Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti

Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti
#19


__ADS_3

Dinda, Rvin, Caroline pun sampai dirumah sakit. Mereka langsung menuju ke ruangan Raka, disana sudah ada naina yang menjenguk (?) Raka.


Lalu setelah perdebatan kecil akhirnya Dinda yang masuk kedalam dan Rvin menjaga Caroline diluar. Dinda masuk kedalam ruangan Raka setelah mengetuk pintu. Ia dikejutkan dengan pertunjukan yang hebat, Dinda melihat naina mencium bibir Raka.


Cihhhh..... Dinda berdecih melihat pertunjukan yang luar biasa itu dan tersenyum sinis. Ia langsung dengan sengaja terbatuk kecil untuk menyadari dua manusia yang tidak tahu tempat itu.


"Ekhem....kalau kalian mau melakukan sesuatu pastikan kunci pintunya terlebih dahulu, ini dirumah sakit bukan di hotel tempat biasa kalian melakukan hal yang tak pantas seperti itu"ucap Dinda panjang lebar dengan ekspresi biasa saja.


"Eh...maaf-maaf"ucap Raka dan naina meminta maaf.


"Ini makanlah,,, aku sudah membuat nya untukmu sesuai perintah dokter apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan olehmu. Aku yakin pacar mu itu membawa makanan beli bukan ia yang bikin, itu sangat tidak sehat dan kau belum sembuh. Makan sampai habis jika tidak suka makanan buatanku, tempat sampah belum punah"ucap Dinda panjang lebar sekaligus menyindir.


"Aku pamit. Aku akan kerumah mama menepati janji ku, kau tenang saja nanti kau hanya perlu tanda tangan"ucap Dinda sambil mengelap bibir Raka yang penuh lipstik naina.


"Aku pulang...."lanjut Dinda tidak membiarkan dua orang tersebut berbicara dan mengecup lembut kening Raka lalu pergi keluar.


Raka yang diperlakukan seperti itu tentu saja tertegun, ia merasa bersalah dengan Dinda karena melihatnya dan naina sedang melakukan ciuman panas. Tapi Dinda malah perhatian kepadanya, sungguh terbuat dari apa hati Dinda.


Diluar ruangan Raka

__ADS_1


"Sudah?"tanya Rvin yang melihat Dinda keluar dari ruangan Raka.


"Sudah, mau ngapain lagi? Terus melihat adegan tidak pantas Raka dan naina? Huh! Sungguh dua manusia yang tidak tahu malu"ucap Dinda jengkel sekaligus sakit hati.


Dinda berjalan pelan kearah Rvin, lalu ia memeluk Rvin dan menyembunyikan wajahnya di dada Rvin. Tidak lama kemudian terdengar isak an Dinda yang menangis.


"Hei...sudahlah jangan menangis, kau tidak pantas menangis ******** itu, dia tidak pantas ditangisi oleh mu. Kau wanita kuat jangan seperti ini oke?"ucap Rvin mengusap bahu dinda dan berusaha menenangkan Dinda.


"Hei...sudahlah jangan tambah kencang menangis nya, nanti mereka dengar dan menertawakan kelemahan mu. Jangan menangis terus nanti kaos ku bisa kotor terkena ingus mu"ucap Rvin yang tertawa mendapat pukulan dari Dinda.


"Huh! Dasar jahat! Padahal aku lagi membutuhkan mu tapi kau seperti itu tidak lucu!"ucap Dinda mendengus kesal dan jalan duluan keluar dari rumah sakit setelah mengelap air matanya.


"Bercanda mu tidak lucu!"ucap Dinda memukul keras lengan Rvin.


"Baiklah, satu cup ice cream oke?"tawar Rvin menghentikan langkah Dinda.


"Tidak mau, kau kira aku anak kecil"ucap Dinda memalingkan wajahnya.


"Baiklah dua cup plus ku temani kau jalan-jalan seharian kemanapun kau mau"tawar Rvin lagi.

__ADS_1


"Benar?"tanya Dinda memastikan dan dijawab dengan anggukan


"Oke setuju!"ucap Dinda bersemangat dan memeluk Rvin.


"Jadi aku dimaafkan?"tanya Rvin yang dibalas dengan anggukan dari Dinda.


Yah seperti itulah pertemanan Dinda dan Rvin. Dulu mereka adalah sahabat baik, tapi karena ke irian seseorang dengan hubungan mereka. Mereka berpisah karena sebuah gosip yang disebarkan oleh entah siapa orangnya.


Dinda sangat menyayangi Rvin tapi hanya rasa sayang antara adik dengan kakak nya, tapi lain dengan Rvin ia menyayangi Dinda rasa sayangnya adalah rasa sayang antara laki-laki dengan perempuan. Dari dulu hingga sekarang rasa itu masih terus tumbuh, sampai ia tahu Dinda disakiti oleh Raka ia sangat marah. Wanita yang sejak dulu ia jaga dari kejauhan disakiti oleh pria, membuat Rvin marah sekaligus merasa bersalah ke Dinda. Coba saja ia mengakui perasaannya dulu pasti sekarang Dinda dan Rvin hidup bahagia, ia tertawa miris akan kepengecutan nya.


🌹🌹🌹


hai teman-teman apa kabar? semoga sehat selalu yah. gimana nih udh bosen belum dirumah?hahaha. semangat yah puasa nya bagi kalian yang menjalankan😊


cuma mau ngingetin aja jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan cara like, komen, tambah ke favorit(kalau kalian suka).


*salam hangat


~•dinda•~

__ADS_1


happy reading all*


__ADS_2