
Dua minggu akhirnya berlalu, saudara kembar Amelia sudah keluar dari rumah sakit dan perempuan itu masih menginap di rumah Amelia sebab masih membutuhkan kontrol beberapa waktu sampai akhirnya diperbolehkan untuk kembali ke luar negeri.
Dan terlebih, kasus Dokter Irfan belum selesai dan bukti serta korban-korban masih sedang di selidiki serta tersangka yang terus bertambah dari berbagai pihak.
Baik kalangan pemerintah maupun kalangan kepolisian dan juga orang-orang lainnya yang ikut andil bagian dalam menutupi perbuatan dokter Irfan, semuanya sedang diselidiki di pengadilan.
"Aku harap kasusnya segera selesai," ucap Herdiana yang mana setiap hari mereka terus berada di depan TV untuk melihat perkembangan kasus dokter Irfan.
Amelia dia yang duduk di samping gadis itu sembari memegang tangan Herdiana ikut menganggukkan kepalanya, "hm,, meski aku merasa agak sedih mengetahui kalau sebenarnya aku adalah anak angkat ayah dan ibuku, tapi aku senang mengetahui kalau aku memiliki seorang saudara kembar," ucap Amelia langsung membuat Herdiana tersenyum lalu mereka kemudian berpelukan.
"Aku juga senang memiliki saudara kembar seperti mu, tapi,, aku merasa agak sedih membayangkan bahwa ternyata kita hanya dihargai senilai satu miliar oleh orang tua kita," ucap Herdiana.
__ADS_1
Kedua orang itu masih terus membahas tentang kesedihan mereka mengingat kelakuan kedua orang tua mereka ketika Abigail yang mendapat telepon dari suaminya langsung menghampiri mereka berdua.
"Sayang, kasusnya sudah terbongkar," ucap Abigail langsung membuat Herdiana dan Amelia menatap perempuan itu.
Abigail lalu menyerahkan iPad pada Herdiana dan Amelia lalu Ketiga orang itu kemudian duduk bersama menatap layar ipad-nya.
"Bagaimana kasusnya?" Tanya Rosiana yang datang dari belakang Ketiga orang itu sembari membawa nampan yang diisi makanan.
"Ahh ini nama ayahku," ucap Herdiana ketika dia melihat nama Simon dan nama Abigail lalu dia kemudian menggeser layar ke arah kanan dan melihat identitasnya.
"Nama ayah asli, Irfan Madagani dan ibu, Dita K," ucap Herdiana langsung membuat semua orang yang ada di sana sangat terkejut dengan tangan Herdiana yang tampak gemetar memegang iPad sebab tentunya dia tak menyangka bahwa ternyata ayahnya sendiri adalah dokter Irfan tersebut.
__ADS_1
Amelia pun merasa tak kuasa mendengar ucapan saudara kembarnya sehingga perempuan itu langsung berbalik dan memeluk Rosiana dan dia menangis tersedu-sedu.
"Hiks,, hiks,, ibu!!!" Amelia benar-benar tak menyangka bahwa dirinya ternyata adalah salah satu dari 20 anak yang diceritakan oleh Dani bahwa mereka semua dikabarkan meninggal dalam proses melahirkan.
Herdiana pun tak berbeda terjauh, dia juga menangis di pelukan Abigail dengan rasa sedih yang benar-benar melingkupi mereka karena tak menyangka bahwa ayah kandungnya ialah pria yang sedang menjadi tersangka dari aksi perdagangan manusia.
Baik Abigail maupun Rosiana tidak mengatakan apapun tetapi mereka hanya membiarkan kedua gadis itu terus menangis di pelukan mereka dan hanya mengelus-ngelus punggung anak gadis mereka.
Tangisan kedua gadis itu belum mereda ketika David yang juga sudah mendapat kabar itu di kantornya dan langsung bergegas kembali ke rumah akhirnya tiba dan pria itu melihat keempat perempuan yang sedang saling berpelukan.
Maka pria itu langsung duduk di sofa dan dia tidak mengatakan apapun namun dia hanya menahan kesedihannya melihat keempat perempuan itu dan terutama mengetahui bahwa anak gadisnya benar-benar dijual langsung oleh ayah dan ibu kandungnya.
__ADS_1