
Tina, Dinda, dan Rvin terus mengobrol sedangkan Raka mengajak ngobrol Caroline. "Caca nanti kalau mommy mau pergi kamu nangis yah bilang gak mau pergi, mau sama Daddy aja, oke?" Bujuk Raka ke Caroline yang sedang minum susu didalam pelukannya.
"Jangan mengajari yang tidak-tidak kepadanya!" Tegas Dinda.
"lebih baik kau makan, dari pada mengajarkan yang aneh-aneh kepada anakku!" Lanjut Dinda dingin.
Melihat apa yang dilakukan dua orang dewasa itu Tina beralasan ingin membeli sesuatu dan mengajak Rvin. "Vin...temani Tante yuk, Tante mau beli sesuatu tapi Tante gak terlalu hapal sama daerah sini," ucap Tina beralasan mengajak Rvin.
Rvin yang mengetahui gerak gerik Tina pun menyetujui nya. "ayok Tan, kebetulan saya juga mau beli minuman. Olin mau ikut uncle tidak?" Ajak Rvin ke Caroline yang membalasnya dengan gelengan.
"ya sudah, ayok Tan," Tina dan Rvin pun pergi.
"Aku tidak mau makan, jadi kau harus suapi aku! Jika tidak mau yasudah," ucap Raka terus bermain dengan Caroline.
"Kamu harus makan, nanti sakit kau tidak bisa melangsungkan pernikahan mu dengan cepat. Lagi pula apa hak ku untuk menyuapi mu?" Ucap Dinda sinis.
"Kau masih istriku."
__ADS_1
"Aku memang masih istrimu, tapi aku tidak berhak atas dirimu. Minta saja si ****** mu itu kemari dan menyuapi mu," ucap Dinda santai.
"jaga ucapan mu!" Bentak Raka.
"apa?! Memang benar kan? Dia itu ******, kalaupun dia bukan ****** lalu apa sebutan yang pantas untuk seseorang yang menjadi pacar suami orang dan dia menggoda si suami orang tersebut dengan tubuh nya lalu mereka melakukan hubungan intim? APA?!" teriak Dinda.
"dan ingat jangan pernah membentak ku! Kau tak pantas melakukan itu padaku!" Tegas Dinda menggendong Caroline dan pergi dari sana.
Setelah keluar dari ruangan Raka, Dinda langsung mengirim pesan ke Rvin.
Vin aku sudah pulang duluan, nanti kamu antar mama Tina kerumah sakit lalu pulang kerumah mu. Kita pergi ke rumah kak vinessa nya besok saja~dinda.
Sementara itu di ruangan Raka
Hah...aku semakin tidak kenal dengannya(Dinda), dulu dia tidak pernah seperti itu tapi sekarang?dia sering sekali berteriak. Apakah karena aku menyakiti dia makanya dia jadi seperti itu?,batin Raka.
Mata Raka pun melihat sekeliling dan menemukan kotak bekal. Lalu ia meraih kotak bekal tersebut dan membukanya. Raka menemukan sepucuk surat dan membacanya.
__ADS_1
Get well soon💝
Dimakan sampai habis yah, dedek bayi ingin ayahnya lekas sembuh...
Singkat memang isi pesannya, tapi Dinda menulis nya dengan tulus. Setelah membaca surat tersebut tiba-tiba Raka tersenyum kecil. Apakah dia tidak akan menyesal nanti setelah perceraiannya dengan Dinda? bagaimana pun Raka telah menyia-nyiakan wanita yang sangat mencintainya, begitu pikirnya.
Raka pun memakan lahap nasi dan soup yang Dinda buat. Bagaimana pun dia sangat merindukan masakan Dinda, sudah beberapa hari(?) Ia tidak memakan makanan yang seperti ini. Ia ingin meminta naina membuatkan nya tapi naina tidak bisa masak sama sekali, jangankan memasak menyentuh peralatan dapur saja dia enggan.
Tidak berguna bukan?Iyah memang tapi entahlah Raka sangat mencintainya. Bodoh memang (author: iya memang bodoh:() tapi Raka tidak bisa mengendalikan perasaannya.
🌹🌹🌹
hola aku kembali🤣 jangan lupa di like, komen, dan vote yah kawan😘
salam hangat
~•dinda•~
__ADS_1
happy reading~~