
Sang pria yang mendengarkan itu kemudian menghentikan kunyahannya dan menatap Dani dengan seksama lalu beberapa saat kemudian pria itu berkata, "kalian bisa memutar kembali rekaman pengadilannya dan mendapatkan informasi apapun yang kalian inginkan dari sana."
Setelah berbicara, pria itu kembali tertunduk dan makan dengan sangat lahap, sementara Amelia dan Dani saling berpandangan selama beberapa saat lalu Amelia kemudian berkata, "kami sudah mendapatkan rekamannya dan melihatnya, tapi kami yakin semua yang kau katakan di sana itu bukanlah kebenarannya. Oleh sebab itu, kami datang kemari untuk menemukan kebenaran yang sesungguhnya."
🧃🧃🧃
Sang pria yang mendengarkan ucapan Amelia hanya tersenyum kecil lalu pria itu kembali makan dengan lahap sampai semua makanan yang diberikan Amelia habis lalu pria itu kemudian meneguk minuman yang juga dibawakan oleh Amelia.
Glek glek glek....
__ADS_1
Suara tegukan yang terlihat sangat haus itu hanya ditonton oleh Dani dan Amelia tanpa melakukan apapun, sampai akhirnya pria itu merasa sangat kenyang lalu meletakkan botol minumannya dan kembali menatap dua orang yang ada di seberang kaca pembatas.
"Aku akan mengatakannya, tapi kalian harus membantuku supaya aku juga keluar dari sini, karena tahun ini anakku akan selesai kuliah dan aku ingin menghadiri prosesi wisudanya," ucap pria. Itu.
Dani dan Amelia yang mendengarkannya saling bertatapan satu sama lain lalu Dani kemudian menatap pria di hadapan mereka sambil berkata, "Kalau kami mendapat kebenaran atas apa yang kami selidiki maka otomatis kamu pasti juga akan dibebaskan, dan kau bisa menuntut kejaksaan karena mereka sudah memaksamu membuat pengakuan palsu di pengadilan."
Amelia yang mendengarkan itu langsung menggerakkan kakinya yang ada di bawah meja menendang kaki Dani sebagai pertanda bahwa dia benar-benar tidak setuju dengan hal itu, karena tentunya mereka tidak bisa berjanji ketika nantinya mereka mungkin tidak bisa menepati janji tersebut.
Amelia yang mendengarkan itu hanya bisa menghela nafas, sebab Dia benar-benar tidak setuju dengan Dani, tetapi perempuan itu tetap tenang di tempatnya, lalu dia menatap sang pria yang ada di balik kaca yang tampak sangat bersahabat dan senang mendengarkan ucapan Dani.
__ADS_1
Lalu kemudian pria itu berkata, "aku akan mempercayai kalian, jadi Aku akan menceritakannya tetapi tidak hari ini karena waktu kunjungan kalian akan habis dalam 5 menit. Jadi datanglah besok lagi dan bawakan aku makanan rumahan seperti yang kalian bawa tadi. Juga, tolong cari Putraku yang bersekolah di universitas xx dan katakan padanya bahwa ayahnya akan membuktikan ketidak bersalahannya,"
Setelah berbicara, pria itu kemudian mengambil kertas yang ada di sampingnya lalu menulis nama dan informasi lengkap putranya lalu menyerahkannya pada Amelia.
Setelah menyerahkan kertas itu, maka pria itu kemudian pergi meninggalkan kedua orang itu hingga membuat Amelia menatap pria itu dengan raut wajah yang tampak kasihan juga.
"Apakah kau benar-benar percaya bahwa dia juga dijebak?" Tanya Amelia pada Dani yang ada di sampingnya.
"Bukankah kita sudah membahas itu? Jelas-jelas yang dikatakan oleh ibumu ialah dokter Irfan, tapi yang dipenjara malah orang lain, itu artinya ada sesuatu yang ditutupi oleh dokter Irfan jadi kita harus membongkar semuanya!!!" Kata Dani sembari berdiri untuk meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️