
Setelah mencuci muka dan memastikan wajah nya tidak terlihat seperti habis menangis Dinda kembali keruangan Raka, dilihatnya Raka sedang menatap pintu kamar mandi.
"Ada apa?"tanya Dinda keheranan melihat Raka yang terus menatap pintu kamar mandi(atau dirinya).
"Lama sekali, kau habis menerima telfon dari siapa?"tanya Raka.
"Ah...itu eum...teman ku"ucap Dinda sedikit gugup.
"Yakin hanya teman?"tanya Raka memiringkan kepalanya.
"Yah dia temanku ah...lebih tepatnya sahabatku"ucap Dinda tersenyum manis.
"Apa kau mencintai nya?"tanya Raka.
DEG....
Dinda tak menyangka Raka menanyakan hal itu, hati nya seperti teriris mendengar pertanyaan Raka, bahkan ia tak pernah terpikir sedikit pun tentang pertanyaan Raka.
"Tentu saja tidak, mana mungkin aku menyukai nya.... Kau ini ada-ada saja"ucap Dinda tersenyum.
"Kenapa?"tanya Raka.
"Karena dia sudah mempunyai pacar dan diriku juga sudah mencintai orang lain jadi mana mungkin aku mencintai nya"ucap Dinda (karena yang aku cintai itu kamu)lanjut Dinda dalam hati.
"Siapa?"tanya Raka lagi.
"Kau ini kepo sekali..."ucap Dinda memukul pelan lengan Raka.
"Aku kan hanya bertanya"ucap Raka lalu menyembunyikan wajah hingga kaki nya kedalam selimut.
"Ngambek?"tanya Dinda.
"Untuk apa? Sudah sana pergi aku ingin tidur"ucap Raka mengusir dengan datar.
"Aku diusir? Oke baiklah, hubungi sana wanita mu minta dia untuk merawat mu disini aku tak mau merawat mu lagi!"ucap Dinda kesal lalu merapikan barang' nya dan beranjak pergi keluar.
"Ehh..... Kau mw kemana?!"tanya Raka lantang.
"Pergi, tadi kan kau sudah mengusir ku. Bye...."ucap Dinda lalu keluar dari ruangan Raka.
"Arghhhhh.....****..."umpat Raka padahal ia hanya bercanda tapi Dinda menanggapi nya dengan serius.
"Huh! Dasar baperan!"dengus Raka kesal.
Sementara itu Dinda yang keluar dari ruangan Raka menyuruh orangnya untuk mengawasi sekaligus menjaga di ruangan Raka selama dirinya pergi mengurus perceraiannya dengan Raka.
"Dinda!"panggil Rvin.
"Eh....ayok pergi, bisakah jangan terlalu lama?"ucap Dinda.
"Kenapa memangnya?"tanya Rvin.
"Aku harus bertemu Caroline tidak boleh meninggalkan nya terlalu lama, bagaimana pun dia tanggung jawabku selama kakak ku pergi. Dan juga aku harus memasak dan membawa makanan ke rumah sakit, tadi Raka mengeluh makanan rumah sakit tidak enak jadi aku berniat untuk memasakkan dirinya makanan yang sehat"ucap Dinda panjang kali lebar kali tinggi.
"Raka lagi yah? Aku heran sama kamu Din, padahal dia sudah menyakiti mu berulang kali tapi kau tetap saja perhatian padanya, betapa enaknya jadi dia"ucap Rvin sedikit menyindir.
"Apa kau mau juga aku masakin makanan?"tanya Dinda yang mengerti maksud Rvin.
"Akh.....kau memang yang terbaik!"ujar Rvin lalu memeluk Dinda dengan erat.
"Lepas....dasar modus!"umpat Dinda.
"Sekali-kali tidak apa-apa kan? Hehehe"ucap Rvin cengengesan.
"Huh! Ayok cepat nanti telat!"ucap dinda mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Silahkan masuk nona"ucap Rvin seperti seorang supir pada majikannya.
"Ada-ada saja"ucap Dinda sedikit tersenyum.
