
Sesuai perkataan Dinda tadi, sekarang dirinya dan Caroline sampai dirumah sakit untuk menjenguk Raka, tanpa adanya Rvin.
"daddy..." Panggil Caroline.
"Caroline...not daddy but uncle," ucap Dinda.
"no mom, ini Daddy olin tentu saja panggilnya Daddy bukan uncle," bantah Caroline.
"Caroline...apa kau tidak ingat siapa daddy mu?" Tanya Dinda.
"tentu aku ingat. papa dan mama kan sedang pergi cari uang untuk olin," ucap Caroline.
"nah pintar sekali, itu kau tahu siapa Daddy mu lalu kenapa kau masih memanggilnya Daddy olin?" Ucap Dinda sedikit kesal.
"Hei kenapa masih disini? Tidak masuk kedalam?" Tanya Rvin menengahi pertengkaran yang datangnya entah dari mana.
"Olin...." Panggil Rvin yang langsung memeluk Caroline.
"do you miss me already baby?" Tanya Rvin menurunkan olin dari gendongannya dan mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh olin.
"kes uncle," ucap Caroline memeluk Rvin.
"kamu masuk lah kedalam, biar aku yang jaga olin disini," ucap Rvin ke arah Dinda.
"no...olin juga mau ikut," pekik Caroline yang langsung memeluk kaki Dinda.
"baiklah, ayok olin ikut aunty, dan kau?mau ikut?" Tanya Dinda sambil menggendong Caroline.
"aku akan ikut, Caroline biar aku saja yang gendong," ucap Rvin mengambil alih Caroline dan merangkul pundak Dinda.
__ADS_1
"Vin..."
"ssstttt....kau lihat saja nanti," bisik Rvin.
"terserah."
Dinda, Rvin, dan Caroline pun masuk kedalam ruangan Raka. Didalam sana ada Raka yang sedang terbaring lemah(?) Dan ada mama Raka yang duduk di kursi tepi ranjang.
"Ma..." Panggil Dinda.
"eh...Dinda kamu datang?" Ucap mama Raka bangun dari duduk nya dan memeluk Dinda.
"iyah mah, bagaimana keadaan Raka?" Tanya Dinda khawatir, bagaimana pun dan seburuk apapun Raka, dia tetaplah menjadi orang yang mengisi hati Dinda saat ini.
"Raka baik-baik saja, cuma tadi dia sempat bertengkar dengan Naina," jelas mama Raka kesal.
~•flashback•~
Naina berada di ruangan Raka, pada saat itu Naina sedang memainkan ponsel canggih nya. Raka yang merasa tidak diperhatikan pun merasa kesal dan "bisakah kau tidak main ponsel sebentar? Aku sedang sakit" kata Raka sambil mengambil ponsel Naina.
"Kembalikan ponselku! Kau sakit atau tidak itu bukan urusanku! Dasar menyusahkan!" Teriak Naina.
"Mengapa kau jadi seperti ini? Mana Naina yang lembut itu hah?" Tanya Raka heran sekaligus terkejut mendengar teriakan Naina yang sama sekali belum pernah didengarnya.
"Itu aku yang dulu sebelum mengetahui kau memiliki sindrom seperti itu! Dasar menjijikkan! Dasar kekanak-kanakan! Dan satu hal yang harus kau ketahui, kau pantas dengan si ****** itu!" Kata naina kasar.
"Mengapa kau jadi seperti ini?" Mata Raka berkaca-kaca mendengar ucapan Naina yang kejam seperti itu.
"Dasar menjijikan!" Umpat Naina mengambil paksa ponselnya dari tangan Raka dan pergi begitu saja dari ruangan Raka.
__ADS_1
Naina tidak menyadari kalau Tina (mama Raka) mendengar dan menyaksikan sendiri saat dirinya mengumpat dan memaki Raka. Apa itu wanita yang disukai anakku? Dia terlihat sangat buruk. Bahkan dia bermulut kasar seperti itu, aku tak yakin anakku akan bahagia bersamanya, batin Tina.
Setelah memastikan kepergian Naina, Tina langsung masuk terburu-buru kedalam ruangan Raka. Di sana ia melihat Raka yang meneteskan air mata.
Ku kira Raka sudah sembuh sepenuhnya, ternyata dia masih sama seperti dulu, batin Tina.
"Raka..."
"Eh...Iyah mah," jawab Raka langsung menghapus air matanya.
Tina yang melihat hal itu langsung memegang tangan Raka dan mengusap lembut pipi anak nya. "Apa itu wanita yang kamu sukai nak?" Tangis Tina pecah seketika, ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya dihina seperti itu.
"Ma...sudah Raka tidak apa-apa" Raka langsung menghapus air mata ibunya.
"Raka...kamu lihat? Dia tidak baik untukmu...jauhi dia! Mama tidak setuju kamu menikahinya! Mengapa kamu ingin menikahi perempuan seperti dia, yang bahkan menghinamu terus terang seperti itu! Mengapa kamu meninggalkan Dinda yang tulus sayang sama kamu demi dia yang seperti itu Raka! Mama harap kamu tidak menyesal nantinya," ucap Tina panjang kali lebar.
"Ma...Raka mencintai nya...ini peluang untuk Raka mendapatkan dia mah...dia yang selama ini Raka inginkan!" Tegas Raka.
"Kau memang mencintai nya Raka, tapi dia tidak mencintai mu sama sekali! Sadar nak...kau lihat Dinda...apakah dia pernah berkata seperti itu kepadamu? Meskipun kamu tidak mencintainya tapi dia mencintai mu dia menghargai mu...bahkan dia rela memohon agar mama dan papa tidak memarahi mu karena kamu dan dia bercerai..." Ucap Tina lihir.
🌹🌹🌹
halo aku kembali😚 jangan lupa like dan vote yah kakak adik cantik dan ganteng😙
salam hangat
~•dinda•~
Happy reading~
__ADS_1