk di dalam kamar sembari mendengarkan apapun yang terekam oleh alat perekam yang telah ditempelkan pada mobil dokter Irfan.


"Tidak ada apapun yang terjadi, Bahkan aku tidak melihat sedikitpun kedua orang itu keluar dari rumah," ucap Amelia kemudian meletakkan teropongnya lalu dia masuk ke dalam kamar melihat Dani yang sedang fokus mendengarkan suara yang ditangkap oleh alat perekam suara mereka.


"Bagaimana denganmu?" Tanya Amelia sembari duduk di samping Dani langsung membuat Dani menggelengkan kepalanya.


"Hanya suara burung kecil saja yang terdengar," ucap Dani sembari menyandarkan dirinya pada sandaran kursi lalu pria itu kemudian menatap Amelia yang tampak menghela nafas.


"Kita harus mengetahui kapan waktu kelahiran yang dikatakan oleh pria itu, tapi ini sangat sulit untuk mencari tahunya!!!" Ucap Amelia yang benar-benar kesal dan sudah tidak sabar untuk mendapatkan kebenaran serta apa yang sebenarnya dilakukan oleh pria itu.


"Itu,, Kenapa kau tidak menelpon ibumu dan menanyakan padanya Kalau mungkin saja saat kau diadopsi oleh mereka, mereka mungkin bertemu dengan dokter Irfan di hari kelahiranmu juga. Kalau apa yang kukatakan ini benar, maka apa yang direncanakan oleh dokter Irfan kali ini Mungkin saja dia berniat lagi untuk menjual seorang bayi lalu memanipulasi kematiannya sebagai kematian saat melahirkan." Ucap Dani benar-benar membuat Amelia mengganggukan kepalanya.


Perempuan itu merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Dani sangat masuk akal, sehingga dia cepat-cepat berjalan ke arah tasnya dan mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Perempuan itu cepat-cepat menelpon ibunya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...

__ADS_1


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


*Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon.*


Suara operator membuat Amelia menekan tombol reject lalu perempuan itu kembali menelpon ibunya untuk kedua kalinya.


Tetapi, karena saat itu ibunya sedang sibuk memasak di dapur, maka tidak ada yang mengangkat teleponnya hingga membuat Amelia kemudian beralih menelpon Abigail.


"Ahh, tante, Aku ingin bertanya sesuatu," ucap Amelia sembari mengubah mode setelan ponsel tersebut ke mode speaker agar dia dan Dani bisa sama-sama mendengarkan percakapan dengan Abigail.


"Ahh,, Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Abigail dari seberang telepon.


"Itu, dulu saat tante mengadopsi saudara kembarku, apakah dulu itu tante pergi ke tempat acara melahirkan orang tuaku?" Tanya Amelia yang begitu gugup untuk mendengar jawaban dari seberang telepon.


"Ahh,, iya, saat itu, 9 bulan sebelumnya kami sudah berpura-pura hamil, lalu saat melahirkan, maka kami pergi ke sana dan mengakhiri masa pura-pura hamil lalu mendapatkan seorang bayi yang baru lahir. Dengan begitu, maka kami tidak memerlukan surat adopsi, karena di surat kelahiran saudara kembar mu dia adalah anak kandung kami, karena saat itu aku tercatat melahirkan." Ucap perempuan dari seberang telepon benar-benar membuat wajah Amelia memucat dan tubuhnya agak gemetar memikirkan masalah tersebut.

__ADS_1


Dani yang melihat bahwa Amelia tak akan bisa berbicara lagi kemudian berkata, "kalau begitu ucapan tante yang mengatakan bahwa kedua orang tua dari bayi yang kalian adopsi itu meninggal bagaimana?"


"Ahh,, masalah itu, dokter Irfan mengatakan bahwa ada kelainan pada Ibu dari yang mengandung itu, jadi dia pasti akan meninggal pada proses melahirkan Oleh sebab itu dia dengan percaya diri menyuruh kami untuk berpura-pura hamil," ucap Abigail dari seberang telepon.


Dani yang mendengar itu kemudian memperhatikan lagi Amelia yang tampak terdiam di tempatnya lalu dia berkata, "baik Tante, terima kasih atas informasinya, kalau begitu nanti kami akan menghubungi tante lagi."


"Baiklah," jawab perempuan dari seberang telepon langsung membuat Dani menekan tombol merah pada layar ponselnya.


"Hah, Aku tidak percaya kalau hal seperti itu sudah diperkirakan saja, kalau orang tuaku tahu bahwa kehamilannya akan membunuhnya, maka seharusnya dari awal dia tidak usah berpikir untuk memiliki seorang bayi. Aku yakin ini hanya akal-akalan saja!!!" Ucap Amelia sembari perempuan itu kemudian berdiri meninggalkan Dani, lalu perempuan itu masuk ke kamar mandi dan melampiaskan amarahnya.


Dani yang melihat itu tidak mengatakan apapun kau mah tetapi pria itu hanya keluar dari kamar mengambil cemilan yang selalu disediakan di dalam kulkas lalu membawanya ke kamar.


Ia berharap setelah perempuan itu selesai menumpaskan semua amarahnya, maka dia akan menjadi lebih tenang saat makan cemilan yang ia siapkan untuk perempuan itu.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2