Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti

Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti
ketahuan(?)


__ADS_3

Tanpa mereka ketahui ada seseorang yang mendengar semua itu.


 


NAINA {POV}


Sebenarnya aku hanya mengantar Raka pulang saja sampai depan tapi yah aku gengsi jadi bilang nya mau pergi.


Setelah aku mengantar Raka sampai pintu gerbang, aku berjalan masuk ke rmh Tante Sarah tidak sengaja aku mendengar percakapan antara Dinda, Rvin,dan Tante Sarah.


~percakapan on~


"Loh...loh...loh Tante kira kalian beneran mesra² an nya gak tau nya cuma akting toh. Buat apa sih kalian akting² kyk gitu hmm?"tanya mama Rvin "hehehe biar naina gak sakit hati Tan"ucap Dinda tersenyum "loh apa hubungannya sama naina"tanya mama Rvin "cowok yang tadi sama naina tuh suami Dinda mah"ucap Rvin sambil mengajak bicara Caroline yang baru bangun "hah?jadi dia suami kamu sayang?"tanya mama Rvin kaget "Iyah Tan maka dari itu Dinda ngelakuin akting bareng Rvin awalnya juga Dinda kaget Tan. Tiba\-tiba naina datang krmh Dinda sambil manggil Raka dengan sebutan sayang. Dan dia juga bilang klo rumah Dinda tuh rmh Raka"ucap Dinda tersenyum kecut "ya ampun knp kamu gak ngaku aj sama naina klo kalian tuh udh suami istri"ucap mama Rvin "gak ush lah Tan lagi juga kita mau cerai kok. Biar semuanya cepat beres jadi Dinda gak mau bilang ke naina toh klo misalnya bilang trs naina sama Raka putus itu gak mengubah apapun klo Raka cintanya sama naina Dinda bisa apa dan klo itu buat Raka bahagia dan Dinda bisa lakuin itu akan Dinda lakuin kok Tan"ucap dinda tersenyum getir

__ADS_1


~percakapan off~.


Aku yang mendengar semua itu tentu terkejut. Kenapa Raka tidak bilang sama aku kalau dia sdh menikah. Apakah aku haru melepasnya atau malah menggenggam nya? Oh tuhan aku bingung. Bagaimana jika mereka sudah melakukan hubungan suami\-istri? Dan bagaimana jika Dinda hamil?. Pertanyaannya itu terus menghantuinya. Naina menenangkan dirinya dan berusaha biasa saja lalu masuk kedalam rmh.


NAINA POV{END}


"Lah...cepat banget tuh orng jalan²nya yah yank"ucap Dinda sambil menyender di bahu Rvin "lah Iyah...woi kunyuk cepet amat Luh jalan²nya?gak mungkin kan segitu cepatnya lu kangen²an"ucap Rvin setelah menyadari Naina sdh masuk ke rmh.


"Bacot loh berdua,,,Tan naina pamit yah mau pulang"ucap naina sambil memeluk mama Rvin. "Loh kok buru² sih?"tanya mama Rvin "Iyah Tan naina masih banyak kerjaan"bohong naina sebenarnya setelah mengetahui kebenarannya naina menjadi canggung dengan dinda.


Sesampainya dirmh.


Dinda langsung memandikan Caroline dan memakaikan baju. Setelah selesai memakaikan baju Dinda langsung memasak makanan untuk nya dan Caroline. Loh kok cuma berdua? Raka nya mana?nih jawabannya

__ADS_1


~flashback on~


Sebelum memandikan Caroline Dinda celingak\-celinguk dahulu mengecek ada Raka atau tidak. Setelah memastikan bahwa Raka tidak ada. Dinda langsung mengemasi barang\-barang Raka tanpa sisa sehelai benang pun. Setelah semuanya selesai Dinda memanggil mang Asep\(satpam rmh Dinda\) "mang...mang Asep"teriak Dinda. "Ehh ada apa non?"tanya mang Asep setelah berlari. "Tolong bawa barang²ini ke depan pos satpam yah tapi jgn sampai hilang. Klo Raka pulang kasih barang²ini ke dia dan bilang "masa ngontrak sdh habis" gitu mang ngerti kan?"jelas Dinda. "Aduh engga enak saya sama Aden"ucap mang Asep. "Udh gpp mang setelah dia keluar mamang buru² kunci gerbang yah. Kalau perlu mamang kasih koper² ini diluar gerbang aj jadi mamang gak ush repot² buka gerbang"ucap Dinda. "Ywdh atuh non siap laksanakan"ucap mang Asep sambil hormat. "Makasih yah mang"ucap Dinda. "Ehh gak ush pake terimakasih juga non ini kan memang tugas saya"ucap mang Asep. "Ywdh terserah mang Asep aj"ucap Dinda lalu pergi.


~flashback off~




salam hangat😚


~•dinda•~

__ADS_1


 


__ADS_2