Mengejar Cinta Berujung Tragedi

Mengejar Cinta Berujung Tragedi
Chapter 15 - Cek Bernilai 100 Juta


__ADS_3

Setelah beberapa saat Varo ditoilet, dia akhirnya keluar, dengan menahan malu tetapi berusaha tidak mengekspresikan agar tidak terlihat yang lain, Varo menghampiri Sisil yang digendong oleh Rena.


"Dek lain kali gak boleh diulangi ya." Ujar Varo sambil mencium adiknya.


"Iya kak." Ujar Sisil yang menyesal.


"Oh iya, kamu keluar gara-gara apa dek ?" Tanya Varo kepada adiknya.


Sisil menunjukkan sebuah barang yang daritadi dia bawa.


"Ini kak, telompet dikasih bapak itu." Jawab Sisil yang cengengesan sambil menunjuk kebapak penjual.


Varo melihat kearah yang ditunjuk oleh adiknya, disitu terlihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk, Varo langsung menghampiri pria tersebut.


"Permisi pak, bapak yang menemukan adek saya ya, terimakasih banyak pak sebelumnya." Ujar Varo yang membungkukkan badan karena ingin berterima kasih.


Rena yang melihat Varo bersikap begitu, terasa kagum karena dia sangat memperlakukan orang lain setara tidak memandang dia siapa, padahal Varo sendiri adalah CEO perusahaan ternama.


"Iya dek, jangan gitu silahkan berdiri dek gak enak bapak." Ujar bapak penjual sambil memegang tubuh Varo untuk berdiri seperti biasa.


"Sekali lagi terimakasih pak, kalau boleh tau nama bapak siapa ?" Tanya Varo.


"Nama saya Adam dek." Jawab Adam.


"Oh pak Adam, tunggu sebentar ya pak." Ujar Varo yang beranjak pergi ke depan untuk meminjam bulpoin.


Varo menulis sebuah cek berjumlah 100 Juta untuk diberikan kepada bapak Adam, karena telah menemukan adiknya, Varo kembali menuju bapak Adam.


"Pak ini cek mohon diterima ya, ini tanda terimakasih saya kebapak karena telah menemukan adik saya." Ujar Varo yang tersenyum sambil memberikan sebuah cek kepada bapak Adam.


Bapak Adam kaget melihat jumlah cek tersebut.


"Dek ini terlalu banyak, apa gak salah ngasih nolnya." Ujar bapak Adam panik sambil mengembalikan cek tersebut ke Varo.


"Enggak pak, itu sudah betul, bapak memang pantas mendapatkan itu." Ujar Varo yang tersenyum sambil mengembalikan cek ke bapak Adam.


"Tetap aja itu terlalu banyak dek bagi bapak, bapak gak pernah megang uang sebanyak itu, bapak udah seneng kalau nak Sisil udah bisa ketemu keluarganya lagi." Ujar bapak Adam yang mengembalikan cek tersebut ke Varo.


"Yaudah kalau gitu ini kartu nama saya pak, kalau bapak butuh sesuatu bisa hubungi saya, saya akan bantu bapak." Ujar Varo yang menyobek cek tersebut, dan mengambil sebuah kartu nama sambil memberikan ke bapak Adam.


"Terima kasih banyak dek." Ujar bapak Adam yang menerima kartu nama Varo.


"Sama-sama pak Adam." Ujar Varo sambil tersenyum.


"Yaudah kalau begitu saya pergi dulu ya pak, sekali lagi terima kasih banyak pak atas bantuannya." Ujar Varo tersenyum sambil beranjak pergi bersama Rena yang menggendong Sisil.


"Iya dek, hati-hati ya." Ujar bapak Adam tersenyum.

__ADS_1


"Pak maacih ya udah bantu cicil." Ujar Sisil yang cengengesan sambil melambaikan tangannya.


"Iya nak, gak boleh diulangi lagi ya." Ujar bapak Adam tersenyum.


"Iya pak." Ujar Sisil yang cengengesan.


Sebelum meninggalkan post keamanan, Varo berterima kasih kepada petugas keamanan yang sudah membantu Varo mencari adiknya.


Mereka keluar dan melanjutkan kegiatan yang sebelumnya tertunda yaitu bermain wahana.


"Yaudah kita mau main wahana apa dulu dek ?" Tanya Varo kepada Sisil.


"Hmm...maen itu kak." Ujar Sisil yang menunjuk kearah wahana komedi putar.


"Yaudah kita naik itu dulu, ayo Ren." Ujar Varo sambil menggandeng tangan Rena dan berjalan menuju wahana komedi putar, entah kenapa Varo sejak tadi selalu langsung memegang tangan Rena ketika akan berjalan.


"Iya Var, tapi itu tangan kamu ngapain megang tanganku." Tanya Rena yang memberhentikan jalan Varo.


"Ah maaf Ren, tanganku kayak udah tau kalau aku cinta kamu deh." Jawab Varo yang sedikit ngegombal sambil cengengesan dan menggaruk kepalanya.


"Jangan ngomong aneh-aneh ada Sisil ini." Ujar Rena yang memalingkan pandangan dari Varo dan berjalan.


"Iya-iya." Ujar Varo cemberut dan ikut berjalan.


