
Setelah selang setengah jam, akhirnya Varo dan Sisil sampai dikediaman keluarga Maheswara untuk menjemput Rena.
Varo turun dari mobil dan membuka pintu Sisil.
"Dek kamu ikut masuk atau nunggu disini ?" Tanya Varo.
"Ikut kak." Jawab Sisil yang cengengesan sambil membentangkan kedua tangannya karena ingin digendong.
"Yaudah sini kakak bantu lepas sabuk pengamannya dulu." Ujar Varo sambil melepaskan sabuk pengamannya Sisil, lalu menggendongnya dan berjalan masuk.
Didepan pintu ada seorang pelayan yang menyambut Varo.
"Assalamu Alaikum, Rena ada bi ?" Tanya Varo.
"Wa'alaikum Salam, ada tuan muda, silahkan masuk saya panggilkan non Renanya sebentar." Jawab Bibi pembantu yang mempersilahkan Varo untuk masuk dan dia beranjak pergi untuk memanggil Rena.
Tidak begitu lama yang keluar dulu malah tante Aqilla.
"Varo Sisil." Ujar tante Aqilla yang menghampiri Varo dan Sisil yang sedang menunggu diruang tamu.
"Halo te" Ujar Varo sambil mencium tangan Aqilla.
"Halo te." Ujar Sisil yang cengengesan.
"Udah lama Var datengnya ?" tanya Aqilla sambil mengambil Sisil digendongan Varo.
"Baru aja dateng te, mana Renanya te ?" Jawab Varo dan langsung balik bertanya.
"Oh itu masih ganti pakaian, biasa kalau perempuan muda mau keluar ya lama Var." Jawab Aqilla sambil tertawa.
"Iya sih tan, mommy aja juga la..." Ujar Varo yang dipotong oleh suara perempuan muda dari kejauhan.
"Ngomong apa sih bun, kalau ada Varo selalu yang dibahas aneh-aneh." Ujar Rena yang menghampiri mereka sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi kan emang bener perempuan kalau dandan lama sayang." Ujar Aqilla yang tersenyum.
"Iya iya terserah bunda, yaudah kita berangkat dulu bun." Ujar Rena yang mencium tangan bundanya.
"Sisil sini gendong sama kakak Rena ya." Ujar Rena yang tersenyum sambil mengambil Sisil digendongan bundanya.
"Iya kak." Ujar Sisil yang cengengesan.
"Yaudah te kita berangakat dulu ya." Ujar Varo yang mencium tangan Aqilla.
__ADS_1
"Assalamu Alaikum." Ujar Varo dan Rena serentak sambil beranjak menuju mobil.
"Wa'alaikum Salam, hati-hati dijalan ya." Jawab Aqilla.
Varo membukakan pintu mobil untuk Rena, ini pertama kalinya Rena diperlakukan seperti ini oleh pria.
"Silahkan Ren." Ujar Varo yang mempersilahkan Rena duduk sambil tersenyum lembut.
"Makasih Var." Ujar Rena yang sedikit memalingkan wajahnya dari hadapan Varo karena sedikit ada perasaan aneh saat melihat senyuman Varo, dia belum menyadari bahwa itu awal cinta Rena tumbuh kepada Varo.
"Sama-sama." Jawab Varo yang menutup pintu, dan langsung masuk kemobil juga dan menancap gas menuju taman bermain.
Ditengah perjalanan.
"Sisil udah makan sayang ?" Tanya Rena yang tersenyum.
"Udah kak tadi, disuapin mommy." Jawab Sisil yang asik memainkan boneka yang dia bawa.
"Pinter kalau gitu, nanti harus nurut sama kakak ya." Ujar Rena yang tersenyum sambil mengelus rambut Sisil.
"Iya kak." Ujar Sisil.
***
Mereka akhirnya sampai ditaman bermain pukul 11 : 23, Varo turun dan membantu membukakan pintu mobil untuk Rena.
"Makasih." Ujar Rena yang sedikit malu meskipun tidak terlihat dimata Varo.
"Sama-sama, oh iya nanti habis beli ticket masuk, kita sholat dulu ya Ren nanggung tinggal dikit lagi ini masuk dzuhur." Ujar Varo yang menutup pintu mobil sambil berjalan kearah loket.
"Iya Var, biar gak ada beban juga kita." Ujar Rena yang setuju usulan Varo.
Mereka sampai didepan antrian pembelian ticket masuk, yang antri cukup panjang karena memang sekarang weekend.
