Mengejar Cinta Berujung Tragedi

Mengejar Cinta Berujung Tragedi
Chapter 10 - Menjadi CEO


__ADS_3

Selama seminggu ini Varo fokus mempelajari masalah perusahaan dan kuliah, juga terkadang dia menghubungi temannya yang mengelola gymnya.


Sampai hari dimana Varo diangkat menjadi CEO oleh ayahnya, dia telah mencurahkan segala kemampuannya untuk mempelajari seluruh masalah perusahaan, dan daddynya sudah melihat semua kinerja Varo selama diperusahaan, wahyu sudah dititik puas untuk kinerja Varo selama ini, jadi dia memutuskan untuk mengangkat Varo menjadi CEO hari ini.


Dipagi hari yang cerah dan membahagiakan ini, pas untuk melakukan pengangkatan Varo menjadi CEO, jadwal pertemuan untuk pengangkatan Varo tepat pukul 10 : 00 pagi hari.


Varo bersiap-siap untuk berangkat menuju kantor bersama daddy, Varo mengenakan setelan kemeja bewarna putih, jas bewarna hitam, celana panjang bewarna hitam, dan sepatu bewarna hitam. Varo berjalan menuruni tangga yang mendapati mommynya sedang duduk diruang tamu, Varo menghampiri mommynya.


"Mommy pagi" Ujar Varo yang merangkul mommynya dari belakang sambil mencium pipinya.


"Pagi sayang, gimana udah siap." Ujar mommy yang tersenyum.


"Udah siap kok mom, mohon do'anya ya mom semoga Varo bisa memimpin perusahaan minimal seperti daddy ya kalau bisa sih lebih baik dari daddy." Ujar Varo yang sudah berganti posisi didepan mommy sambil jongkok dan cengengesan.


"Iya mommy selalu do'a.in kamu, daddy kamu dan adikmu sayang, selalu itu gak akan pernah lupa." Ujar mommy sambil mencium kening anaknya.


"Makasih mom." Ujar Varo yang tersenyum.


"Sama-sama sayang." Ujar mommy sambil menyuruh Varo duduk disampingnya.


"Oh iya, daddy sama Sisil mana mom ?" Varo bertanya.


"Daddy kamu mungkin masih dikamar sayang, coba kamu panggil kekamar, kalau Sisil biasa main sama bibi ditaman." Ujar mommy.


"Aku liat Sisil dulu mom baru panggil daddy." Ujar Varo sambil beranjak pergi menuju taman untuk melihat adik kesayangannya.


Sisil yang asik bermain melihat kakaknya yang berjalan menuju taman, langsung berlari ke kakaknya.


"Akak." Ujar Sisil yang berlari.


"Ukh adik kakak yang paling cantik dan imut ngapain disini." Ujar Varo sambi menggendong Sisil dan menciumnya.


"Lagi main sama bibi kak, akak mau kemana Cicil ikut." Ujar Sisil sambil mendorong wajah kakanya yang sedang menciumnya.

__ADS_1


"Kakak lagi ada hal penting hari ini, Cicil ikut kakak nanti malam aja ya, nanti ada makan malam bersama." Ujar Varo.


"Enggak, mau ikut akak pokoknya." Ujar Sisil yang mulai menangis dan didengar oleh mommynya.


"Cicil sama mommy aja dirumah, nanti makan malam bareng dihotel ya sayang." Ujar mommy yang hampiri ketaman dan mengambil Sisil dari Varo.


"Cicil pengen ikut akak mom." Ujar Sisil yang menangis.


"Yaudah yaudah gini aja deh, kalau enggak besok atau lusa kakak ajak Cicil ke taman hiburan gimana." Ujar Varo yang mengelus kepala adiknya.


"Taman hibulan ? benelan kak ?" Ujar Sisil yang sambil mengusap air matanya.


"Iya beneran, yaudah kakak mau panggil daddy dulu ya diatas takut telat pertemuannya." Ujar Varo yang beranjak pergi keatas untuk memanggil daddynya.


Sesampai didepan kamar daddynya, Varo mendengar suara seperti orang yang sedang menangis didalam, Varo langsung membuka pintu dan mendapati daddynya sedang menangis melihat foto Varo pada saat kecil, Varo menghampiri dan jongkok didepan daddynya.


"Dad ada apa, cerita ke Varo kalau daddy ada masalah." Ujar Varo yang berusaha tersenyum sambil memegang kedua tangan daddynya.


