Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?

Menemukan Gadis Yang Sangat Mirip Denganku?
16


__ADS_3

Setelah Malam cukup larut, maka Amelia menyudahi pengintaiannya pada kediaman dokter Irfan lalu perempuan itu kemudian masuk ke dalam kamar dan melihat bahwa Dani sudah tidak ada lagi di kamarnya.


Amelia tersenyum sambil menutup tirai jendela lalu dia kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamar itu.


"Hah,, aku sangat penasaran bagaimana bisa aku dan saudara kembarku dijual seperti itu?" Ucap Amelia yang merasa benar-benar kesal terhadap orang tua kandungnya yang sudah membuat mereka dijual hingga terpisah seperti itu.


Amelia terus memikirkannya sampai akhirnya perempuan itu tertidur tanpa menggunakan selimut.


Sementara Dani yang sudah tidur di kamar sebelah yang merupakan kamar kakaknya kini keluar dari kamar ketika dia merasa begitu haus.


Pria itu hendak turun ke dapur ketika dia melihat pintu kamar yang ditempati Amelia, jadi dia berjalan ke sana dan membuka pintu kamar pelan-pelan lalu melihat perempuan itu tertidur tanpa menggunakan selimut.


"Hah,, Dasar perempuan ceroboh," ucap Dani kemudian masuk ke dalam kamar lalu menyelimuti perempuan itu dengan pelan.


"Hah!! Dani!!!" Tiba-tiba teriak Amelia sangat mengejutkan Dani hingga pria itu terdiam di tempatnya karena berpikir dia ketahuan masuk ke kamar perempuan itu saat Amelia sedang tidur.


Namun, ketika dia menunggu perempuan itu akan memarahinya, Dani malah mengerutkan keningnya saat melihat bahwa Amelia kembali tertidur pulas dengan nafas yang sangat teratur.


'Apakah Dia sedang memimpikanku? Tapi bagaimana dia memimpikanku sehingga dia berteriak sangat keras seperti itu?' ucap Dani dalam hati yang jelas tahu bahwa teriakan Amelia barusan ialah teriakan khas perempuan itu saat dia sedang marah padanya.

__ADS_1


Tetapi kemudian Dani tidak lama-lama memikirkannya, dia hanya melanjutkan pekerjaannya memperbaiki selimut perempuan itu lalu mengendap-endap keluar dari kamar Amelia.


Di keesokan harinya, Amelia terbangun pagi-pagi sekali dan dia langsung membuka jendela lalu melihat ke arah kediaman dokter Irfan.


"Astaga,, ada sebuah mobil baru yang terletak di sana, itu artinya bahwa kemarin malam atau mungkin tadi subuh ada orang yang datang ke tempat itu," ucap Amelia dalam hati yang meyakini merasa kesal bahwasanya kemarin malam dia tidak terjaga mengawasi kediaman tersebut.


Lalu perempuan itu menggunakan teropong dan melihat dengan jelas plat mobil yang ada di sana Lalu dia mencatatnya.


Setelah itu, dia juga melihat bahwa mobil yang dikendarai oleh dokter Irfan juga berubah posisi yang artinya bahwa pria itu sempat keluar sepanjang malam ketika Amelia tidak mengawasinya.


"Hah,, dasar Aku bodoh, pokoknya nanti malam aku harus terjaga mengawasi kediaman itu!!!" Ucap Amelia sambil menggertakan giginya.


Tiba-tiba suara pintu kamar diketuk membuat Amelia kemudian melepaskan teropongnya dan dia pergi membuka pintu kamar.


"Ternyata kau sudah bangun?" Ucap Dani diabaikan oleh Amelia karena Amelia Langsung kembali ke balkon dan kembali menggunakan teropongnya mengawasi kediaman dokter Irfan.


Dani yang melihat itu hanya menghela nafas sambil berkata, "setidaknya kau rapikan dulu rambutmu yang berantakan itu, juga bekas air liur yang ada di pipimu. Dasar jorok!"


Setelah berbicara dan melihat Amelia tidak menjawab ucapannya dan bahkan perempuan itu mengacuhkannya, maka Dani kemudian keluar dari kamar tersebut dan dia turun ke lantai bawah melihat ibunya bersama dengan seorang perayan sedang bercakap-cakap di dapur sambil memasak.

__ADS_1


"Selamat pagi Bu, selamat pagi bibi," ucap Dani sembari duduk di salah satu kursi kosong menatap ke arah ibunya yang kini menatap juga ke arahnya sambil melemparkan sebuah senyuman.


"Tumben sekali kau bangun cepat," ucapkan nikah yang terkejut melihat putranya yang pada saat itu tiba-tiba saja bangun cepat.


Dani yang mendengarkan ucapan ibunya hanya menghela nafas dengan panjang dan dia tidak mengatakan apapun untuk membantu ucapan perempuan itu namun dia kemudian duduk di kursi sambil menatap ibunya, "bisakah Ibu menceritakan lagi tentang tetangga kita? Mungkin saja ada gosip yang Ibu dengar selain yang Ibu ceritakan kemarin malam," ucap Dani yang merasa bahwa mungkin di pagi hari itu ibunya berubah pikiran dan ingin menceritakan apa yang diketahui oleh perempuan itu tentang dokter Irfan.


Tetapi Anika yang mendengar ucapan putranya hanya menatap putranya sambil menggelengkan kepalanya, "Ibu tidak menduga bahwa sekarang kau sudah mulai ikut campur dengan urusan orang-orang dewasa. Bagaimana kalau kau belajar saja pada Amelia Bagaimana caranya bersosialisasi dengan orang luar supaya kau memiliki banyak teman? Daripada mengurusi sesuatu yang tidak penting," ucap Anika benar-benar mengejutkan Dani bahwa ternyata ibunya malah menyuruhnya untuk belajar pada Amelia.


Sementara dia sendiri, dia merasa bahwa pergaulannya baik-baik saja dan tidak perlu diajari oleh siapapun.


Jadi pria itu kemudian berdiri dan hendak meninggalkan dapur agar terhindar dari ceramah ibunya ketika ibunya yang melihat itu kemudian menggelengkan kepalanya.


"Di situ ada kopi dan teh yang sudah ibu buat, antar lah pada ayahmu dan juga pada Amelia," ucap Anika.


Meski agak kesal dengan ibunya, tetapi melihat minuman yang telah dibuat oleh ibunya, maka pria itu kemudian mengambil minuman tersebut dan naik ke lantai atas membawa nampan berisi minuman.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2