Varo membeli 3 ticket Vip, karena dia ingin tinggal langsung bermain tanpa membayar-bayar lagi didalam, ticket Vip bisa dibuat untuk memainkan seluruh permainan yang ada ditaman bermain ini.
"Okay ini ticketnya udah, oh iya dek inget ya harus nurut sama kakak dan kak Rena ya, disini rame nanti kamu hilang kalau gak nurut sama kakak." Ujar Varo yang mengingatkan adiknya sebelum masuk.
"Iya kak." Ujar Sisil sambil cengengesan.
"Tolong bantu awasin Sisil ya Ren." Ujar Varo yang tersenyum manis ke Rena.
"Iya Var." Ujar Rena langsung memalingkan wajahnya ketika tau Varo tersenyum manis kedia.
__ADS_1
"Yaudah ayo kita masuk, terus kemusholla." Ujar Varo yang berjalan menuju pintu masuk.
Mereka memasuki taman bermain, Varo melihat petunjuk arah untuk melihat lokasi musholla, mereka akhirnya berjalan menuju musholla karena sudah mendengar mu'adzin mengumandankan adzan dzuhur.
"Dek kamu ikut kak Rena ya, jangan kemana-kemana tetep disamping kak Rena ngerti." Ujar Varo yang menegaskan kepada adiknya sambil mengelus rambutnya.
"Iya kak." Ujar Sisil cengengesan.
"Titip Sisil ya Ren, karena kita beda tempat." Ujar Varo.
"Iya Var." Ujar Rena.
"Ayo Sil ikut kakak Rena." Ujar Rena yang menggendong Sisil.
Mereka berpencar untuk menunaikan sholat dzuhur berjama'ah, dan berjanjian untuk berkumpul ditempat berpencar.
Selesai sholat dhuzur Varo berjalan menuju ke tempat mereka berpencar, sesampai disana Varo tidak mendapati Rena dan Sisil, Varo masih tidak berpikir jelek karena memang sholatnya baru selesai, mungkin dipikirnya Rena masih berdo'a.
Varo menunggu selama hampir 20 menit, selama itu Varo tidak mendapati Rena dan Sisil, ketika dia ingin mencari ketempat sholat perempuan, tiba-tiba Rena datang.
"Var Sisil gak ada, tadi pas aku mau sholat dia disebelahku, pas aku selesai sholat dia gak ada disebelahku." Ujar Rena yang panik dan berbica terlalu cepat sehingga Varo tidak begitu dengar apa yang dibicarakan oleh Rena.
"Ren pelan-pelan ngomongnya gak jelas, ada apa ? Sisil kemana ?" Ujar Varo yang menenangkan Rena yang panik, dia juga panik karena dia tidak melihat adiknya bersama Rena.
"Rena hilang Var, sebelum aku sholat dia disampingku tapi pas aku selesai sholat dia udah gak ada cuman ada tasnya ini sama sepatunya." Ujar Rena yang mulai sedikit tenang.
"Okay kita tenang, kamu udah cari kemana aja Ren ?" Tanya Varo.
"Aku masih cari didaerah sini aja Var, terus aku inget kamu, jadi aku mutusin kekamu dulu baru dicari bareng-bareng." Jawab Rena.
"Yaudah kita coba ketempat pos keamanan dulu untuk disiarkan." Saran Varo.
"Yaudah itu aja dulu." Jawab Rena.
Mereka menuju kepos keamanan dan melaporkan bahwa adiknya hilang, akhirnya pihak pos mengumumkan ciri-ciri Sisil dan dibantu untuk mencari dibeberapa tempat.
"Yaudah kalau begitu makasih pak, saya mau cari daerah sana dulu." Ujar Varo yang panik.
"Iya mas, sama-sama kami akan bantu juga." Ujar salah satu petugas disana.
Varo dan Rena mencari keberbagai tempat.
***
__ADS_1
THANKS YANG MASIH NGIKUTIN NOVEL GUA, SEMOGA SELALU TERHIBUR, MAAF JIKA ADA KATA YANG KURANG MENGENAKKAN DIHATI KALIAN KARENA MEMANG DIBUAT SECARA SENATURAL MUNGKIN, MAAF JUGA BILA ADA TYPO TETAPI GUA JUGA BERUSAHA BACA ULANG DAN MEREVISI YANG SALAH, TETAPI JIKA MASIH ADA YANG SALAH MOHON MAAD KARENA MANUSIA TEMPATNYA SALAH 😁
SEKIAN DAN TERIMAKASIH, SALAM AUTHOR