
Sepanjang malam, Amelia terus berada di balkon dengan perempuan itu terus fokus mengawasi kediaman dokter Irfan, sementara Dani berada di samping perempuan itu untuk mendengarkan jika ada sesuatu yang terekam dari alat perekam yang mereka tancapkan pada mobil dokter Irfan.
Tetapi, mereka tidak mendapatkan apapun sampai satu minggu kemudian Amelia yang sudah kelelahan begadang kemudian tertidur pulas pada malam hari itu.
Sementara Dani, dia masih terjaga menggunakan teropongnya serta memasang earphone di telinganya mengawasi kediaman dokter Irfan.
'Sudah 7 hari berlalu, tapj pria itu tidak pernah keluar dari rumahnya,' ucap Dani dalam hati sembari terus memperhatikan kediaman dokter Irfan yang tampak biasa-biasa saja, namun yang berbeda ialah dua orang yang sering melakukan hubungan di kamar yang dijangkau oleh teropong mereka kini tak pernah lagi berada di tempat itu.
Hal itu membuat Dani merasa curiga bahwa mungkin saja dokter Irfan telah mengetahui bahwa mereka memata-matai dokter itu hingga dia menjadi sangat berhati-hati.
Tetapi, pada subuh hari ketika Dani hampir saja tertidur, dia melihat sebuah pergerakan di rumah tersebut dengan dokter Irfan yang buru-buru keluar dari rumah bersamaan dengan seorang perempuan yang hamil besar.
"Jangan-jangan ini waktunya!!!" Ucap pria itu memperhatikan sikap terburu-buru semua orang yang ada di kediaman tersebut membuatnya langsung bergegas melepaskan teropongnya dan dia membereskan laptop dan peralatannya ke dalam tas lalu masuk ke dalam kamar.
Dilihatnya Amelia yang tertidur pulas karena beberapa hari terakhir perempuan itu terus begadang.
Dia tidak tega untuk mengganggu tidur perempuan itu, tetapi takut kalau perempuan itu marah jika dia tidak membangunkannya, maka cepat-cepat Dani kemudian menepuk pundak perempuan itu.
"Hei,,, bangun!!" Ucap Dani berusaha membangunkan Amelia, tetapi karena perempuan itu sudah sangat lelah dan tertidur pulas, maka Amelia sama sekali tidak pergi hingga membuat Dani menggertakan giginya lalu pria itu cepat-cepat turun ke bawah parkiran.
Begitu mobilnya ia keluarkan dari rumah, dilihatnya mobil dokter Irfan juga sudah keluar, jadi dia langsung mengikuti mobil itu sembari berusaha menyalakan laptopnya.
"Ahhkk,,, sakit!!!" Terdengar suara seorang perempuan dari dalam mobil yang menahan kesakitan.
Lalu diikuti oleh suara perempuan yang dari suaranya bahwa perempuan itu lebih mudah dari perempuan yang menjerit kesakitan.
"Kita akan segera pergi ke rumah sakit!!!" Ucap perempuan itu lalu dibarengi lagi dengan suara kesakitan dari perempuan yang diduga oleh Dani bahwa perempuan itu ialah perempuan hamil.
__ADS_1
Di tengah perjalanan, terdengar lagi suara seorang pria yang berkata, "Halo mister Robert, Kami sedang dalam perjalanan."
"Baik,, baik,,."
"Kalau begitu kita akan bertemu lagi di sana."
"Mr Robert bilang saja, kami sudah mengatur semuanya."
"Tentu!"
"Baik."
Suara dokter Irfan yang diduga oleh Dani bahwa pria itu sedang bertelepon dengan seseorang yang merupakan orang yang mereka lihat di restoran ketika mereka mengikuti dokter Irfan.
Maka saat itu, mobil terus berjalan dan Dani mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa ternyata mobil itu bukannya pergi ke rumah sakit melainkan pergi ke sebuah dermaga.
Tetapi dia tetap mengikutinya dan memarkirkan mobilnya lebih jauh dari mobil tersebut terparkir dan melihat orang-orang itu kemudian menaiki sebuah penyu yang membuat Dani tak bisa lagi mengikuti mereka, sebab saat itu dermaga sudah tutup dan tidak ada lagi kapal-kapal yang beroperasi.
"Sial!!!!" Geram pria itu yang merasa sangat kesal melihat kepergian penyu yang semakin menjauh di depannya menuju ke tengah laut.
Karena tidak bisa melihat lagi apa yang dilakukan oleh orang-orang itu, maka Dani memutuskan untuk kembali ke mobil dan terus menunggu kepulangan orang-orang itu.
Dia hampir ketiduran ketika dia mendengar suara orang yang berbicara sambil berjalan di samping mobilnya lalu Dani kemudian melihat orang-orang itu ialah pekerja-pekerja pelabuhan yang mulai datang ke tempat itu.
"Ahh,,, mereka bekerja subuh-subuh sekali," ucap Dani sembari memperhatikan jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 05.00.
Maka dia kemudian melihat lagi ke arah mobil dokter Irfan yang masih terparkir di sana hingga dia mengambil roti yang tersedia di dalam mobilnya, lalu ia sarapan menggunakan roti itu sembari terus mengawasi sekelilingnya.
__ADS_1
Roti yang ia makan belum habis ketika suara teleponnya yang berdering sangat keras mengejutkannya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Saat mengambil telepon itu, Dani melihat bahwa ternyata pemanggilnya adalah Amelia hingga Dia merasa bahwa perempuan itu akan memarahinya.
Namun begitu, Dani tetap mengangkat panggilan telepon itu dan mendekatkan ponselnya ke arah telinganya.
"Kau sudah bangun?" Tanya Dani pada perempuan di seberang telepon yang mana pria itu juga bingung bahwa Amelia masih bisa bangun subuh-subuh seperti itu ketika perempuan itu kelelahan dan seharusnya tidur sampai siang.
"Kau dimana?" Tanya perempuan dari seberang telepon yang mana perempuan itu terdengar marah padanya.
Oleh sebab itu, Dani dengan hati-hati berkata, "tadi aku berusaha membangunkanmu, tapi kau malah tertidur begitu lelap, jadi aku meninggalkanmu saja karena aku harus mengikuti mobil dokter Irfan yang meninggalkan kediamannya. Sekarang aku ada di pelabuhan, tapi aku tidak bisa terus mengikuti mereka karena subuh-subuh tadi ketika mereka pergi mereka masuk ke tengah laut menggunakan sebuah penyu, jadi aku tidak bisa lagi melacak mereka."
"Apa?!! Kalau begitu cepat katakan padaku di mana pelabuhannya supaya aku menyusul ke situ!!!" Ucap Amelia dari seberang telepon dengan suara perempuan itu terdengar terburu-buru.
Maka sambil menghela nafas, dan kemudian mengatakan alamat pelabuhannya, lalu pria itu meletakkan ponselnya sambil memegang keningnya yang terasa berdenyut.
"Hah,,, dasar orang-orang itu, bisa-bisanya mereka begitu pintar bermain licik!!!" Ucap pria itu memandang kesal ke arah mobil dokter Irfan yang masih terus terparkir di pelabuhan.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1