Mengejar Cinta Berujung Tragedi

Mengejar Cinta Berujung Tragedi
Chapter 7 - Keceplosan


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang Varo menghubungi Rangga.


Tut...tut...tut...


[Halo, Assalamu Alaikum Ngga] Varo sambil mengemudi dengan pelan.


[Wa'alaikum Salam Var, ada apa ?] Rangga bertanya.


[Enggak, besok kan siangnya kita dikelas yang sama, takutnya aku ketiduran besok, capek hari ini aku mo istirahat, tolong jemput aku besok dirumah kalau emang aku belum bangun] Varo.


[Oke-oke santai aja, jan maksa.in lo kalau udah capek istirahat Var] Rangga mengingatkan Varo.


[Aman-aman, yaudah gitu doang makasih loh Ngga] Varo.


[Santai, kayak sama siapa aja lo Var] Rangga.


[Assalamu Alaikum] Varo sambil mempercepat laju mobilnya.


[Wa'alaikum Salam] Rangga.


Varo menambah laju kecepatan mobilnya.


***


Sesampai dirumah jam menunjukkan pukul 17 : 04, Varo mendapati digarasi ada 1 mobil yang bukan milik keluarganya, Varo bergegas masuk untuk melihat siapa tamu tersebut.


Setiba diruang tamu ada 2 orang tamu dan kedua orang tua Varo sedang asik mengobrol, Varo mendekati sambil memberi salam.


"Asssalamu Alaikum, Mom Dad Varo pulang." Varo mendekati kedua orang tuanya, mencium tangan dan kening mereka tidak lupa juga varo mencium tangan kedua tamu yang tampak seumuran dengan kedua orang tuanya.


"Wa'alaikum Salam." Keempat orang yang berada disana menjawab serentak sambil melihat kearah pintu masuk.


"Oh anak mommy udah pulang." Salsa memeluk Varo sambil mencium keningnya.


"Habis dari kantor Var ?" Wahyu sambil duduk melihat kearah Varo.


"Iya dad." Varo duduk disamping mommynya.


"Oh ini Varo yang dulu masih kecil ya Yu ?" Laki-laki parubaya.


"Iya Yan, anak pertamaku." Wahyu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Gantengnya anakmu Sal." Perempuan parubaya mendekati dan duduk disamping Varo sambil mencubit pipinya.


"Iya lah anak yang kujaga gitu." Salsa mengoda perempuan tersebut sambil tertawa.


"Oh iya Var, ini sahabat daddy dan udah kayak keluarga sendiri, dulu kamu pernah ketemu mereka pas masih kecil, mungkin kamu gak inget." Wahyu sambil tersenyum.


"Namanya om Bryan Maheswara dan istrinya namanya tante Aqilla Rahadi." Wahyu tersenyum.


"Maheswara !?" Varo kaget mendengar nama keluarga tersebut.


Karena nama keluarga tersebut sama dengan nama keluarga wanita, yang bisa membuat dirinya merasakan rasa yang belum pernah Varo rasakan.


"Kenapa Var ?" Salsa kaget melihat respon anaknya ketika mendengar nama keluarga tersebut.


"Tidak apa-apa mom, cuman keinget seseorang yang memiliki nama keluarga yang sama dikampus." Varo menunduk sambil menahan malu karena teringat kejadian pada saat itu.


Salsa dan Wahyu saling pandang karena sejak Varo tumbuh dewasa sampai saat ini, baru kali ini mereka melihat Varo berperilaku seperti ini, mereka tau kalau anaknya sedang memikirkan seorang perempuan.


"Jadi maksutmu kamu satu kampus dengan perempuan yang nama keluarganya Maheswara sayang ?" Salsa mencoba menggoda Varo.


"Mom siapa yang bilang kalau orang tersebut perempuan, kan Varo gak bilang perempuan." Varo kaget ketika mommynya tau bahwa yang dia pikirkan adalah memang seorang perempuan, Varo bertambah malu.


"Ululu anak mommy ternyata sedang jatuh cinta, kenapa mommy tau kalau yang kamu pikirin adalah seorang perempuan, soalnya anak yang kamu maksut itu anak dari om Bryan dan tante Aqilla sayang, karena mereka cuman punya 1 anak perempuan yang seumuranmu." Salsa semakin menjadi-jadi untuk menggoda anaknya.