Setelah itu Dinda dan Rvin mengurus perceraian Dinda dengan Raka setelah berusaha menutupi semua dan mempercepat proses perceraian nya Dinda dan Rvin pergi ke supermarket untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat makanan.
Selesai membeli bahan-bahan Dinda dan Rvin pergi ke rumah mama Rvin dan menjemput Caroline pulang, diperjalanan Dinda melihat tukang kebab Turki dipinggir jalan dan meminta Rvin menghentikan laju mobil. "Vin berhentiii!"ucap Dinda tiba-tiba, spontan Rvin langsung mengerem mendadak.
"Ada apa? Apa kalian baik-baik saja?"tanya Rvin.
"Titip Caroline yah aku ingin membeli kebab Turki yang ada disana"ucap Dinda sambil menunjuk kearah tempat yang menjual kebab Turki.
"Memangnya kau mau memakannya?"tanya Rvin.
"Iyah, tunggu sebentar aku akan membelinya"ucap Dinda membuka pintu mobil.
"Ehhhh... tunggu' jangan biar aku saja, kau mau pesan yang mana?"tanya Rvin setelah menahan lengan Dinda agar tidak keluar.
"Eummm.....aku mau kebab yang tidak terlalu pedas dan ukurannya yang paling besar!"ucap Dinda.
"Yakin?"tanya Rvin hati-hati.
"Iyah....cepatlah anakku yang menginginkan nya"ucap Dinda, mendengar ucapan Dinda spontan Rvin langsung pergi membeli kebab yang Dinda inginkan.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Rvin datang membawa kebab yang Dinda inginkan. "Mana? Mana? Sini berikan padaku"ucap Dinda bersemangat hingga air liur nya hampir menetes.
"Nih"ucap Rvin memberikan kebab yang Dinda inginkan setelah membuka kemasan kebab tersebut.
Melihat Dinda yang asik memakan kebab dengan lahap, Rvin jadi ingin makan juga "minta"ucap Rvin lalu menarik lengan Dinda dan menggigit kebab yang Dinda makan.
"Hmmmm.....lumayan"ucap Rvin.
"Lagi..."ucap Rvin lalu menarik lengan Dinda lagi dan menggigit kebab lebih banyak sehingga membuat Dinda tercengang.
"Aku lapar dan ini juga lumayan enak jadi aku terus memakannya"ucap Rvin yang dibilang tidak masuk diakal.
"Nih habiskan aku sudah kenyang"ucap Dinda memberikan kebab yang dia inginkan untuk Rvin.
"Hehehe thank you"ucap Rvin.
Hiks....hiks.....
"Caroline kenapa sayank?tidak nyaman yah? Cup cup cup cup"ucap Dinda menenangkan Caroline.
"My(mommy)...hiks...."Caroline langsung memeluk erat Dinda yang sedang menggendong nya.
"Sssttt....sudah donk jngn nangis yah cup...cup... cup...cup..cup..."Dinda langsung menenangkan Caroline hingga Caroline benar-benar tertidur lagi.
"Sudah selesai makan nya?"tanya Dinda ke Rvin.
"Eh...sudah ayok lanjut jalan lagi, kasian Caroline harus tidur seperti itu"ucap Rvin lalu melajukan mobilnya ke rumah dinda.
DI RUMAH DINDA
Setelah sampai dirumah Dinda, Rvin menurunkan sayur dan daging yang dibeli Dinda pas perjalanan pulang tadi. Ia masuk kedalam rumah Dinda dan membawa belanjaan Dinda dibantu mang Asep selaku satpam dirumah Dinda.
"Letakkan disitu saja den nanti bibi yang beresin"ucap bi Sumi.
"Disini yah? Oke"ucap Rvin lalu meletakkan belanjaan tersebut dimeja dapur dengan mang Asep.
"Ini sudah saya letakkan disitu belanjaan nya den, saya pamit kembali ke pos yah den"pamit mang Asep.
"Ah Iyah silahkan mang, dan tolong jngn manggil saya den saya bukan yang punya rumah soalnya jadi gak enak"ucap Rvin sedikit Canggung.
