Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti

Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti
membuatnya kehilangan seseorang seperti dirimu!


__ADS_3

Di rumah sakit


Setelah melalui pertengkaran yang hebat dengan naina. Raka pergi kermh sakit. Setelah sampai dirmh sakit Raka melihat Rvin yang sedang menyuapi Caroline makan. "Rvin..."panggil Raka. "Paan?"tanya singkat Rvin. "Sini sayank...."Raka mengulurkan tangannya menggendong Caroline. "Gimana kondisi Dinda?,gimana kondisi anak gua?"tanya Raka khawatir. "Anak loh?"tanya Rvin. "Yah iyalah anak gua knp emngnya?hah!"tanya Raka penuh emosi. "Klo itu anak loh knp loh tega buat dia hampir kehilangan nyawa?kenapa loh tega melukai dia?"tanya Rvin. "Gu...gua...gua gak sengaja Vin, gua juga gak nyangka akan ngelakuin hal yng kyk gitu"tegas Raka. "Gak sengaja? Gak sengaja atau loh marah gara² sandiwara naina yang mengatakan dinda melukainya?tanya Rvin sambil menekankan kata "sandiwara".


"Apa maksud loh?"tanya Raka bingung "heh! ternyata loh belum mengenal istri loh sendiri yah,,,tunjuk Rvin ke Raka"Dinda tidak akan melukai orang sebelum orang itu duluan melukainya"jelas Rvin menekankan kata "sebelum". "Dan dengan mudah nya loh percaya si jalang itu trs melukai calon anak dan istri loh sendiri? Salut gua sama loh kak"lanjut Rvin sambil bertepuk tangan. "Gua tau gua salah. Maka dari itu gua mw liat Dinda gua mw minta maaf. Gua gak mw pisah sama dia. Gua sayang sama dia. Gua mohon Vin jauhi Dinda"ucap Raka memohon. "Apa jaminannya gua harus percaya sama loh?"tanya Rvin serius. "Gua akan pergi ninggalin Dinda untuk selama²nya.guq gak akan ngangu hidup dia"ucap Raka yakin.


cihhhh umpat Rvin lalu ia menyuruh Raka untuk menanyakan kondisi Dinda. Lalu Rvin masuk ke dalam ruangan Dinda. Sedangkan Caroline bersama suster menunggu diluar.


Didalam ruangan.

__ADS_1


Rvin melihat kondisi Dinda yang masih terbaring lemah di ranjang rmh sakit. Lalu Rvin mengusap² kepala Dinda dan berkata "kau tenang saja aku akan membunuhnya(naina). Membalas kan semua dendam mu kepada dia(Raka). Aku akan membuat dia kehilangan orng yang dia cintai, seperti kamu kehilangan Arya adikku"ucap Rvin sambil tersenyum sinis. Setelah itu Rvin mencium kening dan bibir Dinda lalu ia pergi membawa Caroline


Raka


Setelah mendengar penjelasan dokter Raka langsung pergi menuju ruangan Dinda disana ia tidak melihat Caroline tiba tiba Ting...Ting... Ponsel Raka berdering. Raka segera melihat pesan yang ada didalam ponsel nya. Aku pergi membawa Caroline nanti akan ada yang mengurusnya kau tidak perlu khawatir. Nantikan saja kematian orng yang sangat kau sayangi itu isi pesan yang ada didalam ponsel Raka. Raka mengira pesan itu tertuju untuk Dinda dengan Raka khawatir ia menjaga Dinda 24jam tanpa memikirkan urusan kantor.


Malam hari


"Hei...kalau kamu masih sangat mencintai dia pergilah sama dia aku mengizinkan kamu buat hidup bahagia sama dia,nanti saat anak kita lahir kamu boleh menemui nya. Dan jika saat aku melahirkan aku meninggal tolong jaga dia tolong jangan pilih kasih sama dia dengan anak mu dan naina nanti"ucap Dinda panjang kali lebar kali tinggi. "Tidak....tidak....aku tidak mau kamu pergi jgn tinggalkan aku sendiri"ucap Raka menangis tambah kencang. Dinda semakin bingung dibuatnya. Dinda tidak pernah melihat Raka nangis seperti anak kecil. Ada apa dengan Raka?batin Dinda.

__ADS_1


"Hei cup cup cup kau ini kenapa? Kenapa kau menjadi sangat cengeng hm?"tanya Dinda. Raka langsung memeluk perut Dinda. "Tidak apa apa"sahut Raka. "Apa kau sudah makan?"tanya Dinda. "Belum"sahut Raka. "Kenapa belum makan? Nanti kau akan sakit!"ucap Dinda khawatir.



halo temen\-temen apa kabar nih kalian? pada kangen aku engga?🤣. maaf yah aku baru up soalny aku baru sembuh. aku usahain untuk lebih cepat up nya. jangan lupa like,komen,tambah ke favorit,vote juga nih. dengan vote bisa mendukung aku untuk lebih cepat up ceritanya 😘



salam hangat

__ADS_1



~•Dinda•~


__ADS_2