"Bener Var kamu suka anaknya om Bryan ?" Bryan sambil tersenyum.


"Kalau begitu pas sekali kan sayang, tinggal kita tanya ke Rena masalah ini." Aqilla sangat bahagia sambil melihat kearah suaminya.


"Wah iya pas sekali, gak nyangka kan kita bisa jadi keluarga sungguhan Qilla." Salsa menghampiri Aqilla sambil memeluknya.


"Iya gak nyangka Sal." Aqilla memeluk Salsa.


"Apa...apa yang kalian bicara.in, Varo kekamar dulu mom dad." Varo beranjak pergi sambil muka memerah seperti kepinting yang direbus.


"Sayang baru kali ini anak kita seperti ini." Salsa menghampiri suaminya sambil tersenyum melihat perilaku anaknya.


"Udah-udah jangan digoda terus anaknya kasian." Wahyu memeluk Salsa.


"Terus gimana ini Yu." Bryan tersenyum.


"Ya kalau aku sih terserah kedua anaknya, kalau mereka sama-sama suka gak masalah, biar mereka yang nentu.in, kita sebagai orang tua hanya mendukung mereka." Wahyu tersenyum.

__ADS_1


"Iya begitu saja, meskipun aku aslinya ingin segera mereka bertunangan, tapi aku gak ingin memaksakan jika salah satu tidak menyukainya." Salsa tersenyum.


"Hmm...yaudah kalau begitu kita serahkan masalah ini kepada anak kita." Bryan tersenyum sambil merangkul Aqilla.


Percakapan mereka terus berlanjut.


***


Varo yang berada dikamar.


"Ah apa sih yang mereka bicara.in, aku juga ngapain keceplosan kaget begitu." Varo tiduran sambil merasa malu memikirkan yang terjadi dibawah tadi.


Pada saat dia tiduran sambil memikirkan kejadian tadi, dia teringat dan melihat jam, jam menunjukkan pukul 17 : 30, dia segera mandi.


Setelah mandi dia bersiap untuk sholat, dia memakai sarung bewarna hitam, baju taqwa bewarna putih dan songkok, dia memasang sajadah terus melaksanakan sholat Magrib.


"Allahu Akbar." Varo melaksakan sholat Maghrib.


Setelah sholat maghrib selesai Varo berdo'a, selesai berdo'a dia melipat sajadahnya dan menuju kebawah untuk makan malam bersama dengan masih menggunakan setelan untuk sholat, dia tidak berpikir bahwa dibawah masih ada om Bryan dan tante Aqilla.


Sebelum kebawah dia teringat untuk melihat adiknya dikamarnya, dia berjalan menghampiri kamar adiknya, karena dia belum melihat adiknya sejak pulang tadi.


"Sisil adek kakak ngapain." Varo membuka pintu kamar Sisil dan masuk mendapati Sisil yang sedang asik bermain bersama bibi pembantu.


"Oh tuan muda silahkan." Bibi tersenyum sambil beranjak pergi kebawah untuk membantu mempersiapkan makan malam.


"Akak balu pulang ?" Sisil menghampiri Varo.


"Enggak udah dari tadi dek, ini habis sholat mau makan malam bareng mangkanya adek kakak liat kok gak keliatan daritadi." Varo menggendong Sisil sambil menciumnya.


"Yaudah cicil lapel kak, ayo kebawah." Sisil tersenyum.


"Yaudah sebelum itu Sisil rapihin mainannya, kakak bantu ya." Varo menurunkan Sisil.


"Ciap kak." Sisil merapihkan mainannya dibantu Varo.


Setelah selesai merapihkan mainannya, Varo menggendong Sisil turun kebawah untuk makan malam bersama.


***


THANKS YANG UDAH SETIA NGIKUTIN NOVEL INI, UNTUK KEDEPANNYA NAME DI SEBELAH OBROLAN WAHYU DAN SALSA AKAN DIGANTI DADDY DAN MOMMY YA.

__ADS_1


SEMOGA KALIAN BISA SELALU TERHIBUR DENGAN NOVEL YANG BIASA-BIASA AJA INI.


SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR.


__ADS_2