"Enggak ada apa-apa Var, daddy cuman gak nyangka kamu udah sebesar ini dan mulai memegang kendali atas perusahaan daddy, begitu cepat kamu tumbuh." Ujar daddy yang menangis.


"Iya daddy tau, tapi daddy kayak baru kemaren melihat mommy kamu melahirkan kamu Var, rasanya begitu cepat waktu berlalu." Ujar daddy yang menangis.


"Iya aku tau dad, Varo meskipun udah besar gak akan kemana-kemana tetep disini, nanti kalau udah nikahpun istri Varo ajak tinggal disini biar bisa nemenin mommy juga sama Sisil, enggak apa-apa dad waktu memang terus berjalan tetapi kenangan tetap akan tersimpan dihati kita semua sampai kapan pun." Ujar Varo yang berusaha tersenyum.


"Yaudah dad ayo kita berangkat kekantor, nanti telat pertemuannya, Varo tunggu dibawah ya." Ujar Varo yang beranjak pergi.


"Iya Var." Ujar daddynya yang mulai tersenyum dan bersiap-siap menuju kekantor.


Tidak begitu lama daddy turun menuju ruang tamu, disana mendapati Varo, mommy dan Sisil yang sedang menunggu.


"Ayo Var." Ujar daddy yang tersenyum sambil berjalan.


"Udah siap dad ?" Ujar Varo yang tersenyum sambil berdiri.

__ADS_1


"Udah, ayo pergi." Ujar daddy.


"Aku berangkat dulu ya sayang, Sisil gak boleh nakal ya sayang yang nurut sama mommy sama bibi, daddy berangkat dulu." Ujar daddy yang menghampiri mommy sambil mencium kening mommy dan mencium pipi Sisil.


"Iya sayang hati-hati, semoga sukses." Ujar mommy yang mencium tangan daddy.


"Iya daddy." Ujar Sisil yang cengengesan.


"Varo berangkat dulu ya mom, Sisil harus nurut ya ssma mommy sama bibi gak boleh nakal." Ujar Varo yang mencium tangan dan kening mommy, juga mencium pipi Sisil.


"Iya sayang, sukses ya." Ujar mommy yang mencium kening Varo.


"Iya kak." Ujar Sisil yang mencium balik pipi Varo sambil cengengesan.


"Yaudah Assalamu Alaikum." Ujar Varo dan daddy bersama.an sambil beranjak menuju mobil.


"Wa'alaikum Salam." Ujar mommy yang tersenyum sambil melambaikan tangan bersama Sisil.


***


Sesampai didepan kantor, Varo dan daddynya disambut oleh seluruh karyawan didepan pintu masuk kantor, mereka mengucapkan selamat atas naiknya Varo menjadi CEO yang baru, Varo dan daddynya berjalan menuju ke ruang pertemuan, disana sudah berkumpul seluruh karyawan yang memiliki jabatan tinggi.


"Oke disini saya akan mengumumkan bahwa anak saya yang bernama Alvaro Tri Adinata akan resmi menjadi CEO perusahaan ini, tolong bantuan kalian semuanya, Varo coba beri beberapa kata untuk seluruh atasan ini." Ujar daddy yang mengekspresikan wajah serius.


"Oke sebelumnya terimakasih untuk kalian yang sudah berkumpul dipertemuan ini, saya tidak akan ngomong panjang lebar, saya hanya akan bilang saya melihat kalian semua sama merata yang berbeda pada saat diperusahaan ini hanya dari kinerja kalian dalam bekerja ingat itu, semakin kinerja kalian baik semakin bagus pula jabatan kalian, disini kita bersama-sama membuat perusahaan ini menjadi yang terbaik, itu saja sekian terimakasih." Ujar Varo yang menundukkan badan untuk yang pertama kali dan terakhir kali.


Suara tepuk tangan dari seluruh karyawan dikantor, mereka memberi selamat kepada CEO baru dan berpesta.


***


THANKS YANG MASIH NGIKUTIN NOVEL GUA, MAAF JIKA MASIH ADA BANYAK SEKALI KEKURANGANNYA, UNTUK TYPO MUNGKIN MASIH BISA DIBENAHI SELALU KARENA SETIAP SELESAI DITULIS SEMUA SAYA AKAN BACA ULANG DAN MEREVISI YANG SALAH TULIS.


KARENA SAYA BUAT NOVEL HANYA SEKEDAR PENGEN NGELUAPIN ANGAN-ANGAN AJA WKWK.

__ADS_1


SEKIAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.


__ADS_2