"Ah gpp atuh den saya juga udh terbiasa dan gak sopan atuh kalo langsung manggil nama Aden"ucap mang Asep sopan.
__ADS_1
"Yaudahh gimana nyamannya mang Asep aja"ucap Rvin sedikit tersenyum.
"Yaudah atuh den saya balik ke pos yah"pamit mang Asep lagi.
"Iyah mang silahkan..."ucap Rvin mempersilahkan.
Setelah itu Rvin duduk diruang tamu menunggu Dinda keluar dari kamarnya untuk menidurkan Caroline lagi(perasaan tidur Mulu dah tuh si Caroline kasihan yah itu anak~author
Jeh kan elu Thor yang buat nih cerita gmna seh~vina
Tau Luh Thor kasihan tuh calon keponakan gua~rvin
Gak ush kompor loh Vin, lagi pula siapa yang mau nikahin lu sama si Vina~author
Yaelah Thor jahat lu sama gua hiks~rvin
Bdoamat wekkk๐๐๐~author
Aku polos aku diam~vina)
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Dinda keluar dari kamar dengan setelan pakaian yang berbeda, Dinda langsung menuju dapur tanpa menyapa kehadiran Rvin. "Set dah Lama amat lu Din sampai lumutan gua nungguin eluh"ucap Rvin setengah kesal.
"Mana liat? Gak lumutan tuh, berarti blm lama donk gua dikamar"ucap Dinda setelah membalikkan tubuh Rvin memastikan ada lumut atau kaga ditubuhnya.
"Yaudah Iyah sebahagianya lu aja"sahut Rvin pasrah set dah nih anak kaga bisa diajak bercanda banget gumam Rvin masih kedengaran oleh dinda.
"Gua punya telinga Vin masih berfungsi telinga gua"cibir Dinda melirik Rvin sinis.
"Eh Iyah ampun kanjeng ratu"ucap Rvin membungkuk kan badan meminta maaf.
"Ada-ada aja"Dinda menggeleng kan kepala dan tersenyum kecil melihat kelakuan Rvin.
"Sudah ah males gua ngeladenin Luh mending gua masak"ucap Dinda lalu menyiapkan bahan yang dibeli nya tadi untuk membuat soup ayam.
Selama menunggu Dinda masak Rvin duduk diruang makan yang berada di samping dapur, ia terus menatap Dinda yang sedang memasak yang tanpa takut tubuhnya bau bumbu dapur.
Andai loh istri gua Din gumam Rvin yang lalu menggelengkan kepalanya setelah sadar akan gumam an nya.
Setelah menunggu selama tiga puluh menit akhirnya masakan Dinda selesai juga, mata Rvin seketika berbinar melihat makanan yang sangat menggiurkan didepan matanya. Hampir saja air liur Rvin menetes melihat hasil masakan Dinda yang sangat menggiurkan ia sangat penasaran dengan rasanya.
"Dah boleh makan?"tanya Rvin tanpa sungkan.
"Makan saja, makan tinggal makan kok ribet pakai nanya-nanya segala"jawab Dinda santai.
"Hehehe gua makan yah?"ucap Rvin sambil cengengesan yang dibalas anggukan oleh Dinda setelah menyendok kan nasi beserta lauk ke piring Rvin.
"Anj*r makanan buatan lu enak banget, gila gak kalah sama makanan restoran bintang lima"puji Rvin setelah memasukan nasi beserta lauk ke mulutnya.
"Heh Dinda gitu loh,, btw thanks yah"ucap Dinda menyombongkan diri.
"Cihhh nyesel gua muji"sahut Rvin.
"Udh makan jngn banyak bac*t, abis ini anterin gua ke rumah sakit lagi yaw"ucap Dinda.
"Baik nyonya siap laksanakan"ucap Rvin yang seperti supir Dinda.
๐น๐น๐น
Halo teman-teman aku up nih maaf yah lama lagi sibuk soalnya hehehe maaf banget yah. Jangan lupa nih kalau sudah baca tinggal kan like dan komen yah ๐. Aku sayang kalian guys๐
Salam hangat
~โขdindaโข~
Happy reading~
__ADS_1