
Setelah bersusah payah untuk membujuk Raka Dinda langsung menuju ruangan dokter. Tok... tok... tok... "Masuk"sahut dokter. "Jadi gimana dok kondisi suami saya?"tanya Dinda tanpa basa basi. "Jadi gini nona dari hasil psikologi suami anda mempunyai sindrom Peterpan. sindrom Peterpan adalah kondisi di mana seorang pria dewasa bersikap seperti anak-anak. Pola asuh orang tua yang salah memicu hal ini terjadi.Faktor yang menyebabkan seseorang bisa memiliki sindrom Peter Pan adalah cara pandang yang salah terhadap diri dan lingkungan sekitarnya. Dilansir dari Science Daily, umumnya, pola asuh orang tua yang terlalu protektif bisa menyebabkan anak tumbuh dewasa dengan sindrom ini. Mereka merasa bahwa tumbuh dewasa harus memikul tanggung jawab yang besar, harus bisa membuat komitmen dengan diri sendiri dan orang lain, dan menghadapi tantangan hidup yang lebih sulit
Perasaan cemas, takut, tidak mampu, dan tidakpercaya diri kemudian membuat mereka ingin melindungi diri dengan bersikap layaknya anak kecil. Tekanan mental berat inilah yang mungkin memicu rasa “ingin kabur dari tanggung jawab” dan membuat seseorang ingin kembali ke masakanak-kanak yang tidak memiliki beban hidup"jelas dokter panjang kali lebar kali tinggi( maaf temen-temen kalau salah🙏. Aku bukan dokter soalnya🤣).
"Ap...apa?"ucap Dinda tidak percaya. "Tidak mungkin dari dulu dia baik² saja tidak mungkin hal ini terjadi..."tangis Dinda pecah. "Tenang nona hasil psikologi ini sangat lah akurat jadi tidak mungkin kami salah memeriksa"jelas dokter. "Baiklah dok kalo gitu saya permisi dulu"ucap Dinda lemah. "Silahkan nona"dokter pun mempersilahkan.
Apa ini? Ini pasti mimpi kan?ini tidak mungkin! Bahkan dulu dia terlihat baik baik saja. Bagaimana dia bisa mempunyai sindrom Peterpan? Oh tuhan kenapa kau memberikan ku cobaan seberat ini? Mengapa aku harus menerima kenyataan sepahit ini?batin Dinda. Setelah memenangkan diri Dinda kembali keruangan Raka. Sebelum masuk ruangan Dinda mendengar "tidakk...aku tidak mau!!!......pergi kalian semua pergi!!!!!"teriak Raka. Mendengar teriakan Raka Dinda langsung berlari masuk kedalam ruangan Raka. "Ada apa ini?"tanya Dinda bingung.
"Sayank...mereka jahat kepada ku mereka ingin menusukku,,,setelah mengucapkan beberapa kata Raka langsung tertidur karena obat bius yang diberikan perawatan. "APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!!!!"bentak Dinda marah. "Maafkan kami nona kami hanya ingin menenangkan pasien. Pasien dari tadi terus²an teriak memanggil nama nona"ucap salah satu perawatan sambil menundukkan kepala. "KALIAN BISA LANGSUNG MEMANGGIL KU TANPA HARUS MEMBIUS SUAMIKU SECARA PAKSA SEPERTI ITU!!!!!"bentak Dinda lagi. Dinda sangat marah mengapa para perawat yang bekerja disini pemikiran nya sempit sekali. Padahal mereka bisa memanggil nya hanya untuk menenangkan suaminya. "Huh dasar bodoh! Berapa lama obat bius itu bekerja?"tanya Dinda sinis. "Da...dalam 3 jam pasien akan sadar nona"ucap gugup salah satu perawat. "Baiklah kalian boleh pergi. Setelah suami ku sadar kalian langsung bawa makanan untuk nya mengerti!?"ucap Dinda. "Me... mengerti nona. Kami permisi pergi dahulu"sahut salah satu perawat. "Emmm"Dinda berdehem.
Setelah para perawat keluar dari ruangan Raka Dinda berjalan menuju ranjang Raka dan duduk di kursi yang berada disisi ranjang. "Apa yang harus aku lakukan?jujur aku lelah dengan semua ini! Mengapa kau bisa jadi seperti ini hm? Tidak cukup kah kau menyakiti ku?"ucap Dinda pada Raka yang sedang tertidur. "Apa yang harus aku katakan pada orngtua mu? Harus bagaimana aku menjelaskan nya? Bagaimana aku harus menjelaskan kepada mu? Bagaimana aku harus menjelaskan kematian naina hm? BAGAIMANA!!!!"teriak Dinda frustasi.
__ADS_1
Flashback on
Dinda berjalan gontai dilorong rumah sakit. Tiba tiba hp nya bergetar berbunyi kan notif. Dinda langsung mengecek hp nya. Ia melihat pesan dan foto kecelakaan yang ia tau itu mobil naina sedang masuk jurang. Lalu ia membaca pesan dari ornh yang tidak ia kenal aku sudah membunuh nya. Aku sudah membalas kan dendam mu kepada naina dan Raka. Aku membunuh naina karena telah menghina dan membuat anakmu hampir kehilangan nyawa. Dari pembunuhan naina tersebut aku akan membuat Raka merasakan apa yang kamu rasakan belasan tahun yang lalu itulah isi pesan tersebut. Setelah itu Dinda semakin jadi frustasi. Bagaimana ia akan menjelaskan kematian naina kepada Raka? Apa yang harus dia lakukan? Semua pertanyaan memenuhi pikiran nya.
Flashback off
Karena lelah terus² an menangis Dinda jadi mengantuk dan tertidur disisi ranjang yang Raka tempati.
"Eumh"Dinda merasakan ada sebuah tangan yang mengelus lembut rambutnya. "Kau sudah bangun?"tanya Dinda serak khas orang bangun tidur. "Hu'um. Aku mau makan"Raka merengek manja. "Baiklah aku akan menyuruh perawat membawa makanan untukmu"ucap Dinda. Setelah menunggu beberapa menit makanan untuk Raka sudah datang. Setelah perawat yang membawa kan makanan pergi Raka kembali merengek kepada Dinda. "Suapin"rengek Raka. "Baiklah"Dinda tersenyum melupakan kesedihannya.
__ADS_1
Oke temen\-temen segini dulu yah. Hari ini aku up 2 eps nih. Btw ada yang kangen aku engga?🤣
Jangan lupa like,komen,tambah ke favorit,dan share juga boleh. Kalau ada yang suka sama ceritanya aku komen yah itu juga menambah semangat aku untuk lanjutin ceritanya. Author yang gaje ini sayank kalian😘
Salam hangat
~•dinda•~
__ADS_1