Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?

Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?
7.


__ADS_3

Di sebuah Rumah sakit xx..


Amelia berdiri sambil memegang sebuah surat di tangannya dan melihat hasil tes DNA yang tertera di sana.


"Hiks,, hiks,, hiks,,," Amelia langsung runtuh di pelukan ibunya setelah mengetahui bahwa dia dan gadis bernama Herdiana ternyata secara DNA memang merupakan saudara kembar.


4 orang dewasa yang ada di sana juga sangat terkejut dan mereka tengah turut sedih untuk kedua saudara kembar yang telah dipisahkan itu Jadi mereka berusaha menghibur Amelia.


"Hiks,, hiks,, ibu,,, ibu,,," Amelia trisak memeluk Rosiana dengan Rosiana yang terus mengusap punggung perempuan itu.


"Jangan khawatir, Ibu ada di sini dan semuanya akan baik-baik saja. Saudara kembarmu pasti akan segera sembuh," ucap Rosiana diikuti oleh semua orang yang berusaha menghibur Amelia.


Amelia menganggukkan kepalanya sambil menyikapi air matanya lalu perempuan itu kemudian melihat ke arah ranjang di mana saudara perempuannya sedang terbaring dengan tubuh yang dipenuhi alat-alat medis.


Perempuan itu masih benar-benar tak percaya bahwa ternyata dia memiliki seorang saudara kembar yang telah lama berpisah dengannya bahkan sudah berpisah sejak mereka lahir.

__ADS_1


Bahkan lebih parahnya lagi mereka berdua memiliki nasib yang sama yaitu sama-sama dijual demi uang senilai 1 miliar.


Memikirkan hal itu, maka sebuah perasaan dendam tumbuh di hati Amelia karena tentunya dia tidak terima dengan kedua orang tuanya yang telah menjual mereka seperti itu.


"Aku ingin tahu di dokter kandungan mana kalian mengadopsi aku dan saudara kembarku, karena aku ingin mencari kebenaran tentang Mengapa orang tua kami membiarkan kami dijual oleh dokter kandungan itu," ucap Amelia yang merasa begitu marah terhadap kedua orang tuanya yang sudah membuang mereka.


Ke-4 orang dewasa yang ada di sana saling berpandangan satu sama lain lalu Simon kemudian berkata, "kami mengadopsimu dari seorang dokter kandungan bernama Dokter Irvan."


David pun menganggukkan kepalanya, "benar, dokter Irvan adalah dokter kandungan yang melakukan praktek di ibukota, saat itu ibumu kesusahan untuk hamil Jadi kami pergi ke sana dan mendapati bahwa ternyata ayah mandul. Lalu setelah itu dia menawari kami untuk melakukan adopsi karena kebetulan saat itu katanya ada seorang anak yang kehilangan orang tuanya dan butuh untuk diadopsi. Dokter itu menawarkan kami dengan harga 1 miliar." Ucap David dengan wajah yang sendu menata putrinya yang tampak begitu marah.


"Baiklah, nanti aku akan mencari tahunya," ucap Amelia yang benar-benar dendam terhadap orang tuanya dan juga dokter kandungan yang telah menjualnya.


Amelia menganggukkan kepalanya memeluk ibunya dan meski dia juga merasa marah pada ayah dan ibu angkatnya karena sudah meraziakan masalah itu sejak lama, Tetapi dia tidak bisa membenci mereka karena dia sangat menyayangi kedua orang tuanya itu.


Maka, setelah semuanya jelas, David dan istrinya kemudian berpamit untuk pulang ke rumah sebab Rosiana perlu beristirahat, sementara David juga harus bekerja.

__ADS_1


"Maaf karena aku hanya bisa mengantar ayah dan ibu sampai sini, aku akan menemani dulu saudara kembarku Lalu nanti aku akan kembali ke rumah." Ucap Amelia diangguki oleh Rosiana.


"Ibu mengerti tapi kau harus menjaga kesehatanmu karena kesehatan sangatlah penting. Kau tidak boleh kelelahan dan jika butuh sesuatu, kau harus mengatakannya pada ayah dan ibu," kata Rosiana yang merasa cemas pada putrinya.


Bagaimanapun, Dia sangat cemas pada perempuan itu karena baru beberapa waktu yang lalu perempuan itu terjatuh ke jurang lalu pergi ke luar negeri dan kembali lagi oke negara mereka.


Perempuan itu juga terus menunggu saudara kembarnya selama proses tes DNA dilakukan oleh pihak rumah sakit sehingga Rosiana jelas tahu bahwa tenaga perempuan itu telah terkuras banyak selama beberapa waktu terakhir.


Tetapi Amelia yang mendengarkan ucapan ibunya langsung menganggukkan kepalanya, "Jangan khawatir, aku pasti akan menjaga diriku dengan baik." Ucap Amelia kemudian diangguki oleh ibunya lalu kedua perempuan itu kembali berpelukan sebelum akhirnya Rosiana dan suaminya memasuki mobil lalu meninggalkan rumah sakit.


Setelah melihat kepergian Ayah dan Ibunya, maka Amelia kembali ke kamar Herdiana dan melihat perempuan itu masih terbaring dengan lemas.


Abigail yang berada di sana kemudian berkata, "kau tenang saja, saudara kembarmu adalah anak yang sangat kuat, dia pasti bisa melalui semua ini."


Amelia menganggukkan kepalanya, "Aku percaya itu," ucap Amelia.

__ADS_1


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️


__ADS_2