Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti

Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti
#20


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan nya tadi, Dinda pergi kerumah mertuanya untuk membicarakan soal perceraiannya dengan Raka.


"Ma...mama setuju kan?"tanya Dinda ke mama Raka.


"Tidak Dinda, apa yang harus mama katakan kepada orangtuamu nanti jika kamu bercerai dengan Raka sayang?"tanya mama Raka sedih.


"Mama tidak perlu bilang apa-apa sama keluarga dinda, biar Dinda yang urus soal keluarga dinda, Dinda janji gak akan menjelekkan nama mama, papa, dan Raka"ucap Dinda meyakinkan.


"Memangnya apa yang akan kamu katakan ke orangtuamu sayang?"tanya mama Raka sedih.


"Dinda akan bilang kalau Dinda menemukan pria yang baik buat Dinda dan Dinda mau ceraikan Raka mah. Dinda yakin dengan cara itu orangtua Dinda akan percaya, dan dinda sudah memproses perceraiannya dengan cara nyembunyiin kehamilan Dinda"jelas Dinda panjang lebar sambil meneteskan air mata.


"Kenapa kamu harus menjelek-jelekkan namamu sendiri demi anak mama yang brengsek itu?"tanya mama Raka menangis tidak kuat mendengar penjelasan Dinda yang seperti merusak nama baiknya sendiri.


"Karena Dinda sayang sama Raka mah, Dinda gak mau buat Raka terus bertahan sama Dinda tapi dia tidak bahagia. Dan soal Dinda menjelekkan nama Dinda sendiri, karena itu satu-satunya cara ngelindungi Raka dari cemoohan orang-orang, dan Dinda yakin tidak lama lagi mama akan punya cucu baru dari Raka sama naina"ucap Dinda tersenyum manis kearah mertuanya.


"Dinda harap mama setuju yah nanti Raka menikah sama naina? Demi Dinda mah"ucap Dinda terus meyakinkan mertuanya.


"Baiklah sayang, jika bukan demi kamu mama tidak akan mau setuju anak mama menikah sama si pelakor itu"ucap mama Raka sedikit emosi.


"Engga mah, dia bukan pelakor...Dinda yang sudah berada ditengah-tengah hubungan mereka, maafin Dinda sudah ada ditengah' hubungan Raka sama naina"ucap Dinda bersimpuh didepan mama Raka.


"Tidak sayang, itu bukan salah kamu, itu salah kami memaksa menjodohkan mu dengan anak mama yang brengsek itu"akhirnya mama Raka merestui hubungan Raka dengan naina dan mencoba meyakinkan papa Raka tentang hal itu.


"Yasudah mah kami pulang dulu, Dinda berencana akan pergi kerumah ayah habis ini"ucap Dinda lalu berpamitan dan pergi.


"Baik lah hati hati dijalan sayang" Ucap mama raka lalu memeluk dinda cipika-cipiki.

__ADS_1


"Tante saya pamit" Ucap rvin.


"Yah hati hati dijalan, dan jaga dia jangan buat dia menangis" Ucap mama raka memeluk rvin.


Sesampainya di mansion orangtua dinda, dinda dan rvin masuk kedalam mansion dan disambut hangat oleh orangtua dinda.


"Bundaaa dinda kangen" Ucap dinda langsung memeluk erat bunda nya.


"Om" Sapa rvin kearah ayah dinda.


"Hmm.... Apa kabar kamu? Om lihat kamu tidak kucel seperti dulu lagi" Ucap ayah dinda mengejek rvin.


"Kabar ku baik, dan aku sekarang sudah tampan jadi aku boleh kan melamar dia?" Bisik rvin ke arah ayah dinda.


"Tergantung dia nya mau atau tidak, om sih boleh boleh aja" Ucap ayah dinda santai.


"Bukankah mereka akan bercerai?" Tanya ayah dinda heran.


"Memang mereka akan bercerai, tapi perasaan dinda masih sama seperti dulu, dia sangat menyayangi raka" Ucap rvin.


"Lalu jika masih sayang kenapa bercerai?" Tanya ayah dinda heran.


"Si ******** itu masih memiliki pacar, dan dinda terus saja merasa seperti orang ketiga jadi dia ingin cerai" Jelas rvin.


"Brengs*k!" Umpat ayah dinda.


"Kenapa kau tidak membunuh nya saja?" Geram ayah dinda.

__ADS_1


"Aku tidak ingin membuat dinda bersedih" Ucap rvin.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Tanya ayah dinda.


"Biarkan saja, biarkan si ******** itu bersama si ******. Kita lihat nanti akan ada pertunjukan apa saja selama mereka bersama" Ucap rvin tersenyum smirk.


"Kau yakin akan hal itu('pertunjukan')?" Tanya ayah dinda ragu.


"Tentu saja, aku sudah menyelidikinya dan lagi pula si ****** itu kan sepupu ku" Ucap rvin malas.


"Cihhh pantas saja" Gumam ayah dinda.


"Apa?" Tanya rvin.


"Tidak!" Ucap ayah dinda lalu pergi menyusul dinda.


"Ayah dan anak sama saja, selalu meninggalkan ku!" Gerutu rvin.


"Saya mendengar itu!" Seru ayah dinda.


🌹🌹🌹


Hai teman-teman apa kabar? semoga kabar baik yah. aku gak tau mau ngomong apa tapi yang pasti jangan lupa like komen dan vote yah😘


salam hangat


~•dinda•~

__ADS_1


__ADS_2