"Akak Lena gak suka akak Cicil ?" Tanya Sisil yang menghadap Rena sambil berekspresi seperti mau nangis.


Dalam hati Varo "Itu baru adik kakak." Varo sangat senang dengan bantuan adiknya itu, dia tersenyum lebar.


"Telus apa kak ?" Tanya Sisil yang sebentar lagi seperti ingin menangis.


"Suka suka kok sama kakaknya Sisil." Jawab Rena yang terpaksa menjawab begitu karena tidak ingin Sisil menangis, Rena melihat ekpresi Varo yang sangat bahagia dan Rena pun mencubit pinggang Varo sambil melotot.


"Aw...kenapa aku yang dicubit Ren ?" Tanya Varo yang menggosok pinggangnya karena sakit.


"Udah-udah ayo kesana dulu." Ujar Rena yang tidak menjawab pertanyaan Varo sambil beranjak jalan.


"Yes, meskipun dapet sedikit cubitan gak masalah yang penting ada kemajuan." Ujar Varo dibelakang dengan tersenyum bahagia, Varo menyusul Rena yang berjalan dulu.


Sesampai diwahana komedi putar mereka masuk lewat jalur Vip tanpa mengantri, kelebihan ticket Vip bisa memainkan seluruh wahana dan bisa bermain tanpa harus mengantri terlebih dahulu.


Mereka bermain komedi putar beberapa kali, karena Sisil terlihat sangat menyukai wahana tersebut, setelah selesai bermain komedi putar, Varo dan Sisil mendengar suara perut keroncongan.


"Dek kamu laper ?" Tanya Varo yang tertawa.


"Adek kakak laper ternyata." Ujar Rena yang ikut tertawa.


"Iya Cicil lapel kak." Jawab Sisil sambil memegang pelutnya dengan malu.

__ADS_1


"Yaudah sini kakak gendong diatas, kita makan dulu keresto terus lanjut lagi." Ujar Varo yang mengambil Sisil dan menaruhnya dikedua pundaknya.


"Ayo Ren." Ujar Varo yang mengulurkan tangan ke Rena sambil tersenyum.


"Cih." Ujar Rena yang menampis tangan Varo dan langsung jalan.


"Ih kasar bener." Ujar Varo sambil cemberut dan mengikuti Rena berjalan.


Mereka berjalan menuju resto yang berada didekat musholla, tidak begitu lama mereka sampai diresto.


"Kamu mau pesen apa Ren ?" Tanya Varo.


"Sama kayak kamu aja deh Var biar gak ribet." Jawab Rena.


"Kalau kamu dek pengen apa ?" Tanya Varo yang menurunkan Sisil dari pundaknya dan memberikan ke Rena.


"Hmm... aku pengen pasta kak sama minum susu." Jawab Sisil menunjuk menu diatas.


"Yaudah kamu nyari tempat duduk Ren, aku yang pesenin makanannya." Ujar Varo.


"Iya Var." Ujar Rena yang beranjak mencari tempat duduk.


"Selamat datang kak, mau pesan apa kak dan dengan nama siapa ?" Tanya Kasir sambil tersenyum.


"Atas nama Varo mas, saya pesen Nasi Goreng Special 2, Pasta 1, Susu hangat 1, sama Es jeruk 2 mas." Jawab Varo.


"Baik kak, nasi Gorengnya pedes atau enggak kak ?" Tanya Kasir sambil mengetik pesanan.


"Cukupan semua mas." Jawab Varo.


"Baik kak, semua totalnya 89.000 ribu." Ujar Kasir sambil mengetik.


"Ini mas." Ujar Varo yang memberikan uang 100.000 ribu.


"Baik kak, uangnya 100.000 ribu ya." Ujar Kasir yang menerima uang daei Varo dan melanjutkan mengetik.


"Ini kembaliannya kak 11.000 ribu, sama ini notanya, nanti jika udah selesai akan dipanggil ya kak dan harus menunjukkan notanya, terima kasih." Ujar Kasir yang memberikan kembalian dan nota kepada Varo.


"Baik mas, terimakasih juga." Ujar Varo yang beranjak pergi menuju meja yang udah Rena cari.


Mereka menunggu makanan, tidak begitu lama makanan selesai dan diambil oleh Varo, mereka makan dengan lahap karena juga tadi sempat lari-larian mencari Sisil yang hilang.


***


THANKS YANG MASIH NGIKUTIN UPDATE.AN NOVEL GUA MESKIPUN MASIH BELUM KOSISTEN BUAT UPDATENYA, KARENA SAYA BUAT DIWAKTU SENGGANG SAYA, MOHON MAAF JIKA ADA KATA YANG KURANG ENAK DIHATI PARA PEMBACA KARENA SAYA INGIN MEMBUAT SENATURAL MUNGKIN, DAN MOHON MAAF JUGA BILA ADA TYPO TETAPI SAYA SUDAH BERUSAHA MEMBACA ULANG DAN MEREVISI KATA YANG TYPO, JIKA MASIH ADA YANG SALAH NAMANYA JUGA MANUSIA TEMPAT BERKUMPULNYA SALAH 😁


SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.

__ADS_1


__ADS_2