
Begitu Amelia tiba di pelabuhan, dia langsung memarkirkan mobilnya di belakang mobil Dani lalu perempuan itu kemudian masuk ke dalam mobil Dani dan melihat pria itu tampak menikmati secangkir kopi panas.
Pria itu juga menyodorkan secangkir kopi panas pada Amelia sambil berkata, "minumlah ini supaya kau lebih segar."
Amelia mengambil kopi panas itu, lalu dia kemudian menatap ke arah depan sambil berkata, "Sejak kapan mobilnya terparkir di situ?"
"Sejak mereka datang lalu mereka berpindah ke penyu dan mobil itu belum pernah bergerak sampai sekarang, jadi aku mesih tetap di sini menunggu mereka kembali," ucap Dani langsung membuat Amelia menganggukkan kepalanya, lalu dia kemudian menikmati kopinya sambil melihat ke arah depan.
"Jangan-jangan mereka melahirkan di kapal Lalu setelah itu melakukan transaksi di atas kapal?" Ucap Amelia langsung dijawab oleh anggukan Dani, sebab Dia juga berpikiran seperti itu.
Baru saja Dani selesai menganggukkan kepalanya lalu dari seberang laut dia melihat penyu yang kemarin malam ia lihat membawa dokter Irfan bersama dengan kedua perempuan yang bersamanya.
Hal itu langsung membuatnya meletakkan kopinya dan dia mengambil teropong yang ia bawa untuk memastikan bahwa penglihatannya sudah benar dan mereka tidak melihat penyu yang salah.
Dan setelah menggunakan teropong, pria itu memastikan bahwa itu adalah penyu yang ditumpangi oleh dokter Irfan, Oleh sebab itu dia melihat ke samping menatap Amelia yang sedang menyeruput kopinya.
"Itu mereka sudah datang dari sana, kembali lah mobilmu dan pura-pura parkir lebih dekat dengan mobil mereka," ucap Dani pada Amelia langsung membuat Amelia meletakkan kopinya dan perempuan itu segera keluar dari mobil Dani lalu menyetir mobilnya dan memarkirkannya di belakang mobil dokter Irfan.
Perempuan itu kemudian mengawasi penyu yang dimaksud oleh Dani lalu beberapa saat kemudian ia melihat dokter Irfan dan seorang perempuan muda bersama dengan seorang perempuan lain yang duduk di kursi roda kini keluar dari penyu dan berjalan ke arahnya.
'Itu adalah perempuan hamil yang diceritakan Dani ditelepon ketika aku mengendara kemari,' ucap Amelia dalam hati memperhatikan perempuan itu dan melihat bahwa perutnya sudah tidak terlalu besar lagi, tetapi tidak ada bayi yang dibawa oleh ketiga orang itu.
__ADS_1
Dan meski perempuan itu menggunakan kacamata hitam, namun terlihat jelas bahwa dia sedang menangis karena tangannya sesekali terangkat menyakah air mata yang meluncur di pipinya.
'Kalau begitu, dia mungkin membiarkan dokter itu menjual bayinya, mungkin saja mereka bekerja sama dan saling mendapatkan keuntungan dari hasil transaksi itu, tapi apapun itu, seharusnya mereka tidak melakukan itu pada seorang bayi yang baru lahir, apalagi menggunakan mereka untuk mendapatkan keuntungan,' ucap Amelia dalam hati kini menutup kedua mulutnya dengan satu tangannya dan dia merasa gemetar karena sangat takut jika saja hal seperti itu juga dilakukan oleh kedua orang tuanya pada dirinya dan saudara kembarnya.
Begitu Ketiga orang itu lewat di samping mobil Amelia, maka Amelia memperhatikan mereka dan mendengar sang perempuan muda berkata, "sekarang kami akan mengantarkanmu ke klinik lalu kau akan dirawat di sana Dan setelah itu kita tidak ada hubungan lagi. Tetapi kau tenang saja karena semua biaya rumah sakit akan kami tanggung juga, jadi kau hanya perlu istirahat di sana sampai sembuh lalu keluar dari klinik. Uang untukmu juga sudah kami transfer ke rekening jadi kau tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan pembayaran dari kami."
Sang Perempuan yang menggunakan kacamata menganggukkan kepalanya lalu Amelia memperhatikan tangan perempuan itu seperti terkepal dengan kuat seolah merasa bersalah terhadap bayinya yang telah dijual.
'Dasar orang-orang sialan, lihat saja bagaimana aku akan membongkar semua yang telah kalian lakukan!!!' geram Amelia dalam hati lalu dia kemudian menyalakan mesin mobilnya dan berpura-pura pergi mendahului mobil itu keluar dari dermaga.
Sementara dia menyetir melewati mobil dokter Irfan, ponsel yang diletakkan di sakunya, kemudian berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Apakah kau tahu mereka akan pergi ke mana?" Tanya Dani dari seberang telepon.
"Hm,, mereka akan pergi ke klinik, jadi kita akan mengikutinya ke sana," ucap Amelia.
"Baiklah," jawab Dani kemudian mengakhiri panggilan telepon itu lalu Amelia memelankan laju mobilnya ketika dia melihat bahwa mobil dokter Irfan yang melaju dari belakangnya terlihat buru-buru dengan kecepatan yang tinggi.
__ADS_1
Setelah mobil tersebut mendahuluinya, Amelia lalu mempercepat laju mobilnya, juga mengikuti mobil itu hingga mereka akhirnya tiba di klinik yang kemarin ditempati Amelia bertemu dengan dokter Irfan untuk pertama kalinya.
Dia mengawasi Bagaimana dokter Irfan kemudian menyuruh seseorang menurunkan perempuan berkacamata itu dari mobilnya lalu kemudian dokter Irfan member putar balik membawa mobilnya meninggalkan tempat itu.
Amelia yang melihat itu langsung menurunkan kacang jendelanya lalu memberi kode pada Dani bahwa dia yang akan mengikuti dokter Irfan sementara Dani akan tetap tinggal di situ untuk mencari informasi tentang perempuan yang baru saja melahirkan itu.
Maka begitu, ke dua orang itu berpisah dengan Amelia yang mengikuti dokter Irfan sementara Dani yang kemudian membuka pintu mobilnya lalu pria itu masuk ke dalam klinik.
Begitu menemui sang resepsionis klinik, maka Dani berkata, "perempuan yang baru saja datang menggunakan kursi roda dan kacamata, dia adalah budeku jadi aku akan menemuinya."
Sang resepsionis yang mendengarkan itu kemudian menganggukkan kepalanya lalu dia berkata, "kau bisa lurus saja ke dalam lalu buka pintu berwarna biru yang ada di ujung."
Bersikap natural, maka Dani menganggukkan kepalanya lalu dia berjalan dengan panik menuju pintu berwarna biru dan pelan-pelan mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok tok tok...
Pintu dibuka oleh seorang suster yang baru saja menangani perempuan di dalamnya lalu suster itu kemudian berkata, "Siapa kau?"
"Aku keponakannya, Apakah tanteku baik-baik saja?" Tanya Dani langsung diangguki oleh suster itu, lalu dia kemudian membiarkan Dani masuk ke kamar, sementara suster itu lalu pergi meninggalkan kamar dengan pintu berwarna biru tersebut.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️