
Begitu masuk ke dalam kamar, Dani langsung melihat seorang perempuan yang duduk di tempat tidur sembari menangis tersedu-sedu.
"Permisi," ucap Dani pada perempuan itu langsung membuat Sang Perempuan mengangkat wajahnya menatap Dani dan dia dengan cepat menyekah air matanya.
Perempuan itu lalu kembali menatap Dani dengan rasa bingung karena tidak mengenali Dani dan bingung juga Mengapa pria itu tiba-tiba saja datang menemuinya.
"Itu,,, saya adalah mahasiswa yang melakukan sebuah sosialisasi untuk membantu orang-orang yang baru saja melahirkan. Katanya bahwa pasien di kamar ini baru saja melahirkan. Jadi saya datang untuk melakukan sosialisasi yang merupakan tugas dari kampus." Ucap Dani berbohong.
Sang perempuan yang ada di tempat tidur kemudian menganggukkan kepalanya, "ahh,, Baiklah, silakan duduk," ucap perempuan itu langsung membuat Dani kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di sana Lalu dia mengeluarkan laptop dari tasnya dan menyalakannya.
"Sosialisasi Apa yang kau lakukan?" Tanya Sang Perempuan yang mana Baru pertama kali mendengar tugas seperti itu dari kampus, tetapi karena dia bukan perempuan yang pernah duduk di bangku kuliah, maka dia tidak terlalu curiga namun hanya penasaran saja terhadap apa yang akan dilakukan oleh pria di depannya.
Dani yang mendengarkan itu kemudian menatap Sang Perempuan sambil berkata, "sebelumnya, perkenalkan nama saya Mikail, Saya dari mahasiswa jurusan kedokteran. Saya di sini melakukan sosialisasi untuk membantu setiap perempuan yang baru saja melahirkan supaya mereka mungkin bisa mengetahui cara-cara yang tepat untuk memperlakukan bayi yang baru lahir dan juga merawat tubuh supaya lebih cepat sembuh setelah proses melahirkan."
Sembari berbicara, Dani memperhatikan raut wajah perempuan di depannya dan dia jelas melihat bahwa perempuan itu sangat terkejut ketika dia mengatakan kata 'bayi'.
__ADS_1
"Ah,, tapi bayiku baru saja meninggal setelah melahirkan, jadi aku rasa Kau tidak perlu membahas bayi saat melakukan sosialisasi dan kau sosialisasikan saja Bagaimana caranya supaya aku tidak merasa kesakitan lagi setelah melahirkan," ucap perempuan di atas Tanjung langsung dijawab anggukan Dani sembari pria itu mengetik sesuatu di internet untuk mencari naskah kilat tentang hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang ibu ketika baru selesai melahirkan.
"Kalau begitu Saya turut berduka cita atas anak Nyonya yang meninggal, semoga dia diterima di sisi Tuhan yang maha kuasa dan nyonya diberikan ketabahan atas kepergian bayi Nyonya," ucap Dani langsung membuat perempuan yang ada di atas ranjang kembali meneteskan air matanya dan tubuhnya tampak gemetar sembari menangis.
Dani yang melihat itu merasa sangat heran dengan perempuan itu, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya menggerak-gerakkan jarinya di atas keyboard komputernya.
Setelah beberapa saat dia melihat perempuan yang ada di atas ranjang mulai tenang lalu Dani kemudian berkata, "Kalau boleh tahu, Nyonya melahirkan secara normal atau lewat operasi caesar?"
Sang Perempuan kembali menatap Dani sembari menyeka air matanya yang masih meluncur di pipinya, "aku melahirkan secara normal," ucap perempuan itu kembali diangguki oleh Dani.
"Ada apa nyonya?" Tanya Dani kini mengambil tisu yang ada di atas meja lalu mendekati perempuan itu dan menyerahkan tisu itu pada Sang Perempuan.
Perempuan itu mengambil tisunya dan menyeka air matanya sambil berkata, "Apakah kau yakin bayiku akan baik-baik saja? Apakah menurutmu dia akan mendapatkan kehidupan yang layak?"
Pertanyaan itu membuat Dani tersentak kaget, tetapi kemudian dia berusaha bersikap tenang sambil berkata, "karena saya dengar orang yang sudah meninggal akan berpulang ke sisi Tuhan dan mereka akan mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya. Sekarang yang perlu Nyonya lakukan ialah berdoa kepada Tuhan Yang maha esa supaya Nyonya tetap kuat menjalani hidup ini dan--"
__ADS_1
"Hiks,, hiks,, hiks,," suara tangisan perempuan itu langsung menghentikan ucapan Dani dan dia menggertakan giginya melihat perempuan itu sebab sesungguhnya dia tidak merasa kasihan pada perempuan itu namun merasa kesal pada perempuan itu.
Tetapi karena dia sedang berpura-pura tidak mengetahui hal yang dilakukan oleh perempuan itu, maka Dani berusaha tenang dan menghibur perempuan itu.
Sembari menghibur, pria itu juga berusaha mendapatkan sedikit demi sedikit informasi dari perempuan itu hingga dia mengetahui bahwa perempuan itu tinggal di sebuah desa yang merupakan desa yang terkenal dihuni oleh rakyat miskin di pinggiran ibukota.
Perempuan itu juga menceritakan bahwa dia mengalami ekonomi yang sangat sulit dan suaminya terlilit hutan yang sangat besar hingga dia melakukan apapun untuk membayar hutang itu agar mereka tidak lagi dikejar-kejar oleh rentenir.
Maka Dani berusaha kembali menghibur perempuan itu lalu setelah perempuan itu tenang dan meninggalkan tempat itu sambil menggertakkan giginya.
"Dasar mereka, bisa-bisanya mereka membuat masalah untuk diri mereka sendiri lalu mengorbankan seorang bayi yang belum tahu apapun untuk menyelesaikan semua masalah mereka. Apalagi sekarang masih berpura-pura merasa sedih untuk bayi itu, Memangnya mereka pikir setelah melakukan dosa besar itu mereka masih patut untuk merasa bersalah?" Kesel Dani sembari menyalakan mesin mobilnya untuk meninggalkan klinik tersebut.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1