
~•dinda•~
Tidak ku sangka hari ini aku akan menikah. Ya, walaupun pernikahan ini ada karena ikatan perjodohan. Tapi aku sangat senang aku menikah dengan orang yang ku cintai, cinta pertamaku. Aku harap pernikahan ku berjalan lancar dan akan berakhir dengan bahagia.
~•Raka•~
Tidak ku sangka hari ini aku akan menikah dengan Dinda yang jelas-jelas dulu aku sama sekali tidak menyukai nya malah aku terkesan jijik dengan nya. Aku sangat tidak menyangka dia akan menjadi secantik ini sekarang. Entah mengapa, semenjak aku SMP dan kita berpisah karena beda sekolah. Aku mulai menyadari kalau aku menyukai nya mulai dari aku terus membayangkan wajahnya sampai aku sangat merindukan nya. Dan yah seharusnya aku berterimakasih kalau bukan karena perjodohan ini mungkin aku tidak akan menemukan Dinda lagi.
Tapi entahlah aku tidak terlalu bahagia dengan pernikahan ini. Tidak terasa sekarang acara pemberkatan sudah selesai dan sekarang Dinda dan Raka sudah berada dikamar mereka.
~•dinda•~
Aku sedang duduk dengan menatap cermin untuk membersihkan sisa-sisa make-up di wajahku. Karena terlalu asik membersihkan make-up sampai-sampai aku tak sadar ada tangan kekar berada di perutku dan "Hei, "sapa Raka.
"Ya, ada apa? butuh sesuatu? "jawabku.
"Tidak, mandi sana Aku sudah selesai mandi, "kata Raka.
"Hmm baiklah tapi Aku tidak bisa membuka sleting gaun ini, sepertinya sleting gaun ini tersangkut, "ucap ku. Ya memang dri tadi aku mencoba membuka nya tapi tidak bisa.
Raka pun mencoba membuka sleting gaun yang aku kenakan. betapa kagetnya aku tiba-tiba Raka langsung mengecup punggungku dan.
Pagi hari aku terbangun dari tidur ku dan langsung pergi ke kamar mandi. Setelah mandi dan mengenakan baju, aku mencoba untuk membangunkan Raka "Hei, bangun lha, ini sudah siang, "kataku sambil mengguncang pelan lengan Raka.
"Eummm, ada apa sih, "jawab Raka dengan suara ciri khas orang baru bangun tidur.
"Mandi Kak lalu turun ke bawah sarapan, Aku mau membuatkan mu sarapan dulu, "jawabku lalu Aku segera beranjak dari tempat tidur tapi tertahan oleh Raka yang menarik lenganku dan tidak sengaja aku jatuh ke pelukan nya, Dia mengangkat kepalaku lalu menopang daguku dengan jari telunjuk dan ibu jari lalu Dia mengecup bibirku, kening ku,kedua mataku, pipiku,dan hidungku.
__ADS_1
"Aku mandi ya, jangan lupa bikin sarapan yang enak, "ucap Raka beranjak dari ranjang mengacak-acak rambutku dan pergi ke kamar mandi.
"Memangnya Kamu pikir Aku tidak bisa masak huh! "kesal Dinda.
"Aku juga berpikir Kamu bisa masak tapi cuma sedikit yang lainnya Aku pikir Kamu nggak bisa masak dan masakanmu tidak enak hahahaha, "ucap Raka berlari ke kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar mandi.
kurang ajar, umpat ku.
Aku yang sedang menyiapkan sarapan terkejut ada tangan kekar memelukku dari belakang "Kamu masak apa? "tanya Raka sambil dengan sengaja menghembuskan nafas nya dileher ku.
Aku yang tidak nyaman dengan posisi itu langsung membalikkan badan dan "Sedang apa kamu di sini? pergilah jangan mengganggu ku memasak, "kataku.
"Baiklah aku tidak akan menggangu mu lanjutkan saja masak mu, "jawab Raka tetapi dia tetap memelukku dan sesekali masih menghembuskan nafas nya dileher ku.
~•Raka•~
Hari ini Dinda terlihat aneh dia dari tadi bolak-balik ke kamar mandi terus entah apa yang dilakukannya sampai aku pun terabaikan dan ku dengar "hoeek hoek(suara muntah)," yak dari tadi Dinda muntah trus entah kenapa dan aku pun berfikir membawanya ke dokter karena khawatir kepada nya.
~•dinda•~
Hari ini entah sudah berapa kali aku bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk memuntahkan cairan bening seperti air "Sayang, ayok cepet siap-siap kita akan ke dokter sebelum besok kita pergi ke Indonesia, "ucap Raka dan aku hanya berdehem saja ya memang besok aku akan pulang ke Indonesia dan itu dipercepat setelah usaha ku merengek membujuk raka yang kemarin sempat ngambek karena mengetahui bahwa ada mantanku yang masih menyimpan rasa padaku. aku tidak tahu siapa yang memberitahukan hal itu yang menurutku sangat tidak penting.
~•flashback on•~
"Yank Kita nggak usah pergi lusa ya, Kita pergi nya nanti aja kapan-kapan, "ucap Raka merengek menunjukkan puppy eyes nya.
__ADS_1
"Lha kenapa? kan Kita udah sepakat kalau pergi nya tuh lusa kamu juga setuju-setuju aja kan waktu itu. yang konsisten dong, "ucap Dinda.
"Ishhhh... bukan gitu, pokoknya Kita tuh pergi nya nanti aja kapan-kapan Aku nggak mau tau titik! "ucap Raka. lalu pergi masuk kedalam kamar.
"Ya memangnya kenapa? kasih alasan yang masuk akal dong. kalo alasan Kamu masuk akal ya Kita bisa saja menunda keberangkatannya, "ucap Dinda.
"Malas nanti pasti ada kan mantan Kamu yang masih tergila-gila banget sama Kamu itu, pokoknya Kita pergi nya nanti aja kapan-kapan. Aku gak mau ya Kamu nanti kalo pergi nya lusa terus Kamu ketemu sama mantan Kamu itu, "ucap Raka panjang lebar.
"Mantan Aku yang mana? dan memangnya kenapa kalau Dia masih suka sama aku? emangnya ngaruh ya sama kepulangan kita ke Indonesia? kan yang suka Dia bukan Aku, "ucap Dinda.
"Ya ngaruh lah nanti kalau Kita pulang terus Kamu ketemu sama Dia. walaupun Kamu nggak suka juga bisa aja kan Dia nanti bikin Kamu nyaman sama Dia terus lama-lama kamu suka sama dia. pokoknya Aku gak mau kalau kita pulang lusa titik! "ucap Raka penuh penekanan.
"Terserah Kamu lah. pokoknya kalau lusa Kamu masih nggak mau pergi ya sudah, Aku aja yang pergi Kamu tetap di sini jaga rumah. gitu aja repot, "ucap Dinda.
"Enggak bisa! lebih baik Aku ikut. Aku nggak mau ya nanti milik Aku diganggu atau dilirik sama orang lain," ucap Raka posesif.
Dasar cowok, batin Dinda.
~•flashback off•~
🌹🌹🌹
Oke guys sampai sini dulu yah ceritanya mohon maaf jika ad banyk typo yang bertebaran dimana-mana, oke.
Salam hangat
~•strawberry mangga appel•~
__ADS_1
Bye...bye...bye..