Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti

Mengapa Harus Aku Yang Tersakiti
#21


__ADS_3

Keesokan harinya Rvin dan Dinda harus kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai. Dinda berencana untuk tinggal di negara k setelah dirinya dan Raka resmi bercerai. Ia tidak ingin jika nanti setelah bercerai ia melihat Raka dan naina menikah itu sangat menyakitkan baginya.


Terlebih lagi jika nanti anaknya sudah lahir dan bertemu dengan Raka, ia tidak ingin Raka mengambil anak nya sendiri dari dirinya. Ia tidak mau kehilangan anaknya dan ia takut anaknya akan dilukai manusia mulut berbisa itu, cukup waktu itu saja ia hampir kehilangan anaknya. Tanpa Dinda sadari ia langsung memeluk erat perutnya membayangkan dirinya hampir keguguran waktu itu gara-gara manusia mulut berbisa itu.


"Kamu kenapa?" Tanya Rvin sambil mengusap pelan bahu Dinda.


"Ah....tidak apa-apa, aku hanya membayangkan jika aku mengalami kejadian yang membuat ku hampir kehilangan anakku," jelas Dinda tersenyum miris.


"Tenanglah itu tidak akan terjadi lagi padamu, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti mu. Paham?" Ucap Rvin memeluk Dinda sesekali mengecup puncak kepala Dinda.


"Yah... terimakasih," ucap Dinda membalas pelukan Rvin.


Tak terasa setelah menempuh perjalanan beberapa jam Dinda dan Rvin sampai di bandara Indonesia. "Aku akan mengantarmu pulang, nanti aku akan menjemputmu untuk membicarakan tentang perceraian mu dan perpindahan kewarganegaraan mu, oke?" Ucap Rvin yang dibalas anggukan oleh Dinda.


 


Dinda sampai dirumah setelah tadi Rvin mengantarnya. Ia Menganti baju dirinya dan Caroline setelah itu mengajak main Caroline. "Olin....," Panggil Dinda.


"Yes mom, I'm hele\(i'm here\)," sahut Caroline dari dalam kamar.


"Ayok makan nak...aunty suapin yah?" Ucap Dinda ke arah Caroline.


"Yes mom,"

__ADS_1


Dan setelah itu Dinda langsung menyuapi Caroline makan sampai habis, tentunya dengan sedikit perdebatan kecil. "Ayok sayank...satu suap lagi oke?" Ucap Dinda.


"no...I'm full," ucap Caroline sambil menepuk pelan perutnya.


"Jangan ditepuk seperti itu. Ayok sayank satu suap lagi oke? Nanti nasi nya nangis kalau tidak dihabiskan," bujuk Dinda.


"no..."


"nanti aunty beliin mainan oke?" Tawar Dinda.


"No... Mainan ku sudah banyak\(anggap aja dia ngomong nya kayak anak kecil pada umumnya oke😉\)," ucap Caroline.


"Beli mainan, telepon mama, ketemu uncle, oke?" Tawar Dinda lagi.


"seriously?" Tanya Caroline lagi yang dibalas anggukan malas oleh dinda.


"Oh, my God....berikan padaku nasi nya....cepat suapi aku," ucap Caroline heboh Penuh drama yang langsung di suapi nasinya oleh Dinda.


"Tapi nanti kalau uncle sudah sembuh... hahaha," ucap Dinda tertawa sambil berlari menaruh piring.


"MOMMY," pekik Caroline yang berlari menyusul Dinda.


"mom...aku serius ingin bertemu uncle...huaa," tangis Caroline.

__ADS_1


"yah kita akan bertemu uncle, tadi aunty hanya bercanda nak..."ucap Dinda menenangkan Caroline.


"Beneran?...hiks..." Tanya Caroline yang masih sesenggukan.


"Iyah..." Ucap Dinda yang menerbitkan senyum Caroline.


"Yeay!"


Sesuai perkataan Dinda tadi, sekarang Dinda dan Caroline sampai dirumah sakit untuk menjenguk Raka.


"dad..."panggil Caroline terpotong karena....


🌹🌹🌹


halo teman\-teman apa kabar? jaga kesehatan yah... hari ini aku up..... maaf dikit dan up nya juga telat😔. \(gak tau mau ngomong apa\) pokoknya kalian like dan komen\(kritik atau saran\). udah ah gak tau mau ngomong apa lagi.... bye....


salam hangat


~•dinda•~


*maaf gaje*.....


 

__ADS_1


__ADS_2